Ulasan oleh Jk Halaman 1/2

Halaman Profil Jk
  • Meiji Jingu

    Meiji Jingu didirikan pada 1920 sebagai kuil Shinto untuk memuja Kaisar Meiji dan permaisurinya, Permaisuri Shoken. Kompleks ini berpusat di area dalam yang asri dan khidmat, tempat bangunan utama kuil dan taman Gyoen berada. Kompleksnya juga mencakup area luar dengan Meiji Memorial Picture Gallery serta berbagai fasilitas olahraga unggulan, dan Meiji Kinenkan, tempat penyelenggaraan pernikahan dengan fasilitas lengkap.

    • Aoyama, Omotesando, Harajuku
    • Kuil Shinto & Kuil Buddha

    Begitu meninggalkan jalanan ramai di Stasiun Harajuku, berbelok dan melangkah masuk ke Meiji Jingu, rasanya seluruh dunia seketika seperti dibisukan! Lalu lintas yang padat serta hiruk-pikuk kota langsung tertinggal di luar, digantikan oleh naungan pepohonan hijau yang rimbun dan suara gemerisik langkah di atas jalan berkerikil. Udara dipenuhi aroma rumput dan kayu yang membuat orang ingin menarik napas dalam-dalam, lalu seluruh tubuh pun benar-benar rileks.
    Hal pertama yang langsung memukau mata adalah “torii besar” yang menjulang di jalur menuju kuil! Seluruh torii dibuat dari kayu utuh berukuran besar dan kokoh. Saat berdiri di bawahnya dan mendongak, kemegahannya yang seakan menjulang hingga langit benar-benar luar biasa mengintimidasi. Di bagian atas tiangnya juga terdapat lambang krisan 16 kelopak berwarna emas mengilap milik Keluarga Kekaisaran Jepang. Dengan latar hutan hijau, torii ini tampak semakin khidmat dan misterius. Hanya dengan berdiri di bawahnya untuk berfoto, tubuh langsung terlihat sangat kecil dan aura luar biasa dari pintu masuk kawasan suci ini pun langsung terasa.
    Saat berjalan santai menyusuri jalan lebar berkerikil menuju bagian dalam, hal yang paling mencolok di tepi jalan dan pasti membuat semua orang berhenti untuk terus menekan tombol kamera adalah “dinding tong sake persembahan” yang luar biasa megah! Ratusan tong sake Jepang berbalut anyaman jerami, dengan tulisan kaligrafi dan motif indah seperti “Sakura Masamune”, “Ozeki”, dan “Umenoyado”, ditumpuk rapi hingga membentuk dinding tong yang menjulang setinggi beberapa lantai. Nuansa tradisional festival Jepangnya benar-benar sangat cocok untuk difoto. Ambil sudut miring untuk mendapatkan kesan perspektif, dan foto apa pun yang dihasilkan akan menjadi foto kunjungan klasik yang luar biasa bagus!
    Setelah melewati jalur menuju kuil dan tiba di gerbang utama Meiji Jingu, “Minami Shinmon”, bangunan gerbang kayu beratap bertingkat di depan mata tampak begitu megah hingga mengundang decak kagum! Struktur kayu berwarna gelap dipadukan dengan tepian atap dan susunan penyangga yang tenang sekaligus megah, membuatnya tampak sangat berwibawa di bawah langit biru dan awan putih. Setelah melewati ambang gerbang dan masuk ke halaman dalam yang lapang serta bersih, kaki menginjak lantai batu yang tanpa noda. Tepat di tengahnya terdapat bangunan utama yang memuliakan Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken. Di sebelahnya juga terdapat “Meoto Kusu”, dua pohon kamper besar nan hijau yang melambangkan hubungan harmonis. Menangkupkan tangan untuk beribadah, bertepuk tangan dan berdoa dalam angin sejuk, lalu mengambil satu “Omigokoro”, omikuji khusus Meiji Jingu yang tidak membedakan nasib baik atau buruk dan berisi filosofi kehidupan, membuat jiwa terasa dibasuh dengan lembut.
    Hutan buatan yang tersembunyi di jantung kawasan paling trendi Tokyo ini tidak hanya luas dan dipenuhi pepohonan rindang, tetapi juga memadukan kekhidmatan tradisi Shinto Jepang dengan ketenangan alam hutan secara sempurna. Baik ingin melarikan diri dari hutan beton kota untuk menikmati terapi hutan maupun ingin menyaksikan langsung pesona torii kayu raksasa dan dinding tong sake yang mengesankan, Meiji Jingu jelas merupakan tempat suci kelas atas yang tetap memukau setiap kali datang ke Tokyo, berapa kali pun mengunjunginya!

  • Izumo Oyashiro

    Izumo Oyashiro disebut dalam Kojiki (712), kitab sejarah tertua di Jepang. Bersama Ise Jingu, kuil ini termasuk salah satu kuil Shinto kuno terpenting di Jepang. Dewa utama yang dipuja di sini adalah Okuninushi-no-Okami, yang terkenal sebagai dewa pengikat jodoh dan hubungan antarmanusia.

    • Shimane
    • Kuil Shinto & Kuil Buddha

    Izumo Oyashiro, pusat mitologi Jepang di Shimane, benar-benar membuat orang terdiam karena terpukau oleh shimenawa raksasa begitu berdiri di depan Kaguraden! Melihat langsung salah satu shimenawa terbesar dan paling tebal di Jepang, bobotnya yang terasa berat karena dianyam rapat berlapis-lapis dari jerami tampak puluhan kali lebih gagah dibandingkan dalam foto. Kemegahannya saat tergantung di bawah atap kayu yang agung membuat orang terus mendongak untuk melihatnya, dengan hati dipenuhi rasa hormat!
    Aula pemujaannya juga sama megahnya. Tiang-tiang kayu gelondongan berwarna gelap dan kokoh, atap kulit pohon hinoki kuno yang bertumpuk, lentera putih bermotif lambang kuil yang tergantung di kedua sisi, serta shimenawa yang khidmat memancarkan aura sakral, menenangkan, dan kuat di bawah langit cerah serta sinar matahari. Saat beribadah di sini, jangan lupa mengikuti kebiasaan setempat. Hal paling khas di Izumo Oyashiro adalah tata cara pemujaan unik berupa “dua kali membungkuk, empat kali bertepuk tangan, lalu sekali membungkuk”. Diiringi bunyi tepuk tangan yang jernih dan nyaring, pengunjung dapat sungguh-sungguh memohon berbagai hubungan baik di tempat suci “pengikat jodoh” terkuat di Jepang. Baik hubungan antarmanusia, karier, maupun keberuntungan finansial, rasanya seluruh tubuh langsung dipenuhi energi positif!
    Selain itu, seluruh kawasan kuil sangat luas dan menyenangkan untuk dijelajahi. Saat berjalan di jalur yang dipenuhi kerikil, di sampingnya terdapat sungai kecil yang sejuk dengan tanggul batu tua. Sinar matahari menembus rimbunnya daun maple hijau dan membentuk bayang-bayang bercorak, sementara angin sepoi-sepoi bertiup. Suasananya sangat tenang dan nyaman. Di sudut-sudut jalan juga dapat dijumpai karya seni patung batu dengan berbagai bentuk, serta patung kelinci mungil nan menggemaskan yang dibuat berdasarkan mitos “Kelinci Putih dari Inaba”. Wujudnya yang duduk manis di atas alas batu dengan kedua tangan terkatup benar-benar sangat lucu, membuat orang tidak tahan untuk berhenti dan menekan tombol kamera beberapa kali lagi!
    Mulai dari shimenawa superbesar di Kaguraden yang memukau mata, bangunan kuil kayu yang sarat sejarah, hingga pemandangan air di tengah pepohonan hijau dan kelinci putih Inaba yang menggemaskan di mana-mana, Izumo Oyashiro memiliki kemegahan dan kekhidmatan kuil kelas atas, sekaligus memancarkan energi spiritual serta ketenteraman yang membuat hati benar-benar rileks. Pengalaman berjalan santai sambil merasakan langsung sumber mitologi Jepang ini benar-benar merupakan perjalanan mitologi istimewa di Sanin yang terus membekas dalam ingatan!

