Onsen tertua di Jepang, dengan bangunan utama onsen yang juga memiliki nilai sejarah paling penting. Meskipun antreannya panjang dan sangat ramai, kesenangan berendam di onsen tetap wajib dicoba.
Dogo Onsen Honkan | Ulasan oleh Hung Jung
Ulasan Lain oleh Hung Jung
-
Kuil Buddha Zenkoji
Kuil Buddha besar dengan sejarah sekitar 1.400 tahun sejak didirikan. Di kompleksnya yang seluas sekitar 59.000 m², terdapat Daikanjin, Daihongan, serta berbagai penginapan kuil. Karena sudah berdiri sebelum agama Buddha di Jepang terbagi menjadi berbagai aliran, kuil ini terbuka untuk beribadah tanpa memandang aliran. Sejak dahulu, kuil ini menjadi tempat pengabdian umat dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari penguasa pada masanya seperti Minamoto no Yoritomo dan Tokugawa Ieyasu hingga rakyat biasa.
Ada banyak toko yang bisa dikunjungi di sepanjang Omotesando.
-
Mishima Skywalk
Dibuka pada 2015, jembatan gantung khusus pejalan kaki sepanjang 400 m ini merupakan yang terpanjang di Jepang. Jembatan ini membentang di kaki barat pegunungan Hakone, pada ketinggian sekitar 415 m di atas permukaan laut, dengan jarak 70 m ke dasar lembah. Dari atas jembatan, Anda dapat memandang Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang, dan Teluk Suruga, teluk terdalam di Jepang. Tempat ini populer karena memungkinkan pengunjung menikmati tiga hal yang menyandang predikat paling unggul di Jepang sekaligus. Saat cuaca cerah, pandangan menjangkau pegunungan di Semenanjung Izu hingga kawasan perkotaan Mishima dan Numazu, menyuguhkan panorama yang menakjubkan.
Gunung Fuji terlihat utuh dengan sangat jelas, beruntung sekali!
-
Kochi Castle
Kochi Castle didirikan oleh Yamauchi Kazutoyo, penguasa feodal pertama Domain Tosa. Pembangunannya dimulai pada 1601 dan selesai dalam 10 tahun, tetapi kastel ini terbakar pada 1727. Kastel yang berdiri sekarang dibangun kembali pada 1753. Kochi Castle merupakan salah satu dari 12 kastel di Jepang yang menara utamanya masih bertahan sejak zaman Edo. Hanya di kastel ini menara utama dan Istana Honmaru (Kaitokukan) sama-sama masih bertahan. Sebanyak 15 bangunannya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Setelah mengunjungi begitu banyak kastel di Jepang, semuanya terlihat kurang lebih sama. Jika tidak terlalu memahami sejarah Jepang, fungsinya hanya tersisa sebagai tempat berfoto.
