Sazaedo adalah balai pemujaan Kannon di lereng Gunung Iimori, yang dikenal sebagai tempat pasukan Byakkotai mengakhiri hidup dengan pedang. Nama resminya adalah Entsu Sansodo. Balai bersegi enam dengan tiga tingkat ini dibangun pada 1796 dan memiliki tinggi sekitar 16,5 m. Pendirinya adalah Ikudo, biksu dari Kuil Buddha Shosoji yang saat itu berada di lokasi ini.
Tampilan luar balai ini sudah terbilang tidak biasa, tetapi bagian dalamnya jauh lebih mengejutkan. Begitu masuk, Anda akan memahami alasan bangunan ini dinamai Sazaedo, yang merujuk pada cangkang siput laut. Di dalamnya tidak ada tangga, melainkan jalur landai berlantai papan yang berputar searah jarum jam. Setelah mencapai lantai teratas dan menyeberangi jembatan, Anda akan menyusuri jalur landai lain hingga kembali ke bawah. Tanpa disadari, Anda telah naik dan turun melalui jalur spiral ganda satu arah yang membuat pengunjung yang naik tidak pernah berpapasan dengan pengunjung yang turun. Bangunan ini benar-benar mengingatkan pada cangkang siput yang berpilin.
Pada zaman Edo, balai yang disebut Sansodo dibangun di berbagai daerah berdasarkan tata penghormatan dalam agama Buddha, yaitu mengelilingi objek pemujaan tiga kali searah jarum jam. Di balai-balai ini, pengunjung berputar tiga kali searah jarum jam sebagai bentuk ziarah. Di antara balai Sansodo yang masih ada, Sazaedo ini konon jauh lebih unik dibandingkan yang lain. Kini, bangunan ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Poin Utama
-
Bangunan kayu dengan struktur istimewa yang tidak ada duanya di dunia, ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
-
Hingga zaman Edo, 33 Kannon dari jalur ziarah Saigoku dipuja di sini. Beribadah di balai ini dianggap setara dengan berziarah ke seluruh 33 tempat pemujaan Kannon tersebut.