  • Zuihoden

    Mausoleum Date Masamune, pendiri Domain Sendai. Bangunan ini didirikan oleh Tadamune, penguasa kedua domain tersebut, pada tahun setelah Masamune wafat pada 1636, sesuai dengan wasiatnya. Di sekitar Zuihoden terdapat mausoleum keluarga Date lainnya, seperti Kansenden, tempat peristirahatan terakhir Date Tadamune, dan Zennoden, tempat peristirahatan terakhir Date Tsunamune, serta museum yang melengkapi kompleks ini. Seluruh kawasan ini ditetapkan sebagai situs bersejarah oleh Kota Sendai dengan nama Kompleks Makam Keluarga Date di Kyogamine.

    • Sendai
    • Objek Wisata Populer

    Begitu melangkah masuk ke kawasan Zuihoden di Sendai, rasanya seperti terjatuh ke tempat tersembunyi di tengah hutan yang penuh dengan nuansa sejarah dan misteri! Di depan mata berdiri gerbang kayu berlapis pernis hitam dengan ukiran berlapis emas yang supermewah. Di atasnya tergantung papan merah mencolok bertuliskan tiga karakter besar “Zuihoden”, sementara hiasan emas di sekelilingnya berkilauan di bawah sinar matahari. Semuanya benar-benar menampilkan gaya Date Masamune yang berwibawa, penuh perhatian terhadap detail, serta mewah tetapi bersahaja.
    Berjalan santai menyusuri jalan kecil nan tenang yang dikelilingi rapat oleh pepohonan tinggi menjulang, suasana di sekitar begitu sunyi hingga hanya terdengar suara langkah kaki sendiri, serangga, dan burung. Udaranya juga terasa supersegar. Di tengah perjalanan, tiba-tiba terlihat genting dengan ukiran kepala naga dari perunggu yang sangat khas dan indah. Detail tatapan mata dan sisik naganya dibuat begitu nyata hingga membuat saya tak tahan untuk terus memotretnya.
    Sedikit lebih jauh, terlihat menara sutra kuno dari batu yang berdiri tenang di taman hijau nan rimbun. Di sekitarnya juga terdapat patung-patung Buddha kecil dari batu yang menggemaskan sekaligus khidmat, menciptakan pemandangan penuh nuansa Zen tradisional Jepang. Setelah melewati sebuah tikungan, bangunan utama yang diukir dengan sangat teliti tampak menyatu sempurna dengan lebatnya hutan di sekelilingnya. Perpaduan kayu hitam dan ornamen emas terlihat sangat sakral di bawah bayang-bayang pepohonan.
    Ritme perjalanan seperti ini, tanpa perlu terburu-buru dan hanya berjalan sesuka hati di situs bersejarah yang dipenuhi kehijauan, benar-benar sangat menyenangkan! Sambil berjalan dan menikmati kerajinan tradisional yang terpelihara dengan sangat sempurna serta arsitektur megah ini, bukan hanya mata yang dimanjakan, tetapi hati juga ikut menjadi benar-benar tenang. Ini jelas merupakan pengalaman terbaik untuk merasakan kekayaan sejarah dan budaya Sendai!

  • Kuil Shinto Osaki Hachimangu

    Saat Kastel Sendai dibangun, Kuil Shinto Osaki Hachimangu dipindahkan ke arah barat laut, arah Anjing dan Babi dalam zodiak Jepang, atas perintah Date Masamune. Sejak itu, kuil ini dihormati sebagai pelindung seluruh Sendai, khususnya bagi mereka yang lahir pada Tahun Anjing dan Tahun Babi.

