Pemandangan Ngarai Takachiho sangat indah. Di kedua sisinya terdapat tebing-tebing tinggi, sementara air sungai berwarna hijau kebiruan mengalir di antara ngarai dan dihiasi tumbuhan hijau yang rimbun. Seluruh pemandangannya dipenuhi nuansa alam. Terlihat juga orang-orang mendayung perahu kecil menyusuri ngarai. Pemandangannya sangat puitis~ seolah-olah masuk ke dalam lukisan lanskap!
Ngarai Takachiho | Ulasan oleh MR.東
Ulasan Lain oleh MR.東
-
Nebuta Museum WA-RASSE
WA-RASSE adalah museum modern berwarna merah menyala yang tampak mencolok, hanya beberapa langkah dari Stasiun Aomori. Museum ini dibuka pada 2011 untuk melestarikan dan meneruskan tradisi Festival Aomori Nebuta yang digelar setiap 2-7 Agustus. Daya tarik utamanya adalah pameran nebuta yang pernah diarak dalam festival tersebut.
Saat datang ke Museum Nebuta Aomori, saya langsung terpukau oleh lentera nebuta yang sangat besar dan berwarna-warni di depan mata! Setiap karya tampak sangat megah. Ekspresi tokoh, pakaian, dan detailnya dibuat dengan sangat halus, benar-benar spektakuler jika dilihat dari dekat. Dipadukan dengan musik festival yang meriah, rasanya seolah-olah sebentar lagi akan ikut turun ke jalan dan berparade bersama semua orang!
Selain mengagumi lentera-lentera besar, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah dan teknik pembuatan Festival Nebuta, bahkan mencoba menabuh drum dan mengikuti aktivitas interaktif festival sehingga terasa lebih terlibat. Walaupun tidak berkunjung saat festival berlangsung, pesona budaya tradisional Aomori tetap dapat dirasakan. Ini benar-benar objek wisata yang layak dikunjungi!
-
-
Kuil Buddha Chuson-ji
Didirikan pada tahun 850, kuil Buddha ini memiliki lebih dari 3.000 benda yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional atau Properti Budaya Penting. Kuil ini juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia. Di baliknya tersimpan harapan mendalam untuk menenteramkan arwah semua orang yang gugur dalam peperangan berkepanjangan di Wilayah Tohoku, tanpa membedakan kawan maupun lawan, serta mewujudkan masyarakat yang damai.
Kuil Shinto Hakusan di Chuson-ji dipenuhi suasana budaya tradisional Jepang yang kental. Saat berjalan di antara kuil Buddha dan kuil Shinto, sepanjang jalan dikelilingi pepohonan. Bangunan tua dan pemandangan alam saling melengkapi sehingga tanpa sadar langkah menjadi lebih lambat untuk menikmati pemandangan sekitar dengan tenang.
Tempat ini sangat khidmat dan damai. Kedalaman sejarah serta budaya Jepang dapat dirasakan, menjadikannya tempat yang cocok untuk berjalan-jalan dan menikmati suasana tradisional. -
-
Kuil Buddha Senso-ji
Salah satu tempat wisata ikonis di Asakusa yang dikunjungi lebih dari 30 juta orang setiap tahun untuk beribadah. Kuil Buddha ternama di Tokyo ini menggelar berbagai acara tahunan, seperti hatsumode dan Setsubun. Gerbang Kaminarimon, simbol Asakusa, dihiasi lentera merah besar yang menggantung di tengah, dengan patung dewa angin dan dewa petir di kedua sisinya.
Senso-ji adalah tempat yang sangat kental dengan nuansa budaya. Mulai dari lentera merah besar di Kaminarimon di bagian depan, suasana tradisional Jepang yang kuat sudah terasa. Setelah melewati Nakamise-dori dan berjalan menuju kuil, toko-toko kecil di sepanjang jalan juga memiliki ciri khas masing-masing. Pengunjung di lokasi sangat banyak dan suasananya cukup meriah!
-














