
Nikmati Panorama Alam yang Megah! 19 Destinasi Wisata Pilihan di Kumamoto
Berwisata ke Kumamoto belum lengkap tanpa menikmati panorama spektakuler jajaran pegunungan Aso.
Namun, pesona Kumamoto tidak berhenti di situ.
Mulai dari Kurokawa Onsen yang terkenal di seluruh Jepang, Kastel Kumamoto yang termasuk salah satu dari tiga kastel ternama Jepang, hingga Desa Sakitsu dengan lanskap bersejarahnya, begitu banyak tempat menarik yang tak mungkin dikunjungi dalam sehari.
Artikel ini menyajikan pilihan destinasi wisata andalan yang patut Anda kunjungi.
Informasi mengenai tempat makan populer dan akomodasi juga telah dirangkum di sini.
Susunlah rencana perjalanan sesuai lama menginap dan tujuan kunjungan Anda, lalu nikmati pesona Kumamoto sepuasnya.
Seperti Apa Kumamoto?
Prefektur Kumamoto terletak hampir di tengah Pulau Kyushu.
Kumamoto dijuluki “Negeri Api” karena memiliki Gunung Aso, salah satu gunung berapi aktif terkemuka di dunia.
Di Kumamoto, Anda dapat merasakan pengalaman langka melihat salah satu kaldera terbesar di dunia dan aktivitas gunung berapi dari dekat.
Di sisi lain, daerah ini juga disebut “Negeri Air” karena memiliki sumber mata air yang melimpah dengan air yang lezat.
Konon, daerah dengan air yang enak juga memiliki masakan yang lezat. Kuliner Kumamoto seperti basashi atau irisan daging kuda mentah, ramen Kumamoto, dan taipi-en memang istimewa.
Selain panorama gunung berapi yang megah dan kuliner lezat, Anda juga dapat menikmati lanskap bernilai sejarah di Desa Sakitsu, Amakusa, yang seluruh desanya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

Kapan Musim yang Direkomendasikan untuk Berwisata ke Kumamoto?
Musim panas merupakan waktu yang direkomendasikan untuk mengunjungi Kumamoto.
Selain menikmati alam yang megah seperti Gunung Aso, Anda juga dapat menyaksikan festival unik, antara lain Hinokuni Matsuri, Kofun Matsuri, dan Yamaga Toro Matsuri.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Kumamoto
- Musim semi (Maret–Mei): jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Kumamoto?
Penerbangan dari Bandara Haneda ke Bandara Aso Kumamoto memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit.
Dari Osaka, perjalanan juga singkat, yakni sekitar 1 jam 20 menit dari Bandara Itami.
Bandara Aso Kumamoto juga melayani penerbangan internasional, sehingga mudah diakses dari Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Kumamoto
Di Kota Kumamoto, tempat banyak destinasi wisata berkumpul, tersedia trem yang juga dikenal sebagai shiden atau trem kota. Jaringan transportasi yang membentang dari timur ke barat ini banyak digunakan wisatawan.
Dengan trem dan layanan shiden, Anda dapat berpindah dengan mudah ke tempat-tempat utama di Kota Kumamoto.
Menikmati suasana kota perlahan dari dalam shiden menawarkan pemandangan yang berbeda dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.
Manfaatkan tiket satu hari untuk perjalanan tanpa batas seharga 700 yen, atau 500 yen untuk tiket seluler.
Untuk bepergian ke luar Kota Kumamoto, bus wisata yang berkeliling ke berbagai destinasi wisata merupakan pilihan yang direkomendasikan.
Rasakan Beragam Pesona Kumamoto! 19 Destinasi Wisata Pilihan
Kumamoto memiliki begitu banyak tempat menarik, mulai dari pusat kota tempat Kastel Kumamoto berada, kawasan Gunung Aso yang luas, hingga Desa Sakitsu dengan lanskap bersejarah yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Berikut pilihan destinasi wisata yang patut Anda kunjungi saat berada di Kumamoto.

1. Kastel Kumamoto
Kastel Kumamoto adalah kastel ternama yang dibangun oleh Kato Kiyomasa pada tahun 1607. Dibangun dengan teknologi tercanggih pada masanya dan pengerahan tenaga yang besar, kastel ini kemudian menjadi panggung penting berbagai peristiwa dalam sejarah Jepang.
Kastel ini mengalami kerusakan parah akibat Gempa Kumamoto tahun 2016, tetapi pemulihan menara utamanya selesai pada April 2021. Dengan penerapan teknologi peredam guncangan terbaru, menara ini diposisikan sebagai “simbol kebangkitan”.
Nikmatilah panorama dari lantai teratas menara utama yang kini telah dibangun kembali dengan lebih kuat.

2. Daikanbo
Gunung Aso merupakan sebutan untuk sekelompok gunung berapi, termasuk lima puncak Aso, yang berkembang di dalam kaldera, yaitu cekungan yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah setelah empat letusan besar sekitar 270.000–290.000 tahun lalu.
Di dalam kaldera ini terdapat jalur kereta api dan sekitar 50.000 penduduk yang tinggal di tiga wilayah administratif, yaitu Kota Aso, Kota Takamori, dan Desa Minamiaso. Kawasan ini merupakan salah satu wilayah gunung berapi terbesar di dunia.
Daikanbo terletak di sisi utara pegunungan yang mengelilingi kaldera dan menawarkan pemandangan cekungan raksasa tersebut. Dari ketinggian 936 m, Anda dapat melihat permukiman Aso dengan bentangan sawah dan ladangnya, lima puncak Aso, hingga Pegunungan Kuju.

3. Taman Suizenji Jojuen
Taman ini dirancang untuk dinikmati dengan berjalan mengelilinginya dan memanfaatkan mata air alami. Asal-usulnya bermula ketika Hosokawa Tadatoshi, penguasa pertama domain dari keluarga Hosokawa, membangun rumah teh di tempat keluarnya aliran air bawah tanah dari Aso ini.
Selanjutnya, penguasa ketiga, Hosokawa Tsunatoshi, melakukan penataan taman secara besar-besaran. Nama “Jojuen” diambil dari sebuah puisi karya Tao Yuanming.
Di dalam taman terdapat Kuil Shinto Izumi yang memuja keluarga Hosokawa, panggung teater Noh, serta ruang Kokin Denju no Ma yang dipindahkan dari kompleks Istana Kekaisaran Kyoto. Pepohonan sakura dan pinus, bebatuan yang tampak mengapung menghiasi kolam, serta bukit buatan yang menyerupai Gunung Fuji menghadirkan suasana zaman Edo hingga kini.

