• Izumo Oyashiro, pusat mitologi Jepang di Shimane, benar-benar membuat orang terdiam karena terpukau oleh shimenawa raksasa begitu berdiri di depan Kaguraden! Melihat langsung salah satu shimenawa terbesar dan paling tebal di Jepang, bobotnya yang terasa berat karena dianyam rapat berlapis-lapis dari jerami tampak puluhan kali lebih gagah dibandingkan dalam foto. Kemegahannya saat tergantung di bawah atap kayu yang agung membuat orang terus mendongak untuk melihatnya, dengan hati dipenuhi rasa hormat!
    Aula pemujaannya juga sama megahnya. Tiang-tiang kayu gelondongan berwarna gelap dan kokoh, atap kulit pohon hinoki kuno yang bertumpuk, lentera putih bermotif lambang kuil yang tergantung di kedua sisi, serta shimenawa yang khidmat memancarkan aura sakral, menenangkan, dan kuat di bawah langit cerah serta sinar matahari. Saat beribadah di sini, jangan lupa mengikuti kebiasaan setempat. Hal paling khas di Izumo Oyashiro adalah tata cara pemujaan unik berupa “dua kali membungkuk, empat kali bertepuk tangan, lalu sekali membungkuk”. Diiringi bunyi tepuk tangan yang jernih dan nyaring, pengunjung dapat sungguh-sungguh memohon berbagai hubungan baik di tempat suci “pengikat jodoh” terkuat di Jepang. Baik hubungan antarmanusia, karier, maupun keberuntungan finansial, rasanya seluruh tubuh langsung dipenuhi energi positif!
    Selain itu, seluruh kawasan kuil sangat luas dan menyenangkan untuk dijelajahi. Saat berjalan di jalur yang dipenuhi kerikil, di sampingnya terdapat sungai kecil yang sejuk dengan tanggul batu tua. Sinar matahari menembus rimbunnya daun maple hijau dan membentuk bayang-bayang bercorak, sementara angin sepoi-sepoi bertiup. Suasananya sangat tenang dan nyaman. Di sudut-sudut jalan juga dapat dijumpai karya seni patung batu dengan berbagai bentuk, serta patung kelinci mungil nan menggemaskan yang dibuat berdasarkan mitos “Kelinci Putih dari Inaba”. Wujudnya yang duduk manis di atas alas batu dengan kedua tangan terkatup benar-benar sangat lucu, membuat orang tidak tahan untuk berhenti dan menekan tombol kamera beberapa kali lagi!
    Mulai dari shimenawa superbesar di Kaguraden yang memukau mata, bangunan kuil kayu yang sarat sejarah, hingga pemandangan air di tengah pepohonan hijau dan kelinci putih Inaba yang menggemaskan di mana-mana, Izumo Oyashiro memiliki kemegahan dan kekhidmatan kuil kelas atas, sekaligus memancarkan energi spiritual serta ketenteraman yang membuat hati benar-benar rileks. Pengalaman berjalan santai sambil merasakan langsung sumber mitologi Jepang ini benar-benar merupakan perjalanan mitologi istimewa di Sanin yang terus membekas dalam ingatan!

  • Setelah belasan kali bepergian ke Jepang, akhirnya saya menginjakkan kaki di Izumo Oyashiro yang selama ini selalu dirindukan. Setelah melihat shimenawa yang begitu megah, akhirnya saya mengerti mengapa begitu banyak orang merekomendasikan untuk melihatnya sekali. Terima kasih kepada Tigerair yang membuka rute ke Bandara Yonago sehingga orang Taiwan jauh lebih mudah datang ke Prefektur Shimane. Saya menyarankan wisatawan Taiwan untuk berjalan-jalan ke Shimane. Meskipun tempat ini tidak seramai kota seperti Tokyo dan Osaka, justru keindahan lingkungan alam Jepang dapat lebih dirasakan.

  • Izumo Oyashiro bukan hanya salah satu kuil Shinto tertua di Jepang. Kuil ini memuja Okuninushi-no-Mikoto, dan dewa ini memiliki sebuah mitos klasik, yaitu Kelinci Putih dari Inaba. Kelinci di sini melambangkan penyembuhan, kelahiran kembali, dan keberuntungan, sehingga di seluruh kawasan kuil dapat terlihat banyak patung kecil dengan unsur kelinci. Saya membantu putri saya mengenakan kimono, dan ketika dia berbalik, rasanya seperti dia masuk ke dalam kisah Jepang. Hal yang paling membuatnya senang adalah menemukan kelinci-kelinci kecil satu demi satu di berbagai sudut Izumo Oyashiro.

  • Izumo Oyashiro adalah kuil Shinto pengikat jodoh paling ampuh di Jepang. Di kawasan suci yang kuno dan khidmat ini, hal yang paling meluluhkan hati dan membuat tersenyum pasti patung-patung Kelinci Putih dari Inaba yang tersebar di berbagai sudut kuil.
    Patung kelinci ini bukan hanya berjumlah banyak, tetapi masing-masing juga sangat hidup dan menggemaskan. Para perajin memberikan beragam jiwa dan ekspresi modern kepada kelinci kecil pembalas budi dalam mitos Okuninushi-no-Okami.

  • Izumo Oyashiro benar-benar khidmat dan auranya sangat kuat. Begitu masuk, tanpa sadar suasana hati menjadi tenang. Shimenawa raksasanya sangat mengagumkan, dan seluruh suasananya terasa sakral. Sangat layak didatangi khusus untuk beribadah sekali.

  • Izumo Oyashiro memuja Okuninushi-no-Okami, dewa “jodoh dan ikatan” dalam agama Shinto, dan dibangun dengan gaya arsitektur kuno Jepang “taisha-zukuri”. “Shimenawa raksasa” yang tergantung di Kaguraden merupakan salah satu shimenawa terbesar di Jepang dan sangat mengesankan.
    Di dalam kompleks terdapat hampir 50 kelinci batu dengan berbagai bentuk. Ada yang sedang bermain dan ada yang berdoa, semuanya tampak hidup dan menggemaskan. Konon, sebagai balas budi, kelinci membantu menyatukan Okuninushi dengan Yagami-hime. Karena itu, kelinci di Izumo Oyashiro dianggap sebagai simbol pembawa “jodoh baik” dan utusan yang mengikat hubungan.
    Di depan kuil terdapat Starbucks, Nakagawa Masashichi Shoten⋯⋯ serta sendok nasi kayu. Banyak sendok nasi dihiasi simbol ikatan dari Izumo Oyashiro atau ukiran kayu yang indah, dengan makna “ikatan” dan “keberuntungan”, sehingga menjadi pilihan yang cukup bagus untuk diberikan kepada keluarga dan teman.

  • Area kuilnya sangat luas. Bangunan, jalan menuju kuil, dan pohon-pohon pinusnya semuanya indah, benar-benar seperti memasuki dunia mitologi Jepang.

  • Banyak orang datang ke Izumo Oyashiro untuk memohon jodoh yang baik dan kebahagiaan, serta mendoakan kebahagiaan dan keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, dan teman-teman.

  • Saat memasuki kuil Shinto ini, seolah-olah dapat merasakan kekuatan suci yang memberikan ketenteraman dan kedamaian hingga ke lubuk hati.

  • Areanya luas, banyak orang datang untuk beribadah, dan tersedia banyak jimat. Kelinci yang menjadi maskotnya juga sangat lucu.

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa