
Pesona Kota dengan Perpaduan Budaya Jepang dan Mancanegara! 17 Pilihan Tempat Wisata di Nagasaki
Daya tarik utama Nagasaki, yang berkembang sebagai pelabuhan perdagangan internasional, adalah suasana kotanya yang kental dengan nuansa mancanegara.
Hanya di Nagasaki Anda dapat merasakan suasana khas hasil perpaduan budaya Jepang dan budaya dari luar negeri ini.
Tentu saja, pesona Nagasaki tidak berhenti di situ.
Banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah, sehingga kota ini juga populer di kalangan pencinta sejarah.
Dari sekian banyak daya tarik Nagasaki, berikut pilihan tempat wisata, kuliner, penginapan, dan lainnya yang tidak boleh dilewatkan.
Seperti Apa Nagasaki?
Prefektur Nagasaki terletak di wilayah Kyushu, Jepang.
Bersama Kobe dan Yokohama, Nagasaki merupakan salah satu pelabuhan perdagangan internasional yang dahulu aktif menjalin hubungan dengan luar negeri.
Karena itu, pusat Kota Nagasaki sangat dipengaruhi budaya Eropa dan Tiongkok. Hingga kini, deretan bangunan bergaya Barat dan kuil Buddha bergaya Tionghoa masih mempertahankan suasana kota yang bernuansa mancanegara.
Di berbagai sudut kota terdapat tempat terkenal dan situs bersejarah, menjadikannya destinasi yang patut dikunjungi para pencinta sejarah.
Salah satu yang paling populer di kalangan wisatawan Jepang maupun mancanegara adalah Gunkanjima, yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia dan terkenal dengan pemandangan reruntuhannya yang indah.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Nagasaki?
Musim gugur adalah waktu terbaik untuk berwisata ke Nagasaki.
Dedaunan musim gugur yang mewarnai lanskap megah Gunung Unzen, sebuah kompleks yang terdiri atas sekitar 10 gunung berapi, menyuguhkan pemandangan yang memukau.
Banyak acara dan perayaan tradisional juga berlangsung pada musim gugur, menghadirkan pesona Nagasaki yang hanya dapat dinikmati pada musim ini.
Pilihan Pakaian di Nagasaki untuk Setiap Musim
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket
Bagaimana Cara Menuju Nagasaki?
Nagasaki memiliki bandara sendiri, yang dapat dicapai dari Bandara Haneda atau Narita di Tokyo dalam waktu dua setengah jam.
Dari bandara di wilayah Kansai dan Chubu, perjalanan juga hanya memakan waktu sekitar dua jam, sehingga Nagasaki mudah dijangkau.
Tersedia pula penerbangan langsung dari kota-kota di luar Jepang, antara lain di Taiwan, Tiongkok, dan Korea Selatan, sehingga akses dari luar negeri pun sangat praktis.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Nagasaki
Untuk berkeliling Nagasaki, manfaatkan trem yang melintasi kawasan sekitar tempat wisata populer. Trem ini akrab disebut “chin-chin densha”.
Dengan tiket terusan satu hari seharga 500 yen yang dijual di pusat informasi wisata, loket tiket Midori no Madoguchi JR Kyushu, dan tempat lainnya, Anda dapat mengunjungi berbagai tempat wisata dengan lebih hemat.
Pesona Kota Bersejarah dengan Nuansa Mancanegara! 17 Pilihan Tempat Wisata di Nagasaki
Nagasaki memikat wisatawan dengan situs Warisan Budaya Dunia dan suasana kotanya yang kental dengan nuansa mancanegara.
Ada begitu banyak tempat indah yang membuat Anda ingin segera mengabadikannya.
Selain itu, tersedia fasilitas rekreasi untuk bermain seharian dan bangunan yang menyimpan kisah sejarah.
Berikut pilihan tempat wisata dari beragam daya tarik Nagasaki tersebut.
1. Glover Garden
Museum terbuka ini melestarikan kawasan permukiman para pedagang yang datang menyeberangi lautan menuju Nagasaki lebih dari 160 tahun lalu.
Terletak di kawasan perbukitan yang menghadap Pelabuhan Nagasaki, taman ini memiliki berbagai tempat menarik yang tersebar di dalamnya.
Daya tarik utamanya adalah sembilan bangunan bersejarah. Di antaranya, Bekas Kediaman Glover, tempat tinggal Thomas Blake Glover yang berkontribusi pada modernisasi Jepang, merupakan bangunan berharga yang terdaftar sebagai Warisan Dunia.

2. Gunkanjima
Hashima, yang dikenal dengan sebutan “Gunkanjima” atau “Pulau Kapal Perang”, adalah pulau tak berpenghuni yang terletak sekitar 18 km dari Pelabuhan Nagasaki.
Pulau ini dijuluki Gunkanjima karena tanggul beton yang mengelilinginya serta deretan gedung apartemen bertingkat membuat bentuknya menyerupai kapal perang Tosa.
Selain menjadi lokasi pembangunan hunian beton bertulang pertama di Jepang, pulau ini dahulu dilengkapi rumah sakit, sekolah, pertokoan, serta fasilitas hiburan seperti bioskop, sehingga kebutuhan hidup penduduknya terpenuhi.
Namun, seiring beralihnya sumber energi utama negara dari batu bara ke minyak bumi, Tambang Batu Bara Hashima ditutup pada Januari 1974.
Pada April tahun yang sama, seluruh penduduk telah meninggalkan pulau ini, menjadikannya pulau tak berpenghuni.

3. Huis Ten Bosch
Taman hiburan terluas di Jepang ini memiliki pemandangan kota yang indah layaknya di Eropa, dengan kanal yang terhubung ke laut. Kawasan taman dihiasi bunga-bunga sesuai musim dan gemerlap iluminasi, serta dilengkapi beragam wahana terkini. Berbagai acara juga digelar, menghadirkan banyak keseruan dan pengalaman yang berkesan.

4. Pecinan Shinchi Nagasaki
Pada zaman Edo, perdagangan antara Nagasaki dan Tiongkok juga berlangsung pesat. Lahan yang direklamasi untuk membangun gudang penyimpanan barang dari kapal-kapal Tiongkok disebut Shinchi Kurasho.
Pecinan Shinchi merupakan salah satu dari tiga pecinan utama di Jepang, bersama pecinan di Kobe dan Yokohama.
Meski kawasannya kecil dan ringkas, sekitar 40 toko dan restoran berjajar di sepanjang dua ruas jalan yang saling bersilangan, dengan total panjang sekitar 250 m dari timur ke barat dan utara ke selatan. Tempat-tempat ini menawarkan masakan, kue, serta aneka barang khas Tiongkok.

5. Gereja Oura
Nama resmi gereja ini adalah Gereja Dua Puluh Enam Martir Kudus Jepang. Gereja ini didedikasikan bagi 26 orang kudus yang menjadi martir pada tahun pertama era Bunroku (1597), dan dibangun menghadap Nishizaka, tempat mereka wafat sebagai martir.
Pada Maret tahun kedua era Genji (1865), ketika agama Kristen masih dilarang, umat Kristen tersembunyi dari Urakami mendatangi Gereja Oura dan menyatakan iman mereka kepada Pastor Petitjean. Peristiwa ini dikenal sebagai “Penemuan Umat Beriman”.
Terungkapnya keberadaan umat yang diam-diam mempertahankan iman selama sekitar 250 tahun ini merupakan peristiwa mengharukan yang disebut sebagai mukjizat dalam sejarah Kekristenan dunia.

6. Museum Bom Atom Nagasaki
Museum berbentuk kubah ini berdiri di bukit kecil tidak jauh dari hiposentrum ledakan bom atom. Museum menyimpan dan memamerkan sebanyak 1.500 dokumen serta benda peninggalan. Pamerannya disusun dengan alur cerita yang mudah dipahami, mengajak pengunjung mempelajari kehancuran akibat bom atom dan sejarah senjata nuklir sekaligus menyampaikan harapan akan perdamaian.

7. Kujukushima Pearl Sea Resort
Kujukushima adalah kawasan perairan yang terdiri atas pesisir ria dengan garis pantai berlekuk-lekuk serta 208 pulau.
Nama Kujukushima secara harfiah berarti “99 pulau”, tetapi angka 99 di sini digunakan sebagai kiasan untuk jumlah yang tak terhitung banyaknya.
Kujukushima Pearl Sea Resort terletak di pintu masuk kawasan ini. Kompleks rekreasi ini menawarkan wisata kapal, aktivitas rekreasi laut, akuarium, kebun binatang, dan berbagai hiburan lainnya.