4. Mata Air Shirakawa
Mata Air Shirakawa adalah salah satu mata air di Desa Minamiaso, tempat air bawah tanah dari Kaldera Aso muncul ke permukaan. Mata air terkenal ini merupakan hulu Sungai Shirakawa, sungai kelas satu dalam klasifikasi Jepang yang mengalir melalui Kota Kumamoto, dan telah terpilih dalam daftar “100 Sumber Air Terbaik” oleh Badan Lingkungan Jepang, yang kini menjadi Kementerian Lingkungan Hidup.
Airnya memiliki tingkat kesadahan sedang dengan sedikit kandungan karbon dioksida. Dikenal karena rasanya yang lembut, air ini juga digunakan sebagai bahan baku sake lokal dan air mineral komersial. Siapa pun boleh membawa pulang airnya, dan banyak orang datang khusus untuk mengambil air.

5. Kumamon Square
Kumamon, maskot promosi Prefektur Kumamoto, menjabat sebagai kepala bagian pemasaran sekaligus kepala bagian kebahagiaan prefektur ini.
Ia berkeliling ke berbagai tempat untuk memperkenalkan pesona Kumamoto.
Total penjualan produk yang menggunakan Kumamon, termasuk aneka suvenir, disebut-sebut mendekati 1 triliun yen.
Tempat ini adalah kantor Kumamon, sang “pegawai pemerintah super”. Jika waktunya tepat, Anda dapat bertemu langsung dengannya.

6. Sakuranobaba Josaien
Kompleks wisata terbuka di kaki Kastel Kumamoto ini menghadirkan kembali suasana kota di sekitar kastel pada zaman Edo.
Di sini terdapat restoran untuk menikmati kuliner khas Kumamoto, toko yang menjual produk lokal, serta fasilitas untuk mempelajari sejarah Kumamoto dengan cara yang menyenangkan.
Di “Sakura no Komichi”, yang berjajar lebih dari 20 restoran dan toko, Anda dapat menikmati hidangan khas dari seluruh Prefektur Kumamoto, seperti basashi, daging sapi akaushi dari Aso, dan hasil laut Amakusa.
Pilihan camilan yang dapat dinikmati sambil berjalan-jalan juga beragam, antara lain ikinari dango, kroket daging kuda cincang, kroket bulu babi, dan es krim lembut Jindaiko.

7. Kurokawa Onsen
Kawasan pemandian air panas ini berada di sepanjang Sungai Tanoharu yang mengalir di pegunungan sebelah utara Aso.
Memanfaatkan lokasinya di desa pegunungan, kawasan ini mengusung konsep “Kurokawa Onsen sebagai Satu Ryokan”. Setiap ryokan, atau penginapan tradisional Jepang, dianggap sebagai kamar terpisah, sedangkan jalan-jalannya menjadi koridor penghubung. Konsep ini berhasil menciptakan suasana kawasan onsen yang selaras dengan alam.
Banyak ryokan memiliki pemandian terbuka yang unik dengan suasana alami. Tiket kayu “Nyuto Tegata”, yang dapat digunakan untuk berkeliling menikmati berbagai pemandian terbuka, menjadi pilihan populer.

8. Kawah Nakadake Aso
Nakadake, dengan ketinggian 1.506 m, terletak di bagian tengah Gunung Aso dan masih aktif hingga kini. Anda dapat melihat dari dekat kawahnya yang mengeluarkan kepulan asap vulkanik dengan kuat.
Dari tujuh kawah Nakadake yang berjajar, kawah yang saat ini aktif dan dapat dilihat adalah Kawah Pertama. Anda dapat mendekati kawah raksasa dengan keliling sekitar 4 km ini.

9. Kusasenri-ga-hama
Padang rumput luas ini membentang di kaki utara Gunung Eboshidake, salah satu dari lima puncak Aso yang membentuk bagian inti Gunung Aso.
Sejak dahulu, tempat ini telah menginspirasi banyak penyair dan penulis puisi, bahkan dibahas dalam buku pelajaran. Tak heran jika banyak orang langsung membayangkan Kusasenri-ga-hama ketika mendengar nama “Aso”.
Kusasenri-ga-hama merupakan bekas kawah berusia sekitar 30.000 tahun yang terletak pada ketinggian sekitar 1.140 m. Padang rumputnya membentang dengan diameter sekitar 1 km, dan terdapat dua kolam yang terbentuk dari air yang menggenangi bekas kawah ganda.

10. Gereja Sakitsu
Kini Desa Sakitsu merupakan desa nelayan yang tenang, tetapi dahulu desa ini melewati masa penuh gejolak sebagai permukiman “umat Kristen tersembunyi”, yaitu orang-orang yang mempertahankan iman secara diam-diam.
Di pusat desa berdiri Gereja Sakitsu, dengan menara bergaya Gotik yang menjulang menonjol di antara bangunan lainnya.
Desa Sakitsu, tempat gereja ini berada, terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2018 sebagai bagian dari “Situs Umat Kristen Tersembunyi di Wilayah Nagasaki dan Amakusa”.

11. Lembah Kikuchi
Kawasan hutan seluas sekitar 1.193 ha ini membentang di bagian barat laut pegunungan yang mengelilingi Kaldera Aso.
Berada pada ketinggian 500–800 m, kawasan ini masih menyimpan alam yang kaya dan air jernih dari pegunungan luar Aso dalam kondisi alami.
Air bawah tanah yang muncul dan mengalir melewati hutan lebat berdaun lebar ini begitu bening hingga dasar sungainya terlihat jelas.
Meskipun alirannya tenang, kawasan ini juga menjadi hulu yang membentuk beragam air terjun besar dan kecil. Ada banyak tempat menarik, termasuk Air Terjun Kakemaku yang menyerupai tirai panggung, Air Terjun Reimei yang mengingatkan pada fajar, serta kolam dalam Ryugafuchi yang misterius dan menyimpan legenda.

12. Kuil Shinto Aso
Kuil ini memuja 12 dewa dalam satu keluarga, dengan Takeiwatatsu-no-Mikoto, dewa yang membuka wilayah Aso, sebagai dewa utama. Kuil ini menjadi pusat bagi sekitar 500 kuil cabang di seluruh Jepang.
Sejarahnya disebut telah berlangsung lebih dari 2.000 tahun. Kepercayaan di kuil ini berpadu dengan pemujaan gunung berapi yang menjadikan kawah Gunung Aso sebagai objek suci. Sebagai ichinomiya, kuil utama di Provinsi Higo, kuil ini memiliki kedudukan tertinggi.
Bangunan suci dan gerbangnya kini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Gerbang bertingkatnya, yang memiliki dua lapis atap, merupakan yang terbesar di Kyushu dan disebut sebagai salah satu dari “Tiga Gerbang Bertingkat Terbesar di Jepang”.

13. Lima Jembatan Amakusa (Pearl Line)
“Lima Jembatan Amakusa” dibuka pada tahun 1966, atau tahun ke-41 era Showa, dan membentuk jalur sepanjang 12 km.
Lima jembatan ini memungkinkan perjalanan dengan mobil antara daratan utama Kyushu dan Kepulauan Amakusa. Kelimanya terdiri atas Jembatan Tenmon yang menghubungkan Misumi di daratan utama dengan Pulau Oyano, Jembatan Oyano antara Pulau Oyano dan Pulau Nagaura, Jembatan Nakano antara Pulau Nagaura dan Pulau Oike, Jembatan Maeshima antara Pulau Oike dan Pulau Maeshima, serta Jembatan Matsushima antara Pulau Maeshima dan Pulau Amakusa Kamishima.
Jalur ini juga dikenal dengan julukan “Amakusa Pearl Line”, sesuai dengan industri budi daya mutiara yang berkembang di daerah tersebut.

14. Air Terjun Nabegataki
Air terjun dengan tinggi sekitar 10 m dan lebar sekitar 20 m ini memikat wisatawan melalui gemuruh air yang seolah menyelimuti pengunjung serta bentuknya yang indah seperti tirai transparan.
Konon, air terjun ini terbentuk akibat letusan besar sekitar 90.000 tahun lalu. Kesempatan melihatnya dari dekat di tepi sungai menjadi daya tarik tersendiri.
Selain keindahannya yang anggun dan misterius, suasana menenangkan yang dikaitkan dengan ion negatif di sekitarnya seolah menyegarkan batin dan mengajak Anda menarik napas dalam-dalam.

15. Menyusuri Sungai Kuma dengan Perahu
Aktivitas tradisional ini memiliki sejarah lebih dari 100 tahun dan konon pernah dinikmati oleh tokoh-tokoh besar pada masa lalu.
Anda dapat menyusuri Sungai Kuma, sungai kelas satu dalam klasifikasi Jepang yang mengalir di bagian selatan Prefektur Kumamoto, dengan perahu kayu sambil menikmati penjelasan ringan dan menghibur dari juru perahu.
Tersedia beberapa pilihan paket. Salah satu yang direkomendasikan adalah “Seiryu Course”, perjalanan sekitar 40 menit menyusuri bagian sungai yang relatif tenang.
Rasakan sejuknya angin sungai dan biarkan diri mengikuti arus yang nyaman sambil menikmati panorama setiap musim, mendengarkan kicau burung, serta meresapi kekayaan alam di sekeliling Anda.

16. Jembatan Tsujun
Jembatan saluran air berbentuk lengkung dari batu ini dibangun pada tahun 1854 untuk mengatasi kekurangan air di sawah bertingkat.
Dengan saluran air sepanjang sekitar 119 m, tinggi sekitar 21,3 m, dan panjang jembatan sekitar 78 m, jembatan ini merupakan salah satu jembatan saluran air terbesar di Jepang. Pada tahun 1960, jembatan ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional. Pada tahun 2023, jembatan ini menjadi struktur teknik sipil pertama di Jepang yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.

17. Yamaga Onsen
Yamaga Onsen disebut sebagai salah satu kawasan pemandian air panas tertua di Kumamoto.
Menurut cerita turun-temurun, Uno Chikaharu, yang kalah dalam Pemberontakan Hogen, menemukan mata air panas ini setelah melihat seekor rusa terluka berendam untuk menyembuhkan lukanya.
Di Yamaga Onsen tersebar 23 tempat pemandian untuk pengunjung harian dan fasilitas penginapan. Airnya disebut tidak mudah membuat tubuh merasa tidak nyaman setelah berendam, serta diyakini bermanfaat untuk nyeri saraf, nyeri otot, dan nyeri sendi.

18. Milk Road
Kaldera Aso begitu luas, dengan pegunungan di tepinya yang memiliki keliling sekitar 128 km. Di sepanjang punggungan barat lautnya membentang jalan berpemandangan indah sepanjang 45 km, yang terdiri atas Jalan Prefektur 339 Kita-Gairinzan Ozu dan Jalan Prefektur 45 Aso Koen Kikuchi, atau yang lebih dikenal sebagai “Milk Road”.
Julukan Milk Road berasal dari fungsinya dahulu sebagai jalan pertanian untuk mengangkut susu dari peternakan di sepanjang jalur tersebut.
Sesuai dengan gambaran dari namanya, di sepanjang jalan terhampar padang rumput hijau menyerupai lahan penggembalaan yang mengikuti punggungan pegunungan di tepi kaldera.

19. Kamitori, Kawasan Pertokoan di Pusat Kota Kumamoto
Kawasan pertokoan ini memiliki panjang 600 m dan lebar 11 m. Bagian tengah jalur pejalan kakinya dilapisi kayu ipe yang nyaman dipijak. Di sekitarnya tersebar berbagai fasilitas budaya dan pendidikan, seperti Kastel Kumamoto, Museum Seni Prefektur Kumamoto, Pusat Kerajinan Tradisional Prefektur Kumamoto, dan Museum Seni Kontemporer Kumamoto. Lokasi ini menjadikannya tempat singgah yang populer di kalangan wisatawan saat menjelajahi Kumamoto.
Arkade serba putih dengan langit-langit tinggi ini disebut terinspirasi dari Musée d’Orsay di Paris. Di sepanjangnya berjajar beragam toko dalam kategori jasa, kuliner, mode, budaya, kecantikan, dan aneka barang sehari-hari.

5 Hal yang Patut Dilakukan di Kumamoto
Berikut lima pengalaman andalan yang patut dimasukkan dalam perjalanan wisata ke Kumamoto.
Dengan menikmatinya, Anda dapat merasakan beragam pesona Kumamoto secara efisien.
1. Naik ke Menara Utama Kastel Kumamoto dan Nikmati Panorama Kota di Bawahnya
Jika berkunjung ke Kumamoto, Kastel Kumamoto adalah salah satu tempat pertama yang patut Anda datangi.
Kastel ini merupakan salah satu kastel ternama yang dibangun pada zaman Sengoku (1467–1615), dan kini juga dikenal sebagai simbol kebangkitan setelah gempa.
Dari menara utamanya, Anda dapat melihat pusat Kota Kumamoto dan kawasan kota yang berkembang di sekitar kastel.
Perpaduan bangunan kastel dan lanskap kota menghadirkan pemandangan mengesankan, menjadikannya salah satu pengalaman yang identik dengan wisata Kumamoto.
Di dalam kompleks kastel juga masih terdapat 13 bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.
Kesempatan melihat dari dekat menara pengawas dan tembok yang bernilai sejarah tinggi juga menjadi daya tarik utamanya.

2. Berkendara di Aso untuk Merasakan Kemegahan Alam dan Kekuatan Gunung Berapi
Kawasan Aso yang membentang di bagian selatan Kumamoto merupakan tempat istimewa untuk merasakan kemegahan bentang alam vulkanik.
“Gunung Aso” yang menjadi pusat kawasan ini merupakan sebutan untuk rangkaian pegunungan luas, mencakup lima puncak yang dikenal sebagai “Lima Puncak Aso”, pegunungan di tepi kaldera, dan dataran di dalamnya.
Di dalam cekungan raksasa yang disebut kaldera ini terbentang padang rumput dan lahan penggembalaan yang luas.
Salah satu cara terbaik untuk merasakan pesona Aso adalah dengan berkendara.
Ada banyak rute dengan panorama indah. Di antaranya, “Milk Road” yang mengikuti punggungan pegunungan di tepi kaldera sangat populer.
Padang rumput dan langit membentang memenuhi pandangan, sementara dari titik-titik yang tinggi Anda dapat melihat keseluruhan kaldera.
Rute ini memungkinkan Anda merasakan betapa luasnya bentang alam yang terbentuk oleh aktivitas gunung berapi. Di Aso, perjalanan itu sendiri menjadi bagian dari wisata.
Saat melintasi panorama yang terbuka luas, Anda akan merasakan kemegahan alam Kumamoto sepenuhnya.

3. Mengamati Lumba-Lumba di Amakusa
Amakusa, yang berada di bagian barat daya Kumamoto, merupakan kawasan kaya alam yang terdiri atas lebih dari 120 pulau besar dan kecil.
Selain panorama perpaduan laut yang indah dan garis pantai berlekuk-lekuk, kawasan ini dikenal karena jejak kuat masuknya budaya Nanban, yaitu budaya Barat yang dibawa orang Eropa, serta sejarah umat Kristen tersembunyi.
Gereja dan situs bersejarah tersebar di berbagai tempat, memungkinkan Anda merasakan latar budaya yang khas.
Saat mengunjungi Amakusa, cobalah juga wisata mengamati lumba-lumba.
Perairan sekitar Amakusa merupakan habitat lumba-lumba liar dan dikenal memiliki peluang tinggi untuk bertemu kawanan lumba-lumba.
Dengan naik kapal wisata ke laut, Anda dapat melihat dari dekat lumba-lumba yang melompat di permukaan air atau berenang tepat di samping kapal.
Melihat lumba-lumba berenang bebas di laut lepas merupakan pengalaman mengesankan, dengan banyak kesempatan untuk mengabadikannya dalam foto.

4. Berjalan-jalan di Desa Sakitsu dan Mengenal Sejarah Umat Kristen Tersembunyi
Desa Sakitsu di Amakusa adalah desa nelayan tenang yang terdaftar sebagai salah satu komponen situs Warisan Budaya Dunia.
Garis pantainya berlekuk-lekuk dan suasana permukiman lamanya masih terjaga, dengan kehidupan yang berjalan tenteram.
Desa ini dikenal sebagai tempat yang meneruskan kisah umat Kristen tersembunyi, yang mempertahankan iman ketika agama Kristen dilarang di Jepang.
Lanskap perpaduan Gereja Sakitsu di pusat desa nelayan dan permukiman di sekitarnya juga ditetapkan sebagai Lanskap Budaya Penting Nasional.
Dengan berjalan menyusuri desa, Anda dapat merasakan langsung suasana tanah yang telah menumbuhkan sejarah unik ini.
Nikmatilah berjalan-jalan santai di Desa Sakitsu sambil merenungkan sejarahnya.

5. Menikmati Pusat Keramaian Kumamoto dengan Berjalan-jalan di Shimotori & Kamitori pada Malam Hari
Untuk menikmati malam di Kumamoto, cobalah berjalan menyusuri jalan utama Shimotori dan Kamitori di dekat Kastel Kumamoto.
Keduanya dikenal sebagai kawasan hiburan dan perbelanjaan terbesar di Kumamoto, dengan banyak tempat makan dan toko.
Shimotori merupakan area yang dipenuhi izakaya atau kedai minum khas Jepang, bar, serta kedai ramen.
Saat malam tiba, jumlah pengunjung meningkat pesat dan suasananya menjadi semarak. Di sinilah Anda dapat merasakan kehidupan Kumamoto masa kini.
Sementara itu, Kamitori memiliki daya tarik berupa suasana yang lebih tenang, dengan deretan toko legendaris, kafe, dan butik pilihan.
Wajahnya berbeda dari Shimotori, dan cukup dengan berjalan kaki Anda dapat merasakan karakter masing-masing kawasan. Berjalan-jalan setelah makan malam juga memberi kesempatan melihat sekilas cara warga setempat menghabiskan malam.
Kawasan tempat kuliner, budaya, dan masyarakat bertemu ini cocok menjadi penutup perjalanan wisata Anda di Kumamoto.

Nikmati Kelezatan Kuliner Kumamoto! 5 Tempat Makan Populer
Kumamoto juga dikenal sebagai daerah dengan banyak kuliner lezat, seperti hidangan daging kuda dan ramen Kumamoto.
Selain berwisata, luangkan waktu untuk menikmati kuliner khasnya.
Berikut tempat makan populer di Kumamoto yang menyajikan hidangan lokal istimewa.
1. Umazakura Cabang Kumamoto Shimotori
Di antara beragam kuliner khas Kumamoto, hidangan daging kuda termasuk yang paling populer. “Umazakura”, yang berada di pusat keramaian Kota Kumamoto, digemari karena pilihan menunya yang beragam, termasuk basashi.
Basashi andalannya menggunakan daging kuda pilihan asal Jepang dengan kesegaran prima.
Menu yang direkomendasikan adalah “Tokusei Basashi Mori”, sepiring pilihan enam bagian daging dengan rasa dan tekstur berbeda. Pilihannya mencakup daging merah yang umum disajikan, futaego atau bagian rusuk berlapis lemak, serta tategami atau lemak di bagian tengkuk.

2. Kumamoto Ramen Kokutei Cabang Utama
Restoran ini didirikan di Nihongi, Kota Kumamoto, pada tahun 1957, atau tahun ke-32 era Showa.
Sambil mempertahankan tradisi ramen Kumamoto yang memadukan kuah tulang babi putih keruh dan kental dengan minyak bawang putih sangrai yang harum, restoran ini terus berinovasi untuk menghadirkan cita rasa khas yang tidak ditemukan di tempat lain.
Kuah andalannya dibuat dengan merebus tulang kepala babi yang rendah lemak dalam jumlah besar. Hasilnya adalah kuah bercita rasa dalam dan kaya, tetapi tetap ringan setelah disantap.

3. Imakin Shokudo
Rumah makan sederhana ini berada di kawasan Uchinomaki Onsen, Kota Aso, Prefektur Kumamoto.
Selama lebih dari 100 tahun sejak didirikan, tempat ini telah menjadi favorit warga setempat dan wisatawan. Bahkan pada hari kerja pun, pengunjung rela mengantre.
Hidangan andalannya adalah “Akaushi-don”, semangkuk nasi dengan daging paha sapi akaushi dari Aso, saus manis gurih, dan telur onsen yang dimasak perlahan hingga lembut.
Daging paha yang dimasak rare ini empuk, dengan rasa gurih yang semakin terasa saat dikunyah.
Pilihan lainnya mencakup paket nasi dengan patty daging sapi akaushi, paket steik akaushi yang dibatasi hanya 10 porsi per hari, serta champon atau mi berkuah dengan aneka lauk.

4. Korantei Cabang Utama Shimotori
“Korantei Cabang Utama Shimotori” adalah restoran Tionghoa legendaris yang didirikan pada tahun 1934 di Shimotori, salah satu kawasan pertokoan utama di pusat Kota Kumamoto.
Restoran populer ini terus dicintai warga setempat maupun wisatawan. Hidangan yang terutama patut dicoba adalah taipi-en, makanan khas Kumamoto.
Kuah putih keruh berbahan dasar tulang ayam dan tulang babi dipadukan dengan soun yang terbuat dari 100% kacang hijau serta aneka hasil laut dan sayuran yang melimpah.
Sederhana tetapi kaya rasa, hidangan ini meninggalkan kesan yang sulit dilupakan setelah sekali mencicipinya.

5. Suganoya Cabang Ginza-dori, Spesialis Hidangan Daging Kuda Khas Kumamoto
Restoran spesialis hidangan daging kuda ini menggunakan daging dari kuda yang dipelihara dengan saksama di peternakan milik sendiri seluas sekitar 900.000 tsubo, atau sekitar 2,97 juta m², di tengah alam Aso, Kumamoto. Kuda-kuda tersebut dirawat dengan rumput bergizi, air jernih berkualitas, dan pupuk buatan sendiri yang dipilih dengan cermat, sehingga menghasilkan daging empuk dengan rasa gurih yang kaya.
Kuda hanya melahirkan satu anak dalam setahun, sehingga dagingnya dianggap berharga. Dengan semangat bersyukur dan memanfaatkan seluruh bagiannya, restoran ini menyajikan hampir semua bagian daging, termasuk potongan langka.

Ingin Berbelanja? Kunjungi 5 Tempat Belanja Populer di Kumamoto Ini!
Berikut lima tempat pilihan yang patut dikunjungi jika Anda ingin berbelanja di Kumamoto.
Pilihannya beragam, mulai dari pusat perbelanjaan yang menghimpun produk khas Kumamoto, kompleks besar dengan barang-barang terkini, hingga michi-no-eki, yaitu tempat singgah di tepi jalan, yang juga menawarkan panorama indah.
Singgahlah di sela perjalanan untuk menikmati pengalaman berbelanja khas Kumamoto.
1. Higo Yokamon Ichiba
“Higo Yokamon Ichiba” dibuka pada tahun 2018.
Pusat perbelanjaan ini menampung sekitar 60 toko dan tempat makan menarik di area seluas 7.500 m² di bawah jalur layang Stasiun JR Kumamoto.
Konsepnya adalah “pasar yang menghimpun berbagai produk rekomendasi dan makanan lezat dari Kumamoto”.
Selain toko khusus yang menjual kue terkenal, karashi renkon atau akar teratai isi moster Jepang, sake lokal, dan shochu khas Kumamoto, di dekat pintu masuk juga terdapat toko oleh-oleh serba ada dengan beragam produk Kumamon. Tempat ini praktis untuk mencari oleh-oleh Kumamoto.

2. Sakuramachi Kumamoto
“Sakuramachi Kumamoto” dibuka pada tahun 2019. Kompleks besar ini mencakup sekitar 150 toko mode, kosmetik, restoran, dan lainnya, serta gedung acara besar “Kumamoto Castle Hall”, kompleks bioskop sembilan layar “TOHO Cinemas”, hotel “KOKO HOTEL Premier Kumamoto”, perkantoran, dan apartemen milik.

3. Toserba Tsuruya
Didirikan pada tahun 1952, toserba ini berada tidak jauh dari Kastel Kumamoto dan dekat dengan halte trem Torichosuji serta Suidocho. Dengan konsep “toserba lokal yang menawarkan gaya hidup berkualitas”, Tsuruya mengutamakan pilihan produk yang disesuaikan secara cermat dengan kebutuhan masyarakat setempat serta pelayanan yang hangat.
Luas area penjualannya termasuk salah satu yang terbesar di Jepang, dengan empat gedung yang terdiri atas Gedung Utama Tsuruya, Gedung Timur, Gedung New-S, dan Gedung WING. Toserba ini juga menawarkan beragam kategori produk, seperti mode, kosmetik, perlengkapan rumah tangga, dan makanan.

4. Amu Plaza Kumamoto
Kompleks besar yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Kumamoto ini menempati bangunan sembilan lantai di atas permukaan tanah dan tampil sebagai tengara yang pantas menyambut pengunjung di gerbang Kumamoto.
Dengan area pertokoan sekitar 49.200 m², lantai-lantainya yang luas menampung lebih dari 180 toko dan restoran.
Kategorinya beragam, mulai dari mode dan kuliner hingga aneka barang serta hiburan. Supermarket, bioskop, dan hotel juga tercantum dalam peta lantainya.

5. Michi-no-Eki Aso
Kawasan Aso, dengan alam megah seperti Gunung Aso, populer sebagai rute berkendara mobil maupun touring sepeda motor.
Dari “Michi-no-Eki Aso” yang berada di sepanjang Jalan Nasional 57, Anda dapat melihat lima puncak Aso tepat di hadapan.
Tempat ini juga bersebelahan dengan Stasiun JR Aso, sehingga mudah diakses dengan mobil maupun kereta api.
Di sini dijual berbagai produk khas setempat, mulai dari sayuran dan buah segar hingga produk susu serta makanan olahan.
Pilihan bekal bento dan kudapan manis buatan tangan juga berlimpah.

5 Rekomendasi Akomodasi di Kumamoto untuk Pengalaman Menginap Berkelas
Dari banyaknya akomodasi di Kumamoto, berikut pilihan hotel dan ryokan yang menawarkan pengalaman menginap berkualitas.
Walaupun jenisnya berbeda-beda, semuanya memiliki ruang yang mewah atau panorama menawan, serta pengalaman khas yang hanya dapat dinikmati di masing-masing tempat.
Jika Anda menginginkan pengalaman menginap yang lebih istimewa, pertimbangkan akomodasi berikut.
1. Takefue
Ryokan dengan pemandian air panas ini dikelilingi hutan bambu di Minamioguni, Aso. Di lahan luas sekitar 5.000 tsubo, atau sekitar 16.500 m², hanya terdapat 12 unit kamar yang berdiri terpisah.
Semua kamar memiliki pemandian terbuka dengan air panas yang terus mengalir langsung dari sumber milik sendiri. Beberapa kamar bahkan memiliki beberapa bak, termasuk pemandian dalam ruangan dan pemandian batu.
Luas kamar, bentuk bak, dan desainnya berbeda-beda, sehingga pengalaman menginap sangat bergantung pada kamar yang dipilih.
Di dalam kompleks juga tersedia tiga pemandian terbuka yang dapat digunakan secara privat serta fasilitas spa “SPA Zen”.

2. Kurokawaso
Berada sekitar 1 km dari pusat kawasan Kurokawa Onsen, penginapan ini memungkinkan Anda menjauh dari keramaian dan menikmati masa menginap yang tenang.
Kompleksnya terdiri atas bangunan utama dan unit-unit terpisah. Kamar-kamarnya bergaya tradisional Jepang dengan sentuhan modern di beberapa bagian, menciptakan suasana yang apik. Cahaya lampu yang lembut menambah ketenteraman.
Unit terpisahnya berupa rumah mandiri dengan irori, yaitu perapian tradisional di lantai, serta pemandian terbuka, menyerupai tempat persembunyian yang menyatu dengan alam. Daya tarik khas penginapan ini adalah pemandian terbuka tempat Anda dapat berendam sambil menatap formasi batu unik Byobuiwa.

3. Daishizen Aso Kenko no Mori
Fasilitas menginap untuk meningkatkan kesehatan milik Aso Farm Land ini berada di dalam Taman Nasional Aso-Kuju.
Di dalam kompleksnya tersebar sekitar 300–400 bangunan berbentuk kubah yang menjadi bagian dari hotel “Aso Farm Village”, dengan seluruh kamar berdiri terpisah.
Anda dapat memilih kamar di tiga zona, yaitu Royal, Village, dan Dream. Tersedia kamar dengan taman pribadi maupun desain karakter, termasuk kamar bergambar Kumamon.
Resor di tengah alam ini menawarkan beragam fasilitas untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran selama menginap, antara lain Aso Kenko Kazan Onsen, pemandian batu panas, pemeriksaan kesehatan, wahana ketangkasan fisik, serta prasmanan sehat di restoran kebun.

4. Hotel Nikko Kumamoto
“Hotel Nikko Kumamoto” berada sekitar 20 menit dengan trem dari Stasiun JR Kumamoto.
Lokasinya strategis, bersebelahan dengan kawasan perbelanjaan dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Kastel Kumamoto, salah satu destinasi wisata utama Kumamoto.
Kamar di sisi timur menawarkan panorama alam Aso yang megah, sedangkan kamar di sisi barat menghadap Kastel Kumamoto dan pemandangan kota. Keindahan panorama ini menjadi salah satu daya tarik hotel.
Di dalam hotel terdapat lima restoran yang menyajikan hidangan autentik dalam beragam jenis dan gaya, seperti masakan Jepang, Kanton, Prancis, dan prasmanan.
Anda juga dapat bersantai di lounge sambil menikmati afternoon tea atau koktail.

5. TAYUTA
Hotel resor ini berdiri di Pulau Hiai, Kota Kamiamakusa, Prefektur Kumamoto, yang seluruh wilayahnya ditetapkan sebagai taman nasional.
Di dalam kompleksnya tersebar 12 vila suite, semuanya memiliki balkon pribadi dengan pemandian air panas alami yang mengalir langsung dari sumbernya.
Seluruh kamar menghadap laut, sehingga Anda dapat bersantai sambil menikmati hamparan laut dan langit.
Tersedia empat tipe vila, termasuk beberapa suite yang dilengkapi kolam renang pribadi atau sauna.
Kompleks ini juga memiliki restoran, bar, kolam renang luar ruangan, sauna, dan bak berendam air panas. Anda pun dapat menikmati masakan berbahan lokal.

Pilihan yang Tak Mengecewakan! 5 Oleh-Oleh Andalan Kumamoto
Dengan beragam masakan tradisional dan ramen khas daerah, Kumamoto juga merupakan tempat yang menyenangkan untuk berwisata kuliner.
Untuk oleh-oleh, tentu menarik jika Anda dapat membawa pulang cita rasa khas Kumamoto.
Berikut pilihan oleh-oleh andalan Kumamoto dari sekian banyak produk yang tersedia.
1. “Homare no Jindaiko” dari Okashi no Kobai
Kue terkenal ini merupakan produk andalan “Okashi no Kobai”, produsen kue Jepang dan Barat yang terutama beroperasi di Kumamoto.
Ciri khasnya adalah pasta kacang azuki dengan rasa manis yang ringan, dipadatkan dengan agar-agar, lalu diisi gyuhi, adonan tepung ketan yang lembut, pada bagian tengahnya.
Pastanya menggunakan kacang azuki Dainagon dari Hokkaido yang dimasak dengan saksama menggunakan air bawah tanah dari Aso, Kumamoto.
Bahan bakunya hanya tujuh, yaitu gula, kacang azuki Dainagon, sirop pati, tepung ketan, maltosa, agar-agar, dan garam.
Dengan teknik pengemasan kedap menyerupai pengalengan menggunakan wadah kertas, kelembapannya tetap terjaga tanpa bahan tambahan.
Setiap kue dikemas satuan, dengan pilihan kotak berisi 4 hingga 32 buah, dan dapat dibawa pulang pada suhu ruang.

2. Keika Ramen (2 Porsi, Dapat Disimpan pada Suhu Ruang)
Paket ramen untuk oleh-oleh ini memungkinkan Anda menikmati di rumah cita rasa “Keika Ramen”, yang dikenal sebagai salah satu kedai ramen Kumamoto legendaris.
Di dalamnya terdapat 300 g mi, kuah, dan bumbu untuk dua porsi.
Ciri khasnya adalah mi lurus bertekstur kenyal padat yang dipadukan dengan kuah putih keruh dari tulang babi dan tulang ayam yang direbus perlahan.
Minyak bawang putih hitam atau kuromayu yang harum ditambahkan pada tahap akhir untuk memperkuat cita rasa khas ramen Kumamoto.
Penyajiannya cukup menggunakan satu panci, dan produk ini dapat disimpan pada suhu ruang. Masa simpan terbaiknya adalah 90 hari sejak tanggal produksi.

3. Ikinari Dango dari Hayashi
Ikinari dango, kue tradisional Kumamoto, dapat dibeli di toko kue Jepang yang berada di jalan menuju Taman Suizenji, Kota Kumamoto.
Kue ini dibuat dengan membungkus irisan ubi jalar dan pasta kacang merah bertekstur dalam adonan campuran tepung terigu dan tepung dango, lalu mengukusnya.
Cita rasanya sederhana, dengan perpaduan ubi jalar yang empuk dan pulen serta manis lembut pasta kacang merah.
Di toko, kue dikukus satu per satu untuk dijual.

- Alamat
- 7-2 Suizenji Koen, Chuo-ku, Kota Kumamoto, Prefektur Kumamoto 862-0956
- Jam Buka
- 8:00–16:00
4. “Karashi Renkon” dari Mori Karashi Renkon
“Mori Karashi Renkon” adalah toko spesialis akar teratai legendaris yang mewarisi cita rasa dari zaman Edo.
Produk andalannya, karashi renkon atau akar teratai isi moster Jepang, memiliki aroma dan rasa pedas khas moster yang menyengat hingga ke hidung.
Akar teratainya renyah dengan sedikit rasa manis, menciptakan cita rasa yang membuat Anda ingin terus menyantapnya.
Tersedia pilihan isi sesuai kebutuhan, antara lain satu buah sekitar 300 g, satu buah sekitar 550 g, dan paket dua buah.
Selain karashi renkon satuan, ada pula keripik rasa karashi renkon serta paket bersama basashi dari daging kuda merah. Pilihannya cocok untuk hadiah maupun buah tangan.

5. “Fugamaki” dari Fuga
“Fugamaki” adalah produk andalan “Fuga”, toko spesialis nori yang berbasis di Prefektur Kumamoto dan menawarkan berbagai camilan rumput laut.
Camilan berbentuk stik ini dibuat dengan membungkus kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang tanah, dan kacang mete yang dibumbui kecap asin atau garam, menggunakan nori dari Laut Ariake.
Aroma laut yang gurih berpadu dengan tekstur kacang yang padat renyah, menghasilkan camilan yang ringan saat disantap.
Selain kemasan satuan dengan satu pilihan rasa, tersedia juga paket campuran berisi beberapa rasa.

Rekomendasi Festival dan Acara di Kumamoto Berdasarkan Musim
Dari banyaknya festival dan acara di Kumamoto, berikut pilihan acara yang mewakili masing-masing musim.
Jika waktunya bertepatan dengan kunjungan Anda, sempatkanlah untuk datang.
【Musim Semi】Festival Musim Semi Kastel Kumamoto
Acara ini diadakan pada musim semi di Kastel Kumamoto dan kawasan sekitarnya.
Biasanya berlangsung pada akhir pekan dan hari libur nasional dari awal hingga akhir Maret, dengan pertunjukan tradisional seperti demonstrasi seni bela diri klasik, pertunjukan drum taiko, serta takigi Noh, yaitu teater Noh dengan penerangan api unggun.
Selain itu, ada pertunjukan panggung oleh kelompok berkostum panglima samurai dari berbagai wilayah Jepang serta acara musik seperti “Hinokuni YOSAKOI Matsuri”.
Selama periode acara, “Kumamoto-jo: Shoku no Utage” atau pesta kuliner Kastel Kumamoto juga diadakan di Lapangan Ninomaru, dengan deretan mobil makanan dan stan kuliner.

【Musim Panas】Yamaga Toro Matsuri
Festival ini merupakan salah satu tradisi musim panas terkemuka di Kyushu, diselenggarakan di Kota Yamaga, bagian utara Prefektur Kumamoto, yang dahulu berkembang sebagai kota persinggahan.
Biasanya berlangsung selama dua hari, pada 15 dan 16 Agustus. Lentera tradisional “Yamaga Toro” yang dibuat dari kertas washi dan lem menghiasi seluruh kota.
Pada malam hari, para perempuan mengenakan yukata dan menari dengan lentera emas di atas kepala mengikuti alunan lagu “Yoheho-bushi” dalam pertunjukan “Toro Odori”.
Puncak festival adalah “Sennin Toro Odori”, ketika sekitar 1.000 perempuan menari membentuk lingkaran.
Selama festival juga diadakan pertunjukan kembang api musim panas yang menyemarakkan malam di kawasan Yamaga Onsen.

【Musim Gugur】Festival Tahunan Musim Gugur Kuil Fujisaki Hachimangu
Festival dengan sejarah lebih dari 1.000 tahun ini biasanya diadakan pada pertengahan September di Kuil Shinto Fujisaki Hachimangu, Chuo-ku, Kota Kumamoto.
Selama lima hari, berbagai ritual dan upacara tradisional dilaksanakan siang dan malam, termasuk “Daiichinichisai”, “Daininichisai”, dan “Kenpeisai”.
Inti festival adalah “Goshinko”, prosesi ketika dewa yang ditempatkan dalam mikoshi atau kuil portabel diarak keluar ke kota.
Prosesi Goshinko diikuti oleh “zuibyo”, pasukan pengiring yang berjalan sambil melindungi dewa, sehingga arak-arakan ini juga disebut “Prosesi Zuibyo”.
Dalam prosesi tersebut, peserta yang mengenakan busana upacara berjalan di depan mikoshi dan panji-panji, lalu berarak melewati halaman kuil serta jalan-jalan di sekitarnya.
Berbagai acara lain juga diselenggarakan, seperti prosesi anak-anak berkostum upacara dan pertunjukan seni tradisional.