    • Sendai
    • Kuil Shinto & Kuil Buddha

    Di pintu masuk Osaki Hachimangu di Sendai, gerbang torii merah besar yang sangat mencolok langsung menyambut di depan mata. Tepat di tengahnya tergantung papan nama emas berkilau bertuliskan “Hachimangu”, benar-benar terlihat gagah. Di sekelilingnya dipenuhi pepohonan hijau besar yang menjulang tinggi. Berjalan di sepanjang jalur batu tidak hanya terasa sejuk, tetapi juga menghadirkan nuansa kuno yang khidmat.
    Sambil berjalan santai mengikuti jalur, di kedua sisi juga terlihat koridor lentera merah yang tertata rapi dan lentera batu bergaya kuno. Ditambah langit cerah tanpa awan di atas kepala, pandangan dan suasana hati seketika terasa sangat lapang. Saat tiba di bangunan utama, mata langsung terpukau. Bangunan utama dari kayu berwarna hitam dipadukan dengan ukiran bertepi emas yang sangat mewah dan atap yang indah, menghadirkan kesan mewah tetapi bersahaja secara maksimal.
    Ketika berdiri di depan aula pemujaan untuk bersiap berdoa, suasana di sekitar begitu tenang hingga hanya terdengar gemerisik dedaunan yang tertiup angin. Seluruh ruang dipenuhi kekuatan menenangkan yang membuat hati terasa damai. Bisa berjalan santai tanpa perlu terburu-buru di antara pepohonan hijau dan bangunan bersejarah berusia ratusan tahun seperti ini benar-benar menjadi pengalaman yang sangat nyaman dan menyenangkan saat datang ke Sendai!

  • Kuil Buddha Senso-ji

    Salah satu tempat wisata ikonis di Asakusa yang dikunjungi lebih dari 30 juta orang setiap tahun untuk beribadah. Kuil Buddha ternama di Tokyo ini menggelar berbagai acara tahunan, seperti hatsumode dan Setsubun. Gerbang Kaminarimon, simbol Asakusa, dihiasi lentera merah besar yang menggantung di tengah, dengan patung dewa angin dan dewa petir di kedua sisinya.

    • Asakusa, Tokyo Skytree
    • Kuil Shinto & Kuil Buddha

    Di depan Kaminarimon, lentera merah raksasa bertuliskan “Kaminarimon” yang tergantung tinggi dan kerumunan orang yang ramai langsung menyambut, menciptakan kesan yang luar biasa.
    Setelah melewati Kaminarimon, tibalah di jalan pertokoan Nakamise-dori yang sangat meriah. Di sepanjang jalan berjajar berbagai jajanan tradisional, ningyoyaki, dan oleh-oleh cantik, membuat orang tak bosan berjalan sambil melihat-lihat.
    Saat tiba di dekat aula utama dan pagoda lima tingkat yang megah, bukan hanya nuansa tenang dari kuil kuno berusia seribu tahun yang terasa, tetapi juga dapat terlihat pemandangan unik bangunan tradisional berwarna merah terang bersanding dengan Tokyo Skytree yang modern.
    Saya sangat menyarankan memasukkan Senso-ji ke dalam rencana berjalan-jalan mendalam di Tokyo. Baik untuk beribadah dengan khusyuk, merasakan keramahan tradisional kawasan shitamachi, maupun mengabadikan pemandangan klasik yang mengagumkan, tempat ini pasti akan meninggalkan kenangan indah yang tak terlupakan seumur hidup dalam perjalanan!

  • Otowa-san Kiyomizu-dera

    Didirikan pada 778, kuil Buddha ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 1994. Kompleks seluas 130.000 m² di lereng Gunung Otowa ini memiliki lebih dari 30 bangunan kuil dan monumen, termasuk yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional dan Properti Budaya Penting. Pemandangan Kiyomizu-dera yang berpadu dengan suasana setiap musim juga patut dinikmati: bunga sakura pada musim semi, dedaunan hijau pada musim panas, dedaunan berwarna-warni pada musim gugur, dan salju pada musim dingin.

