Fushimi Inari Taisha
Kuil utama dari sekitar 30.000 kuil Shinto Inari yang konon tersebar di seluruh Jepang. Dewa yang dipuja di sini dikenal luas sebagai pemberi berkah berupa panen berlimpah, usaha yang makmur, keselamatan keluarga, kesembuhan dari penyakit, dan terkabulnya berbagai permohonan. Didirikan pada 711. Salah satu daya tarik utamanya adalah Senbon Torii, deretan gerbang torii berwarna merah vermilion yang membentuk terowongan di belakang bangunan utama kuil.
Saat datang ke Fushimi Inari Taisha di Kyoto, hal yang paling saya nantikan adalah melihat langsung Senbon Torii yang terkenal. Begitu memasuki kuil, terlihat deretan panjang gerbang torii merah terang yang membentang hingga ke gunung. Jumlahnya benar-benar menakjubkan, dan berjalan langsung di antaranya terasa jauh lebih mengesankan daripada yang terlihat di foto.
Saat berjalan mendaki gunung mengikuti deretan torii, hampir seluruh sisi jalan dipenuhi gerbang torii berwarna merah jingga. Sinar matahari menembus celah-celahnya, menciptakan kesan misterius sekaligus khidmat. Di sepanjang jalan juga terlihat banyak ema dan omamori berbentuk rubah. Karena rubah dianggap sebagai utusan dewa Inari, seluruh kuil ini dipenuhi ciri khas budaya Jepang yang unik.
Tempat ini bukan sekadar lokasi untuk berfoto. Setelah memasuki Senbon Torii, suasana tenang kuil tradisional Kyoto juga dapat terasa. Meskipun semakin tinggi mendaki semakin membutuhkan stamina, pemandangan di sepanjang jalan terus berubah sehingga perjalanan ini terasa sangat sepadan.
Menurut saya, Fushimi Inari Taisha adalah salah satu destinasi yang paling mewakili Kyoto, terutama Senbon Torii yang benar-benar sangat berkesan. Saat pertama kali datang ke Kyoto, tempat ini wajib dijelajahi sendiri agar benar-benar bisa merasakan betapa mengagumkannya deretan gerbang torii yang membentang masuk ke dalam hutan pegunungan.