【Musim Dingin】Yamaga Toro Roman: Hyakka Hyakusai
Festival musim dingin di kawasan Yamaga Onsen ini menghiasi jalanan kota tua dengan cahaya.
Biasanya diadakan setiap Jumat dan Sabtu pada bulan Februari. Payung tradisional Jepang yang disinari lampu serta instalasi lentera bambu berjajar di sepanjang Buzen Kaido dan sekitar Teater Yachiyoza, lalu dinyalakan dari sore hingga malam.
Daya tarik utamanya adalah panorama jalanan bersejarah yang diterangi beragam cahaya dengan suasana bak dunia fantasi.
Selama acara, pertunjukan khusus bertajuk “Yamaga Fuzei Monogatari” diadakan di Teater Yachiyoza, memadukan pertunjukan drum Yamaga Taiko dan tarian Yamaga Toro Odori.
Selain itu, di berbagai sudut kawasan onsen juga ada stan makanan, pertunjukan musik langsung, lokakarya, dan pasar malam, sehingga tersedia banyak cara untuk menikmatinya.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata ke Kumamoto
Berikut lima hal yang perlu diketahui sebelum berangkat agar Anda dapat menikmati Kumamoto sepenuhnya.
Luangkan waktu untuk membacanya sebelum perjalanan agar kunjungan yang telah direncanakan tidak berakhir kurang memuaskan.
1. Sebagian Tembok Batu dan Fasilitas Kastel Kumamoto Masih Dipulihkan Akibat Gempa
Kastel Kumamoto mengalami kerusakan besar akibat Gempa Kumamoto pada April 2016.
Pekerjaan pemulihan masih berlangsung, dan akses ke sebagian tembok batu serta bangunannya dibatasi.
Area yang dapat dikunjungi terus diperluas secara bertahap, tetapi perlu diingat bahwa beberapa area mungkin belum dapat dimasuki, tergantung waktu kunjungan Anda.
Sebelum berwisata, periksa perkembangan pemulihan terbaru di situs resmi Kastel Kumamoto.
Di sisi lain, kesempatan melihat proses pemulihan dan bekas kerusakan merupakan pengalaman yang hanya dapat dirasakan pada masa ini.
Menyaksikan kastel yang bangkit kembali setelah gempa juga menjadi salah satu makna mengunjungi Kastel Kumamoto saat ini.

2. Cuaca di Aso Mudah Berubah dan Akses Gunung Dapat Dibatasi
Kawasan Aso berada di dataran tinggi dengan cuaca yang mudah berubah. Meski awalnya cerah, kabut, hujan, atau angin kencang dapat datang tiba-tiba.
Siapkan pakaian yang sesuai untuk kawasan pegunungan, termasuk pakaian luar serta perlengkapan pelindung angin dan hujan.
Anda juga perlu berhati-hati karena jarak pandang yang buruk dapat memengaruhi kondisi berkendara.
Selain itu, akses ke Kawah Nakadake di Gunung Aso dapat dibatasi sesuai kondisi aktivitas vulkanik.
Saat pembatasan diberlakukan, area di dekat kawah tidak dapat dimasuki. Karena itu, periksalah informasi terbaru di situs resmi pada pagi hari sebelum berangkat.
Agar lebih tenang jika akses ditutup, siapkan rencana alternatif, seperti mengunjungi Kusasenri atau berkendara di sepanjang pegunungan tepi kaldera.

3. Aso dan Minamiaso Bisa Terasa Dingin Meski pada Musim Panas
Kawasan Aso dan Minamiaso berada di dataran tinggi, dengan suhu sekitar 3–4°C lebih rendah dibandingkan dataran rendah seperti pusat Kota Kumamoto.
Pada malam dan pagi hari, suhu dapat turun hingga sekitar 20°C.
Angin kencang juga cukup sering bertiup, sehingga udara bisa terasa dingin tergantung waktu dan kondisi cuaca.
Karena cuaca dapat berubah mendadak, siapkan jaket tipis atau pakaian luar meskipun berkunjung pada musim panas.
Mengenakan pakaian yang mudah disesuaikan dengan suhu merupakan kunci agar wisata di Aso tetap nyaman.

4. Amakusa Bukan Destinasi untuk Sekadar Disinggahi
Amakusa tidak cukup dekat dari Kota Kumamoto untuk dikunjungi sekilas. Perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar 2–3 jam sekali jalan.
Menyeberangi pulau-pulau yang dihubungkan jembatan memang menjadi bagian dari daya tariknya, tetapi waktu perjalanan bisa lebih lama daripada yang dibayangkan.
Selain itu, jika Anda hendak menyeberang dari Amakusa ke pulau-pulau lepas pantai, layanan feri dapat dibatalkan akibat cuaca.
Memasukkan Amakusa sebagai kunjungan sambilan setelah berwisata di Kota Kumamoto kurang realistis. Jika ingin berkunjung, rencanakanlah untuk menginap satu malam.
Dengan jadwal yang lebih longgar, Anda dapat menikmati keindahan gugusan pulau, sejarah unik, dan kuliner Amakusa dengan lebih leluasa.

5. Nikmati Kurokawa Onsen sebagai Satu Kawasan Utuh
Kurokawa Onsen bukanlah kawasan pemandian air panas yang cukup dinikmati hanya dari satu penginapan.
Kawasan ini memiliki konsep unik yang memandang seluruh kota onsen sebagai satu ryokan. Tanpa rencana untuk berkeliling, Anda belum dapat merasakan pesonanya sepenuhnya.
Karena itu, cobalah berkeliling pemandian menggunakan “Nyuto Tegata”.
Anda membeli tiket mandi berbentuk keping bundar dari kayu cedar Oguni, lalu memilih tiga pemandian di antara ryokan yang berpartisipasi.
Waktu penggunaannya terbatas, sehingga sebaiknya Anda memeriksa tata cara dan jam berendam terlebih dahulu.
Di Kurokawa Onsen, rancang perjalanan bukan hanya berdasarkan penginapan yang dipilih, tetapi juga cara Anda menjelajahi seluruh kawasannya.

Pertanyaan Umum Seputar Wisata Kumamoto
Q
Apa saja makanan khas Kumamoto?
Basashi atau irisan daging kuda mentah, karashi renkon atau akar teratai isi moster Jepang, serta ikinari dango merupakan pilihan klasik. Selain itu, ada beragam kuliner lokal lainnya, termasuk ramen Kumamoto.
Q
Kapan waktu terbaik untuk melihat sakura di Kumamoto?
Dari akhir Maret hingga awal April.
Q
Kapan waktu terbaik untuk melihat dedaunan musim gugur di Kumamoto?
Dari awal hingga pertengahan November.
Penutup
Gunung Aso, simbol Kumamoto, menghadirkan panorama alam yang megah.
Kumamoto memiliki banyak tempat menarik, termasuk Kastel Kumamoto yang menuturkan sejarah dan Desa Sakitsu yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Selain itu, tersedia beragam kawasan onsen dengan karakter khas serta kuliner yang memanfaatkan kekayaan hasil setempat.
Memilih kombinasi destinasi sesuai lama menginap juga menjadi bagian dari kesenangan merencanakan perjalanan ke Kumamoto.
Gunakan tempat dan pengalaman yang diperkenalkan dalam artikel ini sebagai referensi untuk menyusun rencana wisata Anda sendiri.
Nikmatilah alam, sejarah, dan kuliner khas Kumamoto sepenuhnya.
Penulis