8. Taman Perdamaian
Taman Perdamaian membentang di atas bukit kecil di Matsuyama-machi, Kota Nagasaki.
Pada 9 Agustus tahun ke-20 era Showa, pukul 11.02, bom atom dijatuhkan dari udara di atas kawasan ini. Taman ini dibangun pada tahun ke-26 era Showa (1951) untuk mengenang ancaman bom atom, mendoakan ketenteraman arwah para korban, dan menyampaikan harapan akan perdamaian abadi di seluruh dunia.

9. Dejima
Selama sekitar 200 tahun pada masa Jepang menerapkan kebijakan menutup diri, Dejima menjadi satu-satunya tempat yang diizinkan berdagang dengan Eropa Barat. Pulau berbentuk kipas ini dibangun melalui reklamasi laut pada tahun ke-13 era Kan'ei (1636). Bukan hanya beragam barang dagangan, budaya kuliner, ilmu pengetahuan Barat, serta permainan seperti biliar dan bulu tangkis juga menyebar ke berbagai penjuru Jepang melalui tempat ini.

10. Jembatan Meganebashi
Lebih dari 10 jembatan batu yang menawan membentang di atas Sungai Nakashima yang mengalir melalui pusat Kota Nagasaki. Meganebashi merupakan salah satunya sekaligus yang tertua di Jepang.
Jembatan batu sepanjang 22 m dan selebar 3,65 m ini konon dibangun pada tahun ke-11 era Kan'ei (1634) oleh Mokusu Nyojo, biksu Zen yang menjadi kepala kedua Kuil Kofukuji. Jembatan ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

11. Nagasaki Bio Park
Taman satwa ini menerapkan konsep peragaan ekologi dengan lingkungan yang dibuat menyerupai habitat alami satwa, sehingga pengunjung dapat mengamati mereka hidup dengan bebas dan leluasa.
Alih-alih sekadar melihat dari luar kandang seperti di kebun binatang pada umumnya, pengunjung dapat memasuki lingkungan tempat satwa hidup, berbagi sebagian ruang keseharian mereka, dan belajar tentang hidup berdampingan antara manusia dan satwa.
Jenis satwa yang dapat diajak berinteraksi pun beragam, mulai dari favorit pengunjung seperti lemur, meerkat, dan kapibara hingga satwa besar seperti tapir.

12. Unzen Jigoku
Unzen Jigoku, yang berarti “Neraka Unzen”, merupakan daya tarik utama kawasan pemandian air panas Unzen Onsen.
Kepulan uap putih dari sumber air panas yang membubung pekat bersama aroma belerang menciptakan pemandangan yang benar-benar menyerupai gambaran neraka.
Dengan menyusuri jalur pejalan kaki yang dapat dikelilingi dalam waktu sekitar 30 menit, Anda bisa melihat lebih dari 30 titik aktivitas panas bumi yang disebut “jigoku”.

13. Kastel Shimabara
Kastel Shimabara memiliki menara utama berwarna putih yang berdiri di bukit bernama Moritake di Kota Shimabara.
Matsukura Bungo-no-kami Shigemasa membangunnya selama sekitar tujuh tahun, dimulai pada tahun keempat era Genna (1618).
Kastel ini meniru gaya pembangunan kastel zaman Azuchi-Momoyama. Di kompleks utama atau honmaru berdiri menara utama lima tingkat setinggi 33 m, sementara kompleks kedua dan ketiga, ninomaru dan sannomaru, terletak di sisi utara. Menara-menara pengawas berukuran besar dan kecil ditempatkan di titik-titik strategis.
Kastel dikelilingi parit, dengan dinding batu yang menjulang tegak sambil membentuk lengkungan lembut. Bahkan setelah 400 tahun sejak pembangunannya, dinding batu tersebut masih mempertahankan bentuk aslinya.

14. Katedral Urakami
Pada tahun keenam era Meiji (1873), larangan yang telah lama menindas umat Kristen dicabut. Umat di Urakami kemudian merencanakan pembangunan gereja, tetapi pada awalnya dana yang dibutuhkan belum terkumpul.
Pembangunan gereja dimulai pada tahun ke-28 era Meiji (1895) berdasarkan rancangan Pastor Fraineau. Tiga puluh tahun kemudian, pada tahun ke-14 era Taisho (1925), rampunglah sebuah katedral bergaya Romanesque dari batu dan bata yang disebut sebagai yang termegah di Asia untuk jenisnya.

15. Dek Observasi Gunung Inasa
Dek observasi ini berdiri di puncak Gunung Inasa, yang terletak di pusat Kota Nagasaki pada ketinggian 333 m. Dilengkapi kafe dan restoran, dek ini menawarkan pemandangan bukan hanya kawasan sekitar Teluk Nagasaki, tetapi juga Unzen, Amakusa, dan Kepulauan Goto di kejauhan.
Selain pada siang hari, keindahan pemandangan malamnya juga layak disaksikan. Panorama yang dijuluki “pemandangan malam senilai 10 juta dolar” ini kembali diakui sebagai salah satu dari “Tiga Pemandangan Malam Terbaik Dunia yang Baru”, bersama Monako dan Shanghai, dalam acara Night View Summit in Nagasaki pada 2021. Dipadukan dengan tata cahaya di lantai dek observasi, pemandangan tersebut menciptakan suasana romantis.

16. Akuarium Penguin Nagasaki
Terletak sekitar 20 menit berkendara dari pusat Kota Nagasaki dan menghadap Teluk Tachibana, Akuarium Penguin Nagasaki, sesuai namanya, merupakan akuarium yang berfokus pada penguin.
Dari 18 spesies penguin yang hidup di bumi, akuarium ini memelihara sembilan spesies dengan jumlah sekitar 180 ekor.
Daya tariknya terletak pada ragam penyajian habitat penguin. Di antaranya adalah Kolam Penguin Subantarktika, salah satu kolam terbesar di Jepang dengan kedalaman 4 m, tempat penguin berenang lincah, serta Zona Penguin Iklim Sedang, tempat pengunjung dapat mengamati kehidupan penguin dari berbagai sudut.

17. Akuarium Kujukushima Umi Kirara
Akuarium ini berada di dalam Kujukushima Pearl Sea Resort, tempat menikmati kekayaan alam Kujukushima, kawasan perairan indah yang terdiri atas pesisir ria berlekuk-lekuk serta 208 pulau.
Daya tarik utama pamerannya adalah Akuarium Besar Teluk Kujukushima. Akuarium luar ruangan yang jarang dijumpai di Jepang ini merekonstruksi beragam lingkungan Teluk Kujukushima, mulai dari pesisir berbatu, dasar berpasir, hingga area bebatuan dan karang batu.

3 Pilihan Tempat Makan Populer di Nagasaki
Sebagai kota yang berkembang melalui pelabuhan perdagangan internasional, Nagasaki memiliki banyak hidangan yang berakar dari luar negeri.
Berikut beberapa tempat makan populer di Nagasaki, mulai dari restoran yang menyajikan masakan Barat di bangunan bergaya retro-modern hingga tempat menikmati kuliner khas Nagasaki yang dipengaruhi budaya makan dari luar negeri.
1. Lemoned Raymond Cabang Kamikyo
Restoran ini mengkhususkan diri pada lemon steak, kuliner khas yang berasal dari Sasebo.
Lemon steak adalah irisan tipis daging sapi yang dipanggang di atas pelat besi dan dinikmati dengan saus ala Jepang bercita rasa lemon.
Hidangan ini konon lahir dari adaptasi steak dengan gaya Jepang, setelah steak menjadi populer berkat pengaruh Angkatan Laut Amerika Serikat yang dahulu ditempatkan di Sasebo.

2. Aoi Rihatsukan Kobo Momo
Kafe ini beroperasi di salah satu sudut kawasan pertokoan bernuansa retro di dekat Kastel Shimabara.
Bangunannya merupakan rumah kayu bergaya Barat yang dibangun pada 1923 dan terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud, sehingga memiliki nilai penting.
Saat direnovasi pada 2000, bentuk aslinya dipertahankan semaksimal mungkin demi melestarikan bangunan tersebut.
Lampu dan benda hias dari masa lalu juga tetap digunakan, menghadirkan suasana nostalgia di berbagai sudut.
Kafe ini menyajikan beragam makanan dari bahan-bahan yang memperhatikan kesehatan tubuh dan pikiran serta lingkungan, termasuk sayuran organik dan makanan fermentasi.
Salah satu pilihannya adalah “Bicho Lunch”, menu makan siang bercita rasa lembut yang berganti setiap minggu dan ditujukan untuk membantu menjaga kondisi usus.

3. Kafe Jiyutei
Kafe ini berada di dalam Glover Garden, tempat wisata dengan deretan bangunan bergaya Barat yang memanfaatkan bekas kawasan permukiman warga asing di Nagasaki.
Bangunan ini dahulu merupakan restoran masakan Barat bernama Jiyutei yang dibuka oleh koki Jepang, Kusano Jokichi, pada zaman Meiji. Kini, menu-menu yang diperkenalkan ke restoran tersebut pada zaman Meiji dihadirkan kembali dengan sentuhan modern.
Anda dapat menikmatinya dalam suasana retro.

3 Tempat Belanja Andalan di Nagasaki
Nagasaki memiliki beragam tempat belanja, mulai dari toko yang cocok untuk memilih oleh-oleh hingga pusat perbelanjaan dengan pilihan barang yang lengkap.
Berikut pilihan tempat belanja yang sangat populer di antaranya.
1. AMU Plaza Nagasaki
Pusat perbelanjaan yang bersebelahan dengan Stasiun JR Nagasaki ini menghimpun beragam tempat usaha, mulai dari toko busana dan aneka barang hingga kompleks bioskop dan restoran.
Pada Maret 2022, Nagasaki Kaido Kamome Market yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Nagasaki juga dibuka. Jika seluruh gedungnya digabungkan, terdapat sekitar 200 gerai, sehingga Anda bisa menghabiskan waktu seharian dengan santai sambil berbelanja dan menikmati makanan.

2. Fukusaya Toko Utama Nagasaki
Kue castella diperkenalkan bersama kue-kue Barat lainnya ke Nagasaki pada pertengahan abad ke-16, saat kota ini ramai oleh perdagangan Nanban dengan bangsa-bangsa Barat.
Selain disukai karena kelezatan dan teksturnya yang lembut, kue ini juga dihargai karena nilai gizinya yang tinggi. Namanya pun cepat menyebar ke seluruh Jepang, antara lain melalui para pemuda yang datang dari berbagai daerah ke Nagasaki untuk mempelajari ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan Belanda.
Castella kemudian disesuaikan lebih lanjut dengan selera orang Jepang dan perlahan menjadi kue khas andalan Nagasaki.

3. Nagasaki Dejima Wharf
Di depan bangunan dua lantainya terbentang dek sepanjang 150 m. Dari sini, Anda dapat menikmati panorama Pelabuhan Nagasaki, termasuk kapal feri dan kapal pesiar yang keluar masuk terminal serta kapal layar rekreasi yang berlabuh di marina.
Dek pandang yang menghubungkan kedua bangunannya merupakan tempat dengan pemandangan indah, termasuk Gunung Inasa dan Jembatan Megami.
Jangan lewatkan pula pemandangan pelabuhan pada malam hari, ketika pencahayaan di pelabuhan dan kapal-kapal layar mengubah suasananya menjadi romantis.

Menginap di Mana Saat ke Nagasaki? Ini 3 Pilihannya!
Pulihkan tubuh yang lelah setelah berwisata dengan berendam di pemandian air panas yang dialirkan langsung dari sumbernya, menikmati pelayanan mewah, atau memandang laut.
Berikut tiga pilihan penginapan yang akan membuat perjalanan Anda di Nagasaki semakin berkesan.
1. Unzen Sky Hotel, Penginapan dengan Air Pemandian Pilihan yang 100% Mengalir Langsung
Ryokan atau penginapan tradisional Jepang yang telah lama berdiri ini terletak tepat di sekitar pusat kawasan Unzen Onsen, yang masih mempertahankan suasana masa lalu dengan uap air panas dan aroma belerangnya. Lokasinya memudahkan akses ke tempat-tempat khas Unzen, seperti Unzen Jigoku dan Rawa Genseinuma.
Andalannya adalah pemandian air panas belerang yang dialirkan langsung dari sumbernya, yang dipercaya berkhasiat untuk nyeri saraf, rematik, kecantikan kulit, dan diabetes.

2. Hotel Europe
Hotel ini dikelola langsung oleh Huis Ten Bosch, resor yang menghadirkan pengalaman berkesan melalui bunga dan cahaya.
Terletak di lokasi yang dikelilingi kanal tenang, hotel ini meniru desain hotel bernama sama di Belanda, mencerminkan kualitasnya yang tinggi.
Pelayanan mewah terasa di berbagai sudut, mulai dari pengalaman menuju hotel dengan kapal khusus tamu untuk check-in, konser musik langsung yang digelar 365 hari dalam setahun, hingga lobi yang dikelilingi bunga-bunga berwarna cerah.

3. Garden Terrace Nagasaki Hotel & Resort
Hotel ini memiliki tiga bangunan akomodasi, yaitu gedung utama, bangunan terpisah, dan gedung baru, yang berdiri di atas bukit menghadap Pelabuhan Nagasaki dan pusat kota.
Di hadapan Anda terbentang deretan rumah di lereng bukit serta kapal-kapal berjadwal yang berlayar meninggalkan Pelabuhan Nagasaki.
Pada malam hari, panorama berkilau bak permata mulai tersaji, menghadirkan pemandangan Nagasaki yang membuat Anda ingin terus memandanginya.
Agar setiap tamu dapat menikmati momen istimewa tersebut, semua kamar memiliki pemandangan laut.

3 Acara yang Hanya Bisa Dinikmati di Nagasaki!
Nagasaki memiliki banyak acara yang hanya dapat dinikmati di sini, mulai dari perayaan yang memadukan budaya Jepang dan mancanegara hingga upacara tradisional yang terus menjaga adat dan tradisi Jepang.
Bagaimana jika Anda menyesuaikan waktu kunjungan dengan acara-acara berikut?
1. Festival Lampion Nagasaki
Festival Lampion Nagasaki merupakan acara besar musim dingin yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 15 bulan pertama kalender lunar, biasanya sekitar akhir Januari hingga awal Februari. Perayaan ini digelar di pusat Kota Nagasaki, termasuk Pecinan Shinchi Nagasaki, salah satu dari tiga pecinan utama Jepang, arkade perbelanjaan Kanko-dori di Hamamachi, serta Taman Chuo.
Awalnya, warga Pecinan Shinchi Nagasaki mengadakan perayaan Tahun Baru Imlek yang disebut Shunsetsusai untuk menghidupkan kawasan tersebut. Sejak 1994, perayaan ini berkembang menjadi Festival Lampion Nagasaki.

2. Kejuaraan Perahu Peiron Nagasaki
Lomba perahu peiron, yang menjadi cikal bakal lomba perahu di Jepang, bermula sekitar 360 tahun lalu.
Saat itu, terjadi kecelakaan ketika sebuah kapal Tiongkok yang berlabuh di Pelabuhan Nagasaki rusak parah akibat badai. Para nelayan kemudian mengadakan lomba perahu untuk meredakan amarah dewa laut, dan dari situlah tradisi ini bermula.
Sejak itu, perlombaan menjadi acara rutin pada perayaan Tango no Sekku di bulan kelima kalender lunar. Kini, babak penyisihan dimulai di setiap distrik pada musim panas, lalu Kejuaraan Perahu Peiron Nagasaki digelar pada hari Minggu terakhir bulan Juli untuk menentukan tim juara.

3. Hirado Kunchi
Hirado Kunchi, perayaan khas musim gugur di Hirado, adalah festival tahunan musim gugur Kuil Shinto Kameoka. Kuil yang memuja arwah leluhur keluarga Matsuura, para penguasa wilayah Hirado secara turun-temurun, ini berada di dalam kawasan Kastel Hirado, di atas bukit yang menghadap Selat Hirado dan daratan utama Kyushu di seberangnya.
Festival ini berlangsung selama empat hari setiap tahun, pada 24–27 Oktober. Pada tanggal 25, berbagai kawasan menampilkan seni tradisional dalam tarian persembahan di halaman kuil, termasuk Ja Odori atau tarian naga dari Tsukiji-cho dan Shishimai atau tarian singa dari Miya-no-cho. Setelah itu, prosesi Goshinko meramaikan seluruh kota dengan arak-arakan kuil portabel mikoshi, peserta berpakaian zirah samurai, serta kepala pendeta Shinto yang menunggang kuda.

Penutup
Itulah berbagai tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan di Nagasaki, mulai dari suasana kota bernuansa mancanegara yang menjadi daya tariknya, bangunan yang memadukan budaya Jepang dan luar negeri, hingga fasilitas rekreasi untuk bermain seharian.
Saat berwisata ke Nagasaki, sempatkan menikmati tempat wisata, penginapan, serta kuliner yang telah diperkenalkan di atas.
Jika jadwal perjalanan masih memungkinkan, bagaimana jika melanjutkan perjalanan ke Prefektur Saga, yang dapat dicapai dalam satu setengah jam dengan shinkansen?
Ada banyak tempat wisata dan acara yang membuat Anda bisa melepas penat hingga lupa waktu, mulai dari Takeo Onsen dengan taman dan pemandian air panas untuk bersantai hingga Festival Lonceng Angin, tradisi khas musim panas saat 1.000 lonceng angin memperdengarkan denting yang menyejukkan di pegunungan yang hijau rimbun.
Penulis