    • Gion, Higashiyama, Yamashina
    • Kuil Shinto & Kuil Buddha

    Setiap kali berwisata ke Kyoto, jika hanya boleh memilih satu kuil Buddha untuk dikunjungi, “Kiyomizu-dera” yang memiliki sejarah lebih dari seribu tahun dan berdiri di lereng Gunung Otowa pasti merupakan ikon kelas utama yang paling mewakili seluruh Jepang! Begitu tiba di Kiyomizuzaka yang menuju aula utama, toko oleh-oleh, toko keramik, dan toko wagashi yang ramai di sepanjang jalan begitu memanjakan mata. Bahkan sebelum memasuki kuil, suasana budaya yang kental sudah terasa.
    Setelah melewati Gerbang Niomon yang megah dan memasuki kompleks kuil, hal yang paling mengagumkan adalah “Panggung Kiyomizu” yang menjorok di ketinggian, dibangun tanpa satu paku pun dan sepenuhnya ditopang tiang-tiang kayu raksasa. Dari atas panggung, bukan hanya seluruh pemandangan Kota Kyoto yang terlihat, tetapi kawasan ini juga tampak dikelilingi hamparan hutan maple dan sakura yang megah. Baik bunga sakura merah muda yang memenuhi pegunungan pada musim semi maupun dedaunan merah yang menyala seperti api pada musim gugur, pemandangan yang berganti setiap musim begitu indah, bagaikan lukisan panorama raksasa yang tak pernah membosankan untuk dipandang.
    Setelah turun dari panggung, jangan sampai melewatkan “Air Terjun Otowa” yang terkenal di bawahnya. Tiga aliran air jernihnya masing-masing melambangkan pendidikan, cinta, dan umur panjang. Mengantre untuk meminum seteguk airnya bukan hanya menarik, tetapi juga sarat nuansa ritual untuk memohon berkah. Sebelum pulang, pastikan mampir ke “Pagoda Koyasu” di dekatnya yang tampak mengesankan untuk merasakan kekhidmatan dan ketenangan ibu kota kuno.
    Saya sangat menyarankan memasukkan Kiyomizu-dera ke dalam daftar wajib kunjung saat berwisata ke Kyoto. Baik untuk merasakan kemegahan Warisan Budaya Dunia maupun menikmati pemandangan hutan pegunungan yang sangat indah dalam empat musim, tempat ini benar-benar merupakan destinasi klasik abadi yang tak akan membosankan meskipun dikunjungi seratus kali!

  • Kuil Todaiji

    Patung Buddha Agung Rushana dibangun pada zaman Nara atas prakarsa Kaisar Shomu, dan upacara pembukaan matanya dilaksanakan pada tahun 752. Setelah itu, kompleks bangunan kuil ditata selama hampir 40 tahun. Sebagai salah satu kuil Buddha yang mewakili Nara, Todaiji terus mendapat perlindungan penuh dan tetap berjaya bahkan setelah ibu kota dipindahkan dari Heijokyo.

    • Nara
    • Kuil Shinto & Kuil Buddha

    Setelah melewati gerbang dan memasuki kompleks kuil, yang langsung terlihat adalah “Daibutsuden (Kondo)”, yang disebut sebagai salah satu bangunan kayu terbesar di dunia. Berdiri di depan bangunan kuno raksasa ini saja sudah membuat saya merasakan puncak keahlian arsitektur manusia. Begitu memasuki aula, langsung terlihat “Buddha Agung Nara (Buddha Rushana)” dari perunggu setinggi 15 meter yang menatap semua makhluk dengan penuh welas asih. Berdiri langsung di bawah kaki Buddha dan menengadah ke atas memberikan rasa takjub dan ketenangan yang benar-benar sulit diungkapkan dengan kata-kata.
    Selain Buddha Agung yang mengagumkan, di dalam Daibutsuden juga terdapat tiang terkenal dengan “lubang seukuran lubang hidung Buddha Agung”. Konon, siapa pun yang berhasil melewati lubang pada tiang kayu tersebut akan memperoleh perlindungan keselamatan dan keberuntungan. Tempat ini selalu menarik banyak wisatawan untuk mengantre dan mencobanya, sehingga prosesnya terasa sangat ceria dan menarik.
    Saya sangat menyarankan memasukkan Todaiji ke dalam rencana berjalan-jalan mendalam saat berkunjung ke Nara. Baik untuk merasakan kemegahan kuil kuno berusia seribu tahun maupun memandang Buddha Agung yang khidmat, semuanya pasti akan meninggalkan kenangan budaya yang mendalam dan mengagumkan dalam perjalanan ke Kansai!

  • Taman Nara

    Taman ini bersebelahan dengan berbagai warisan sejarah dan budaya yang berharga, seperti Kuil Shinto Kasuga Taisha, Kuil Buddha Kofukuji, Kuil Buddha Todaiji, Museum Nasional Nara, dan Shosoin. Nikmati keindahan alam yang luas dan hijau di sekelilingnya. Lokasinya di pusat kota juga memudahkan akses ke berbagai tempat wisata.

    • Nara
    • Taman & Kebun

    Taman terbuka yang sangat luas ini bukan hanya merupakan surga kebebasan bagi ribuan rusa liar Nara, tetapi juga dikelilingi banyak peninggalan bersejarah kelas dunia. Saat berjalan menyusuri jalan menuju kuil yang hijau, kawanan rusa yang pintar dapat dijumpai kapan saja. Jika membeli sebungkus “senbei rusa” khusus, kita akan langsung menjadi orang paling populer di seluruh tempat. Namun, saat diberi makan, tingkah mereka yang membungkuk dengan sopan tetapi juga sedikit tidak sabar benar-benar lucu sekaligus membuat geli.
    Selain berinteraksi dengan rusa, di sekitar taman juga terdapat “Todaiji” yang megah dan mengesankan (di dalamnya ada patung Buddha yang sangat besar), “Kasuga Taisha” yang penuh suasana misterius, serta “Kolam Sarusawa” yang berpemandangan indah. Baik berjalan di jalur lentera batu di antara pepohonan tua yang menjulang maupun duduk di atas rumput menikmati sinar matahari, setiap sudutnya dipenuhi nuansa budaya dan alam yang kuat.
    Saya sangat menyarankan menyisihkan setengah hingga satu hari untuk Taman Nara saat berwisata ke Kansai. Baik untuk berjalan-jalan santai maupun menikmati sepuasnya keseruan berinteraksi dengan rusa, tempat ini pasti akan meninggalkan kenangan perjalanan yang menenangkan dan indah!

  • Osaka Castle

    Pembangunan menara utama Osaka Castle dimulai pada 1583 oleh Toyotomi Hideyoshi, yang menyatukan Jepang pada zaman Azuchi-Momoyama (1568-1600), dan selesai pada 1585. Kastel ini kemudian jatuh dalam Pertempuran Musim Panas Osaka pada 1615, tetapi dibangun kembali oleh Keshogunan Tokugawa pada 1626. Namun, menara utamanya terbakar akibat sambaran petir pada 1665. Setelah sekian lama tidak memiliki menara utama, pada 1931 menara tersebut dibangun kembali menyerupai bentuknya pada masa Toyotomi berkat sumbangan warga Kota Osaka.

    • Kastil Osaka, Kyobashi
    • Objek Wisata Populer

    Setiap kali berwisata ke Osaka, jika ingin merasakan suasana sejarah yang kuat sekaligus menikmati pemandangan kota dari ketinggian, Osaka Castle yang bersejarah ini jelas menjadi pilihan utama yang wajib dikunjungi! Begitu memasuki kawasan taman yang luas, hal pertama yang terlihat adalah parit dan tembok kastel tinggi nan megah yang tersusun dari batu-batu raksasa. Berjalan-jalan di taman yang hijau saja sudah terasa sangat santai dan nyaman.
    Saat tiba di menara utama yang menjulang di tengah, dinding putih dan atap hijau berpadu dengan dekorasi keemasan yang gemerlap, menciptakan tampilan luar yang megah dan mewah. Bagian dalam menara utama kini telah diubah menjadi museum sejarah modern yang memamerkan beragam artefak zaman Edo, zirah para panglima, serta maket sejarah pertempuran Osaka Castle. Melalui pameran yang hidup, pengunjung dapat melihat sekilas persaingan Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu pada masa itu.
    Setelah bersusah payah naik ke anjungan observasi di lantai paling atas, seluruh taman hijau Osaka Castle dan pemandangan kota modern dengan gedung-gedung tinggi di sekitarnya langsung terbentang di depan mata. Pemandangannya benar-benar sangat luas. Jika datang pada musim bunga sakura atau musim daun momiji, keindahan area sekitarnya bahkan semakin memukau.
    Sangat direkomendasikan untuk memasukkan Osaka Castle ke dalam daftar tempat berjalan-jalan dan berwisata saat berkunjung ke Osaka. Baik untuk mengambil foto indah, menikmati udara segar di tengah pepohonan, maupun merasakan pesona sejarah zaman Sengoku Jepang, tempat ini benar-benar merupakan destinasi klasik yang tak pernah mengecewakan!

  • Kastel Kumamoto

    Kastel Kumamoto adalah kastel ternama yang dibangun oleh Kato Kiyomasa pada 1607. Dibangun dengan teknologi tercanggih pada masanya dan pengerahan tenaga yang besar, kastel ini kemudian menjadi tempat berlangsungnya berbagai peristiwa penting dalam sejarah Jepang.

    • Kumamoto
    • Objek Wisata Populer

    Dalam perjalanan ke Kumamoto, Kyushu kali ini, akhirnya saya bisa menyaksikan langsung Kumamoto Castle, salah satu dari tiga kastel ternama di Jepang yang penuh dengan kegagahan seorang pahlawan! Begitu tiba di sekitar reruntuhan kastel, saya langsung terpukau oleh tembok batu hitam-putih raksasa nan megah yang dikenal sebagai “Musha-gaeshi”. Lengkungannya indah sekaligus terjal. Hanya dengan berdiri di bawahnya, nuansa pertahanan bersejarah yang kuat dan berwibawa sudah langsung terasa.
    Saat memasuki kawasan kastel, terlihat bahwa meskipun tempat ini mengalami kerusakan parah akibat Gempa Kumamoto 2016, setelah bertahun-tahun menjalani pemugaran yang teliti dan gigih, menara utamanya kini telah bangkit kembali dengan sempurna dalam sosoknya yang megah. Di ruang pameran dalam menara, artefak sejarah dan maket yang sangat modern serta hidup menceritakan secara terperinci kecerdikan pembangunan kastel oleh Kato Kiyomasa dan para penguasa kastel dari berbagai masa, beserta sejarah panjang kastel ternama ini.
    Setelah bersusah payah naik ke anjungan observasi di lantai paling atas, seluruh pemandangan Kota Kumamoto dan pegunungan di kejauhan langsung terbentang di depan mata. Pemandangannya benar-benar sangat luas. Selain menara utama, bangunan kayu kuno berukuran besar di sekitarnya yang telah dipugar, seperti Sukiyamaru Nikaiohiroma, juga dihiasi dengan sangat teliti dan memancarkan nuansa Edo yang autentik.
    Saya sangat merekomendasikan untuk memasukkan Kumamoto Castle ke dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Kumamoto, Kyushu. Baik untuk melihat bangunan kastel hitam yang megah maupun merasakan ketangguhan masyarakat setempat dalam menghadapi bencana, semuanya pasti menjadi perjalanan sejarah dan budaya yang menggugah hati!

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa