19 Tempat Pilihan yang Wajib Dikunjungi Saat Pertama Kali ke Kyoto

19 Tempat Pilihan yang Wajib Dikunjungi Saat Pertama Kali ke Kyoto

Terakhir diperbarui :
Ditulis oleh:  GOOD LUCK TRIP

Kyoto merupakan destinasi wisata yang populer di kalangan wisatawan Jepang maupun mancanegara.
Banyak bangunan bersejarah yang berharga masih terpelihara di sini, dan 17 aset budayanya terdaftar sebagai Warisan Dunia.
Berkat peraturan yang menjaga keindahan tata kota tradisionalnya, suasana khas ibu kota kuno terasa bukan hanya di bangunan dan tempat wisatanya, tetapi juga di seluruh kota.
Dengan begitu banyak tempat wisata menarik, penginapan, dan tempat makan, Anda mungkin bingung harus memulai dari mana.
Artikel ini memperkenalkan tempat wisata utama serta rekomendasi penginapan dan tempat makan bagi Anda yang baru pertama kali mengunjungi Kyoto.

Seperti Apa Kyoto Itu?

Prefektur Kyoto terletak di wilayah Kansai, dekat bagian tengah Pulau Honshu.
Sejak ibu kota dipindahkan dari Nagaoka ke Kyoto pada tahun 794 hingga terjadinya Restorasi Meiji, Kyoto berkembang sebagai ibu kota Jepang.
Kota bersejarah ini memiliki banyak peninggalan, termasuk kuil Shinto dan kuil Buddha. Lanskap kotanya terus dilindungi sehingga suasana tenang khas ibu kota kuno tetap terasa di seluruh penjuru kota.
Di Prefektur Kyoto terdapat sekitar 300 bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting oleh pemerintah Jepang.
Tidak berlebihan jika Kyoto disebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk merasakan sejarah, budaya, dan tradisi Jepang.

Pemandangan Kota Kyoto dengan Sungai Kamo dan deretan bangunan yang sarat pesona tradisional
Pemandangan Kota Kyoto dengan Sungai Kamo dan deretan bangunan yang sarat pesona tradisional

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Kyoto?

Musim semi dan musim gugur adalah waktu yang paling direkomendasikan untuk berwisata ke Kyoto.
Perpaduan kuil Shinto dan kuil Buddha dengan bunga sakura pada musim semi atau dedaunan berwarna-warni pada musim gugur menghadirkan pemandangan indah yang sarat nuansa Jepang.
Pada musim semi, Kuil Daigoji, Kuil Heian Jingu, dan Kuil Toji menjadi tempat terkenal untuk menikmati sakura yang bermekaran di area kuil.
Pada musim gugur, pepohonan di area Kuil Otowasan Kiyomizudera dan Kuil Kodaiji berubah warna, menciptakan suasana agung dan penuh misteri untuk dinikmati sambil berjalan-jalan.

Kuil Daigoji pada musim semi, tempat menikmati sakura dan suasana khas Jepang
Kuil Daigoji pada musim semi, tempat menikmati sakura dan suasana khas Jepang
Kuil Otowasan Kiyomizudera yang diselimuti warna dedaunan musim gugur
Kuil Otowasan Kiyomizudera yang diselimuti warna dedaunan musim gugur

Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Kyoto

  • Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
  • Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
  • Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
  • Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket

Bagaimana Cara Menuju Kyoto?

Dengan Shinkansen, perjalanan dari Tokyo memakan waktu 2 jam 10 menit. Saat cuaca cerah, Anda juga bisa menikmati keindahan Gunung Fuji dari jendela kereta.
Perjalanan dari Nagoya memakan waktu 34 menit, sedangkan dari Osaka sekitar 20 menit. Karena itu, perjalanan mengelilingi Kyoto, Nagoya, dan Osaka sebagai kota-kota besar di wilayah Kansai juga direkomendasikan.

Transportasi Utama untuk Berwisata di Kyoto

Sebagai salah satu destinasi wisata utama Jepang, Kyoto memiliki jaringan transportasi umum yang lengkap, mulai dari kereta bawah tanah kota, kereta JR, kereta swasta, hingga bus.
Bus merupakan sarana utama untuk berkeliling Kota Kyoto, tempat banyak objek wisata berada. Selalu ada halte bus di sekitar tempat wisata.
Kereta bawah tanah memiliki dua jalur yang melintasi Kota Kyoto dan Kota Uji, sehingga cocok bagi Anda yang tidak ingin menghabiskan waktu dalam kemacetan.

19 Tempat Wisata Utama untuk Kunjungan Pertama ke Kyoto

Di Kyoto, bangunan yang tetap mempertahankan keindahannya meski melewati perang hebat dan perubahan zaman, serta deretan machiya atau rumah kota tradisional yang penuh pesona, berpadu dengan kekayaan alam yang berubah setiap musim. Suasana khas ibu kota kuno bisa dirasakan di berbagai sudut kota.
Berikut tempat-tempat wisata utama untuk menikmati pesona Kyoto sepenuhnya.

1. Kuil Otowasan Kiyomizudera

Didirikan pada tahun 778, kuil ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1994.
Area kuil seluas 130.000 m² yang membentang di lereng Gunung Otowa memiliki lebih dari 30 bangunan kuil dan monumen, termasuk yang berstatus Pusaka Nasional dan Properti Budaya Penting.
Pemandangan Kiyomizudera yang berbeda setiap musim juga menjadi daya tarik tersendiri: sakura pada musim semi, kehijauan pada musim panas, dedaunan berwarna-warni pada musim gugur, dan salju pada musim dingin.
Setelah mencapai ujung jalan menanjak, Anda akan disambut Gerbang Niomon berwarna merah terang. Naik lagi melalui tangga, Anda akan melihat pagoda tiga tingkat setinggi sekitar 31 m. Pagoda ini termasuk yang tertinggi di Jepang dan menjadi titik untuk menikmati panorama Kota Kyoto hingga ke kejauhan.

Kuil yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia dan patut dikunjungi saat ke Kyoto
Kuil yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia dan patut dikunjungi saat ke Kyoto
Nama dalam bahasa Jepang
音羽山 清水寺
Kode pos
605-0862
Alamat
Prefektur Kyoto, Kota Kyoto, Distrik Higashiyama, Kiyomizu 1-294
Google Maps
Telepon
075-551-1234
Hari Libur
Buka setiap hari
Jam Buka
06.00–18.00 (dapat berubah sesuai musim)
Harga
Dewasa 500 yen, siswa sekolah dasar dan SMP 200 yen
Akses
1) Sekitar 25 menit berjalan kaki dari Stasiun Kiyomizu-Gojo di Jalur Utama Keihan
2) Dari Stasiun Shichijo di Jalur Utama Keihan, naik bus kota Biro Transportasi Kota Kyoto nomor 206 tujuan Terminal Bus Kitaoji melalui Higashiyama-dori atau nomor 100 tujuan Kiyomizu-dera, Gion, dan Ginkakuji. Turun di halte Gojozaka, lalu berjalan kaki 10 menit.
Kartu Kredit
Tidak diterima
Situs Resmi
Lihat situs resmi

2. Kuil Fushimi Inari Taisha

Didirikan pada tahun 711, kuil ini merupakan pusat utama kuil Inari yang konon berjumlah sekitar 30.000 di seluruh Jepang. Dewa Inari dipuja secara luas sebagai dewa yang memberikan panen berlimpah, kelancaran usaha, keselamatan keluarga, kesembuhan dari penyakit, dan terkabulnya berbagai permohonan.
Salah satu tempat yang paling menarik perhatian adalah Senbon Torii, yang berarti “seribu gerbang torii”. Gerbang-gerbang merah terang berjajar membentuk terowongan di belakang bangunan utama kuil. Tradisi ini bermula dari persembahan gerbang oleh para peziarah sebagai ungkapan doa dan rasa syukur. Konon, jumlahnya di seluruh Gunung Inari melebihi 10.000.

Deretan gerbang merah terang Senbon Torii menghadirkan pemandangan megah dengan keindahan yang penuh misteri
Deretan gerbang merah terang Senbon Torii menghadirkan pemandangan megah dengan keindahan yang penuh misteri
Nama dalam bahasa Jepang
伏見稲荷大社
Kode pos
612-0882
Alamat
Prefektur Kyoto, Kota Kyoto, Distrik Fushimi, Fukakusa Yabunouchi-cho 68
Google Maps
Telepon
075-641-7331
Hari Libur
Area kuil dapat dikunjungi setiap hari
Jam Buka
Area kuil dapat dikunjungi kapan saja (layanan doa dan loket jimat: 08.30–16.30)
Harga
Gratis untuk memasuki area kuil
Akses
1) Hanya beberapa langkah dari Stasiun Inari di Jalur JR Nara
2) Berjalan kaki 5 menit dari Stasiun Fushimi-inari di Jalur Utama Keihan
Situs Resmi
Situs resmi

3. Kuil Kinkakuji

Kuil ini berawal dari Kitayama-dono, kediaman Ashikaga Yoshimitsu, shogun ketiga Keshogunan Muromachi.
Lonceng di menara yang terletak tak jauh dari gerbang masuk konon dibuat pada zaman Kamakura. Bunyinya bernada oshikicho, yang mendekati nada A dalam musik Barat.
Nama populer Kinkakuji berasal dari paviliun penyimpan relik Buddha berlapis emas yang berdiri di tepi kolam.
Atap kokera-buki yang dibuat dengan menumpuk lembaran kayu sawara tipis, serta emas murni yang direkatkan dengan lak pada lantai kedua dan ketiga, memperlihatkan kejayaan Ashikaga Yoshimitsu hingga kini.

Paviliun emas yang berdiri di tengah kehijauan Kitayama
Gambar: PIXTA Paviliun emas yang berdiri di tengah kehijauan Kitayama

4. Nidec Kyoto Tower

Menara ini menjulang tepat di depan Anda begitu keluar dari gerbang tiket Stasiun Kyoto.
Dibangun dengan gagasan sebuah mercusuar yang menerangi Kota Kyoto, menara setinggi 131 m ini merupakan bangunan tertinggi di kawasan perkotaan Kyoto.
Sejak dibuka pada tahun 1964, lebih dari 32 juta orang telah mengunjunginya.
Dari ruang observasi setinggi 100 m di atas permukaan tanah, Anda bisa menikmati panorama Kota Kyoto ke segala arah. Saat cuaca cerah, Anda bahkan bisa melihat Osaka melalui teleskop yang tersedia gratis.

Beragam pesona Kyoto hadir dalam satu tempat di landmark kota ini
Beragam pesona Kyoto hadir dalam satu tempat di landmark kota ini

5. Kuil Nanzenji

Asal-usul kuil ini bermula pada akhir abad ke-13, ketika Kameyama, mantan kaisar yang berhasil menangkis dua serangan Mongol dari Dinasti Yuan, memasuki kehidupan keagamaan. Ia menjadikan tempat ini kuil Zen pertama di Jepang yang didirikan atas titah kekaisaran.
Setelah Kian Soen membangun bangunan-bangunan utama kuil, kepemimpinan diteruskan oleh biksu terkemuka Yishan Yining, yang dikirim ke Jepang sebagai utusan Dinasti Yuan.
Sebagian besar bangunan yang masih ada sekarang dibangun pada zaman Edo atau sesudahnya. Hojo, bangunan kediaman kepala kuil yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional, merupakan bangunan Istana Kekaisaran Kyoto yang dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi dan dipindahkan ke sini pada zaman Edo. Tempat ini juga terkenal dengan lukisan dinding dan pintu geser karya aliran Kano yang menampilkan kemegahan seni Momoyama, pahatan yang menurut tradisi merupakan karya Hidari Jingoro, serta taman batu rancangan Kobori Enshu.

Salah satu kuil Zen utama Kyoto yang didirikan oleh mantan Kaisar Kameyama setelah memasuki kehidupan keagamaan
Gambar: iStock Salah satu kuil Zen utama Kyoto yang didirikan oleh mantan Kaisar Kameyama setelah memasuki kehidupan keagamaan

6. Kastel Nijo, Bekas Vila Kekaisaran

Kastel Nijo diselesaikan pada tahun 1603 (Keicho 8) oleh Tokugawa Ieyasu sebagai pangkalannya di Kyoto, setelah ia memenangkan Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600 (Keicho 5) dan menyatukan Jepang.
Warisan bersejarah ini telah berdiri selama lebih dari 410 tahun sebagai kastel di Rakuchu, kawasan pusat ibu kota. Pada tahun 1994, kastel ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO sebagai bagian dari “Monumen Bersejarah Kyoto Kuno”.
Bangunan pertama yang didirikan di Kastel Nijo bukanlah Istana Honmaru, melainkan Istana Ninomaru. Gerbang Karamon yang dibangun kemudian untuk menyambut kunjungan Kaisar Go-Mizunoo memiliki atap melengkung karahafu yang megah dan menjulang di atas dinding tanah berlapis plester. Bagian bawah atapnya dihiasi pahatan dan ornamen logam yang indah.

Area kastel dipenuhi peninggalan berharga dan tempat menarik, termasuk Istana Ninomaru yang berstatus Pusaka Nasional
Area kastel dipenuhi peninggalan berharga dan tempat menarik, termasuk Istana Ninomaru yang berstatus Pusaka Nasional

7. Kuil Kifune

Terletak di sepanjang Sungai Kibune, di kaki Gunung Kibune, Distrik Sakyo, Kota Kyoto, kuil ini memuja Takaokami-no-Kami, dewa yang mengatur air. Kifune merupakan pusat utama sekitar 2.000 kuil dewa air di seluruh Jepang.
Tahun pendiriannya tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat catatan pembangunan ulang bangunan kuil pada tahun 677, atau Hakuho 6, pada masa pemerintahan Kaisar Tenmu. Dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun, kuil ini disebut sebagai salah satu kuil tertua di Jepang.
Area kuil terbagi menjadi tiga lokasi terpisah, yaitu Hongu, Okumiya, dan Yui-no-Yashiro. Dari dinding batu di depan bangunan Hongu, air gunung yang jernih terus memancar dan dihormati sebagai air suci.

Salah satu kuil tertua Jepang dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun, sekaligus pusat sekitar 2.000 kuil dewa air di seluruh negeri
Salah satu kuil tertua Jepang dengan sejarah lebih dari 1.300 tahun, sekaligus pusat sekitar 2.000 kuil dewa air di seluruh negeri

8. Kuil Yasaka

Kuil ini memuja Susanoo-no-Mikoto, Kushiinadahime-no-Mikoto, dan Yahashira-no-Mikogami, delapan dewa anak mereka. Yasaka merupakan pusat sekitar 2.300 kuil Yasaka dan kuil terkait yang memuja Susanoo-no-Mikoto di seluruh Jepang.
Gerbang menara barat atau Nishiromon yang berdiri di ujung timur Jalan Shijo, salah satu jalan utama Kyoto, merupakan bangunan yang melambangkan lanskap kawasan Higashiyama dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.
Wujudnya yang indah dengan warna merah terang mencuri perhatian bahkan dari kejauhan, sehingga populer sebagai lokasi berfoto.
Bangunan utama tempat para dewa dipuja berstatus Pusaka Nasional. Bangunan saat ini dibangun kembali oleh Tokugawa Ietsuna, shogun keempat Keshogunan Edo. Gaya arsitekturnya yang tidak biasa, dengan bangunan utama dan ruang ibadah berada di bawah satu atap, disebut Gion-zukuri.

Kuil kuno bersejarah lebih dari 1.300 tahun yang telah berdiri sebelum ibu kota dipindahkan ke Heian-kyo
Kuil kuno bersejarah lebih dari 1.300 tahun yang telah berdiri sebelum ibu kota dipindahkan ke Heian-kyo

9. Kuil Heian Jingu

Kuil yang relatif baru ini didirikan pada tahun 1895 (Meiji 28) untuk memperingati 1.100 tahun pemindahan ibu kota ke Heian-kyo.
Kompleks bangunannya merekonstruksi Chodoin, pusat pemerintahan tempat upacara penting diselenggarakan di Heian-kyo. Bangunan-bangunan merah terang yang berjajar tampak indah, dan begitu memasuki area kuil, Anda akan merasa seolah kembali ke zaman Heian.
Banyak bangunannya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional, termasuk Daigokuden yang megah dan terinspirasi dari aula utama Chodoin, serta Byakkoro dan Soryuro dengan detail desain yang halus. Ada banyak hal menarik untuk dilihat.

Salah satu tempat wisata utama Kyoto dengan kompleks bangunan kuil merah terang yang indah
Salah satu tempat wisata utama Kyoto dengan kompleks bangunan kuil merah terang yang indah

10. Kuil Toji

Kuil ini dibangun bersama Kuil Saiji dua tahun setelah pemindahan ibu kota ke Heian-kyo pada tahun 794 (Enryaku 13).
Saiji mengalami kemunduran pada akhir zaman Heian, sedangkan bangunan Toji berulang kali dibangun kembali meskipun beberapa kali musnah akibat kebakaran.
Bangunan yang masih berdiri antara lain Kondo yang dibangun oleh Toyotomi Hideyori dan pagoda lima tingkat yang dibangun oleh Tokugawa Iemitsu. Keduanya ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.
Pagoda lima tingkat yang berdiri di belakang Kolam Hyotan memiliki tinggi sekitar 55 m, menjadikannya pagoda kayu tertinggi di Jepang.

Pagoda lima tingkat yang terlihat dari Tokaido Shinkansen ini merupakan simbol Kyoto
Pagoda lima tingkat yang terlihat dari Tokaido Shinkansen ini merupakan simbol Kyoto

11. Kuil Byodoin

Tempat ini dahulu merupakan vila Fujiwara no Michinaga, tokoh berpengaruh pada zaman Heian. Putranya, Yorimichi, kemudian mewarisinya dan mengubahnya menjadi kuil pada tahun 1052.
Byodoin terdaftar sebagai Warisan Dunia pada tahun 1994. Setelah renovasi pada tahun 2014, penampilannya dianggap semakin mendekati wujud saat pertama kali didirikan.
Amidado, aula yang menyimpan patung utama Buddha Amida Nyorai, wajib dikunjungi.
Kemegahan bangunannya yang simetris pasti akan memukau Anda. Pada masa pendiriannya, ajaran yang mengharapkan kelahiran kembali di Tanah Suci sedang populer, sehingga aula ini dibangun dengan gambaran istana di surga Tanah Suci.

Simetri yang sempurna dan memukau! Kagumi aula menawan yang mengingatkan pada istana di surga Tanah Suci
Simetri yang sempurna dan memukau! Kagumi aula menawan yang mengingatkan pada istana di surga Tanah Suci

12. Jembatan Togetsukyo

Jembatan ini konon pertama kali dibangun pada paruh awal abad ke-9, pada zaman Heian. Meski berulang kali hanyut, jembatan ini selalu dibangun kembali.
Menurut kisah yang dituturkan, namanya yang berarti “jembatan penyeberangan bulan” berasal dari mantan Kaisar Kameyama pada zaman Kamakura, ketika ia melihat bulan bergerak seolah melintasi jembatan.
Jembatan ini muncul dalam banyak karya ukiyo-e atau cetakan kayu Jepang, termasuk karya Utagawa Hiroshige dan Katsushika Hokusai, dan telah menjadi salah satu pemandangan yang mewakili Arashiyama.

Pemandangan khas Arashiyama yang juga diabadikan dalam cetakan kayu Katsushika Hokusai
Foto disediakan oleh: ©Pusat Dukungan Media Kota Kyoto Pemandangan khas Arashiyama yang juga diabadikan dalam cetakan kayu Katsushika Hokusai

13. Pasar Nishiki dan Asosiasi Promosi Kawasan Pertokoan Kyoto Nishiki Ichiba

Pasar Nishiki terletak di Jalan Nishikikoji, di sebelah utara Jalan Shijo yang merupakan jalan utama Kyoto.
Dikenal dengan julukan “dapur Kyoto”, pasar ini dipenuhi bahan makanan seperti sayuran khas Kyoto, ikan air tawar dari Danau Biwa, ikan hamo, ikan guji, ikan sasa-karei, yuba atau lapisan tahu, nama-fu atau gluten gandum segar, dan acar. Hampir semua bahan makanan khas Kyoto bisa ditemukan di sini.
Di kedua sisi jalan beratap sepanjang sekitar 390 m dari timur ke barat, berjajar sekitar 130 toko.
Beragam kuliner yang menggunakan bahan khas Kyoto juga dijual di sini, seperti donat susu kedelai, manju dari nama-fu, tempura kamaboko atau olahan ikan, dan kroket krim yuba. Pilihannya begitu banyak hingga Anda mungkin bingung menentukan pilihan.

Semua bahan makanan khas Kyoto tersedia di sini! Pasar yang telah menopang kuliner Kyoto selama lebih dari 400 tahun
Semua bahan makanan khas Kyoto tersedia di sini! Pasar yang telah menopang kuliner Kyoto selama lebih dari 400 tahun

14. Jalan Hanamikoji

Jalan Hanamikoji merupakan jalan utama yang membelah Gion dari utara ke selatan, membentang dari Sanjo hingga Kuil Kenninji.
Meskipun namanya mengandung kata koji yang berarti “jalan kecil”, jalannya cukup lebar, dengan deretan toko yang menciptakan suasana semarak dan ramai oleh wisatawan.
Bagian yang paling kuat mempertahankan suasana lama sebagai kawasan rumah jamuan teh adalah daerah di sebelah selatan Jalan Shijo.
Deretan bangunan yang terlihat sekarang terbentuk setelah rumah-rumah jamuan teh yang semula berada di Jalan Shijo dan bagian utaranya dipusatkan ke sisi selatan pada zaman Meiji hingga Taisho.

Jalan penuh pesona tradisional yang membelah pusat Gion dari utara ke selatan
Jalan penuh pesona tradisional yang membelah pusat Gion dari utara ke selatan

15. Kuil Ryoanji

Kuil Zen aliran Rinzai cabang Myoshinji ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO sebagai bagian dari “Monumen Bersejarah Kyoto Kuno”.
Kuil ini didirikan pada tahun 1450 (Hotoku 2), pada zaman Muromachi, oleh Hosokawa Katsumoto yang menjabat sebagai kanrei, pejabat tinggi keshogunan. Ia memperoleh vila pegunungan milik keluarga Tokudaiji dan mengundang guru Zen Giten Gensho, patriark kelima Myoshinji, sebagai pendiri spiritualnya.
Taman Hojo yang terkenal sebagai taman batu ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah dan Tempat dengan Keindahan Pemandangan Istimewa. Taman datar bergaya karesansui atau lanskap kering ini dikelilingi dinding tanah berlapis plester pada tiga sisinya.
Setelah mendapat pujian tinggi dari Ratu Elizabeth II yang singgah di Ryoanji saat kunjungan resmi pada tahun 1975, taman ini dikenal luas di Jepang dan mancanegara sebagai salah satu puncak pencapaian seni bentuk abstrak.

Kuil Zen berstatus Warisan Dunia yang terkenal dengan taman batu bergaya karesansui dengan susunan 15 batu
Kuil Zen berstatus Warisan Dunia yang terkenal dengan taman batu bergaya karesansui dengan susunan 15 batu

16. Kuil Ninnaji

Kuil pusat aliran Shingon cabang Omuro ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO sebagai bagian dari “Monumen Bersejarah Kyoto Kuno”.
Pembangunannya dimulai pada tahun 886 (Ninna 2), pada awal zaman Heian, atas titah Kaisar Koko, kaisar Jepang ke-58. Kuil ini kemudian didirikan oleh penerusnya, Kaisar Uda, pada tahun 888 (Ninna 4). Nama Ninnaji berasal dari nama era Ninna.
Kondo yang berada di bagian belakang area kuil merupakan bangunan Shishinden dari Istana Kekaisaran Kyoto, yang dibangun pada zaman Momoyama dan dipindahkan ke sini pada era Kan'ei (1624–1645), pada awal zaman Edo.
Sebagai peninggalan berharga yang memperlihatkan arsitektur istana pada masa itu, bangunan ini merupakan satu-satunya bangunan di Ninnaji yang ditetapkan sebagai Pusaka Nasional.

Sejak didirikan oleh Kaisar Uda, anggota keluarga kekaisaran secara turun-temurun menjadi kepala kuil ini, menjadikannya kuil monzeki pertama di Jepang
Sejak didirikan oleh Kaisar Uda, anggota keluarga kekaisaran secara turun-temurun menjadi kepala kuil ini, menjadikannya kuil monzeki pertama di Jepang

17. Sanjusangendo

Sanjusangendo terletak di Distrik Higashiyama, Kota Kyoto, tidak jauh dari Stasiun Kyoto.
Aula utamanya memiliki panjang sekitar 120 m, ukuran yang luar biasa panjang bahkan untuk bangunan kayu di dunia.
Deretan lebih dari 1.000 patung berdiri Kannon Bertangan Seribu yang dipuja di aula utama benar-benar menghadirkan pemandangan mengagumkan.
Di area kuil masih berdiri Gerbang Nandaimon yang besar dan tembok tanah Taikobei, yang dibangun oleh panglima Toyotomi Hideyoshi pada zaman Azuchi-Momoyama (1573–1603). Keduanya ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional.

Sanjusangendo, dengan sejumlah Pusaka Nasional dan Properti Budaya Penting yang tersebar di area kuilnya
Sanjusangendo, dengan sejumlah Pusaka Nasional dan Properti Budaya Penting yang tersebar di area kuilnya

18. Kuil Ginkakuji

Kuil ini berawal dari Higashiyama-dono, vila pegunungan yang dibangun oleh Ashikaga Yoshimasa, shogun kedelapan Keshogunan Muromachi. Bersama Kinkakuji, Ginkakuji merupakan kuil cabang Shokokuji yang terletak di luar kompleks utamanya, yaitu bekas tempat menyepi setelah pensiun yang kemudian diubah menjadi kuil. Setelah Yoshimasa wafat, kuil ini diberi nama Jishoji berdasarkan nama Buddhisnya.
Berbeda dengan Kinkakuji yang hampir seluruh bangunan awalnya telah hilang, Ginkakuji masih mempertahankan Kannonden dan Togudo dalam bentuk aslinya, sehingga budaya Higashiyama tetap dapat dirasakan hingga kini.

Penampilannya yang tenang mencerminkan kehalusan budaya Higashiyama
Gambar: PIXTA Penampilannya yang tenang mencerminkan kehalusan budaya Higashiyama

19. Kuil Kamigamo (Kuil Kamo Wakeikazuchi)

Menurut tradisi, pada zaman para dewa, Kamo Wakeikazuchi-no-Okami, dewa yang dipuja di kuil ini, turun ke Gunung Koyama di sebelah utara-barat laut bangunan utama. Pendirian kuil ini dikaitkan dengan pembangunan bangunan pemujaan oleh klan Kamo, keluarga berpengaruh setempat, pada tahun 678, atau Hakuho 6 pada masa Kaisar Tenmu. Kuil ini termasuk yang tertua di Kyoto.
Kamigamo merupakan nama populernya, sedangkan nama resminya adalah Kamo Wakeikazuchi, mengikuti nama dewa yang dipuja.
Di area luas yang dikelilingi alam subur ini terdapat lebih dari 60 bangunan kuil. Dua di antaranya ditetapkan sebagai Pusaka Nasional dan 41 sebagai Properti Budaya Penting.
Pada tahun 1994 (Heisei 6), seluruh kawasan suci kuil ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO sebagai bagian dari “Monumen Bersejarah Kyoto Kuno”.

Salah satu kuil tertua di Kyoto, dengan sejarah lebih dari 2.600 tahun sejak turunnya dewa yang dipuja pada zaman para dewa
Salah satu kuil tertua di Kyoto, dengan sejarah lebih dari 2.600 tahun sejak turunnya dewa yang dipuja pada zaman para dewa

5 Hal yang Perlu Dilakukan di Kyoto

Berikut lima hal yang sebaiknya dimasukkan ke dalam rencana perjalanan Anda saat berwisata di Kyoto.
Gunakan daftar ini sebagai panduan agar lebih mudah menyusun rencana perjalanan sekaligus menikmati pesona Kyoto sepenuhnya.

1. Menikmati Panorama Kota Kyoto dari Teras Kiyomizu

Kiyomizudera merupakan salah satu tempat terkenal yang mewakili Kyoto. Dari Teras Kiyomizu yang menjorok keluar dari aula utama, Anda bisa menikmati panorama Kota Kyoto.
Salah satu daya tariknya adalah pemandangan yang berubah drastis setiap musim, mulai dari sakura pada musim semi, dedaunan hijau muda pada musim panas, warna-warni musim gugur, hingga lanskap bersalju pada musim dingin.
Pagi hari direkomendasikan karena jumlah wisatawan relatif sedikit, sehingga Anda bisa menikmati pemandangan dalam suasana tenang dan sakral.

Pemandangan Kota Kyoto dari Teras Kiyomizu
Pemandangan Kota Kyoto dari Teras Kiyomizu

2. Berjalan Melewati Senbon Torii di Kuil Fushimi Inari Taisha

Terkenal dengan pemandangan menawan berupa deretan gerbang torii merah terang, Fushimi Inari Taisha merupakan salah satu tempat wisata utama yang patut dikunjungi di Kyoto.
Senbon Torii, dengan sekitar 800 gerbang yang berjajar seperti terowongan, menghadirkan pemandangan megah dan sangat populer sebagai daya tarik yang melambangkan Fushimi Inari Taisha.
Di area kuil juga tersebar bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting, termasuk Gerbang Romon yang menurut tradisi dipersembahkan oleh panglima Toyotomi Hideyoshi, bangunan utama Honden, dan Okunoin.
Jangan hanya mengunjungi Senbon Torii. Luangkan waktu untuk berkeliling area kuil dan mengenal lanskap, sejarah, serta budaya khas Fushimi Inari Taisha.

Senbon Torii juga sangat populer sebagai lokasi berfoto
Senbon Torii juga sangat populer sebagai lokasi berfoto

3. Menyusuri Jalan Setapak di Hutan Bambu Arashiyama

Jika ingin menikmati lanskap Kyoto yang berpadu dengan alam, jangan lewatkan Arashiyama, salah satu kawasan wisata populernya.
Tempat yang sangat terkenal di sini adalah Jalan Setapak Hutan Bambu Sagano, dengan pemandangannya yang menawan.
Cahaya lembut menyusup di antara batang-batang bambu hijau yang menjulang, sementara suara bambu yang bergoyang tertiup angin terdengar menenangkan. Berjalan di sini saja sudah terasa menyegarkan.
Rute wisata klasik Arashiyama adalah mengunjunginya sekaligus dengan Kuil Tenryuji dan Jembatan Togetsukyo di sekitarnya.

Jalan Setapak Hutan Bambu Sagano menawarkan tempat berjalan-jalan yang indah dan menenangkan
Jalan Setapak Hutan Bambu Sagano menawarkan tempat berjalan-jalan yang indah dan menenangkan

4. Berjalan-jalan di Gion yang Mempertahankan Suasana Khas Kyoto

Dengan jalan berlapis batu dan deretan machiya yang masih terpelihara, Gion merupakan kawasan untuk merasakan suasana khas Kyoto.
Hanamikoji khususnya dikenal sebagai tempat populer yang melambangkan Gion.
Deretan bangunan Kyoto tempo dulu dijaga dengan baik, dengan restoran tradisional, rumah jamuan teh, dan toko barang khas Jepang yang berjajar di sepanjang jalan. Berjalan menyusurinya saja sudah cukup untuk menikmati suasana khas Kyoto.
Daya tarik lain Gion adalah adanya tempat yang menawarkan pengalaman ozashiki asobi, tradisi hiburan Jepang berupa interaksi dan permainan bersama geiko, seniman penghibur tradisional, dan maiko, para peserta magangnya, di restoran tradisional atau rumah jamuan teh.
Jika beruntung, Anda mungkin berpapasan dengan maiko atau geiko yang sedang dalam perjalanan.

Gion, tempat merasakan suasana khas Kyoto sepenuhnya
Gion, tempat merasakan suasana khas Kyoto sepenuhnya

5. Mencicipi Masakan Kyoto dan Yudofu

Masakan Kyoto yang memanfaatkan bahan musiman serta yudofu, tahu yang direbus untuk menonjolkan cita rasa alaminya, merupakan bagian penting dari budaya kuliner Kyoto.
Cara membuat kaldu dashi, pemilihan bahan, serta penyajian indah yang memperhatikan wadah makan menjadi ciri masakan Kyoto yang membedakannya dari masakan daerah lain seperti Tokyo dan Fukuoka.
Pilihannya beragam, mulai dari restoran tradisional yang telah lama berdiri hingga tempat makan santai yang mudah disinggahi di sela wisata, sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan gaya perjalanan.
Luangkan waktu untuk menikmati cita rasa khas Kyoto yang halus dan kaya lapisan rasa.

Nikmati pula budaya kuliner yang tumbuh di ibu kota kuno ini
Nikmati pula budaya kuliner yang tumbuh di ibu kota kuno ini

7 Tempat di Kyoto untuk Menikmati Pengalaman Istimewa

Dari sekian banyak tempat wisata di Kyoto, berikut pilihan tempat istimewa untuk mengenal budaya Jepang dan Kyoto secara lebih mendalam melalui pengalaman langsung.
Jika ingin menikmati pengalaman khas Kyoto yang lebih mendalam, masukkan tempat-tempat ini ke dalam rencana perjalanan Anda.

1. Marumasu Nishimuraya

Lokakarya ini menempati bangunan machiya berusia lebih dari 100 tahun dan menawarkan pengalaman pewarnaan Kyo-yuzen serta membungkus dengan furoshiki, kain pembungkus tradisional Jepang.
Kyo-yuzen merupakan teknik pewarnaan tekstil yang bermula pada pertengahan zaman Edo. Ciri khasnya adalah warna yang kaya serta motif yuzen yang menggambarkan hewan, benda, dan berbagai objek lain secara artistik layaknya lukisan.
Dalam kegiatan ini, Anda memilih benda yang ingin diwarnai dari pilihan yang tersedia, lalu memilih pola favorit dari lebih dari 3.000 cetakan.
Motif dibuat dengan menumpuk beberapa warna. Setelah seluruh tahap dengan cetakan yang diperlukan selesai, Anda akan mendapatkan karya orisinal satu-satunya di dunia. Menariknya, karya yang telah selesai bisa dibawa pulang pada hari yang sama.

※Sebagian jenis barang akan dikirim pada hari lain.

Tempat untuk mencoba pewarnaan Kyo-yuzen
Tempat untuk mencoba pewarnaan Kyo-yuzen

2. Nakamura Rosoku

Didirikan pada tahun 1887, Nakamura Rosoku merupakan usaha legendaris yang selama lebih dari 100 tahun terus berfokus membuat lilin tradisional Jepang dan lilin Kyoto.
Selain menjual lilin Kyoto dan lilin tradisional Jepang yang indah untuk dekorasi interior maupun hadiah, tempat ini juga mengadakan kelas untuk mencoba teknik tradisional secara langsung.
Ada dua jenis kegiatan utama. Yang pertama adalah pengalaman membuat lilin tradisional Jepang, yaitu belajar langsung dari perajin mengenai sejarah, ciri khas, dan perhatian mereka terhadap proses pembuatan, lalu mencoba menuangkan lilin cair ke dalam cetakan.
Yang kedua adalah pengalaman melukis lilin tradisional Jepang. Anda bisa menggambar atau menulis apa pun yang disukai pada lilin untuk menghasilkan karya pribadi.

Nakamura Rosoku, tempat mencoba teknik tradisional pembuatan lilin Jepang
Nakamura Rosoku, tempat mencoba teknik tradisional pembuatan lilin Jepang

3. Ippodo Tea, Toko Utama Kyoto

Didirikan pada tahun 1717, Ippodo Tea merupakan toko teh Uji yang telah lama berdiri dan menawarkan beragam jenis teh, termasuk matcha, gyokuro, sencha, dan bancha.
Dengan mengutamakan aroma dan rasa alami teh, Ippodo terus mengejar cita rasa lembut dan elegan serta aroma halus khas teh Uji.
Di toko utamanya di Kota Kyoto, Anda tidak hanya bisa membeli daun teh, tetapi juga menikmati teh di ruang minum yang tersedia.
Salah satu daya tarik ruang minumnya adalah Anda bisa menikmati proses menyeduh teh sendiri sambil mendapat panduan dari staf.
Bagi yang ingin belajar lebih serius, kelas menyeduh teh juga diadakan di ruang kelas lantai dua.

Toko khusus teh Uji tempat Anda bisa menikmati teh sejak proses menyeduhnya
Toko khusus teh Uji tempat Anda bisa menikmati teh sejak proses menyeduhnya

4. Toei Kyoto Studio Park

Terletak di Uzumasa, Kyoto, taman hiburan bertema film ini merupakan salah satu yang terkemuka di Jepang. Tempat ini terkenal karena pengunjung bisa melihat set yang digunakan untuk syuting drama berlatar sejarah. Dengan mengenakan kostum tokoh drama sejarah dan berjalan-jalan di dalam taman, Anda bisa lebih merasakan suasana Jepang tempo dulu.
Keseruannya tidak berhenti di situ. Tersedia berbagai atraksi seperti rumah ninja dengan berbagai mekanisme rahasia, rumah hantu, dan labirin tiga dimensi. Pameran pahlawan tokusatsu atau film efek khusus Jepang serta karakter animasi Toei juga populer.

Nikmati taman studio film ini sambil berperan sebagai penduduk zaman Edo
Nikmati taman studio film ini sambil berperan sebagai penduduk zaman Edo

5. Kunjyukan

Kunjyukan merupakan pusat informasi tentang wewangian yang dikelola oleh Shoyeido, toko dupa di Kyoto dengan sejarah lebih dari 300 tahun.
Di lantai satu terdapat “koh-labo Kaori no Sanpo”, yang menyediakan berbagai sarana untuk mencoba beragam aroma.
Tiga “Kaori BOX” yang digantung dari langit-langit menawarkan pengalaman unik: saat memasukkan tubuh bagian atas ke dalam kotak, Anda akan diselimuti jenis aroma yang berbeda pada setiap kotak.

Rasakan budaya wewangian Jepang di usaha dupa yang telah berdiri lebih dari 300 tahun
Rasakan budaya wewangian Jepang di usaha dupa yang telah berdiri lebih dari 300 tahun

6. Lokakarya Hiyoshiya

Didirikan pada akhir zaman Edo, Hiyoshiya telah membuat wagasa atau payung tradisional Jepang di Kyoto selama lebih dari 150 tahun.
Hiyoshiya dikenal sebagai satu-satunya pembuat Kyo-wagasa yang masih bertahan di Kyoto.
Di antara berbagai wagasa, payung yang dibuat di Kyoto disebut Kyo-wagasa dan telah lama dikenal sebagai salah satu kerajinan tradisional unggulan Kyoto.
Lokakarya Hiyoshiya menyelenggarakan berbagai program yang mengajak pengunjung mengenal Kyo-wagasa lebih dekat.
Salah satunya adalah pengalaman membuat wagasa mini berdiameter sekitar 30 cm, yang juga mencakup kunjungan ke tempat pembuatan payung.
Tersedia pula berbagai program lain, termasuk pengalaman kolase wagasa mini, yaitu menghias payung mini yang sudah jadi dengan lukisan atau tempelan gambar.
Karya yang sudah selesai bisa langsung dibawa pulang pada hari yang sama, sehingga menjadi kenang-kenangan nyata dari perjalanan ke Kyoto.

Pengalaman membuat wagasa mini untuk mengenal kerajinan tradisional Kyoto lebih dekat
Pengalaman membuat wagasa mini untuk mengenal kerajinan tradisional Kyoto lebih dekat

7. Kibune Hiroya

Didirikan pada tahun 1932 (Showa 7), penginapan tradisional dengan layanan hidangan ini berdiri di tepi Sungai Kibune, yang merupakan hulu Sungai Kamo.
Tempat ini juga dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati kawadoko, pengalaman bersantap di panggung di atas sungai yang menjadi ciri musim panas Kyoto. Banyak tamu datang saat musimnya tiba.
Di kawadoko yang dibangun di atas aliran Sungai Kibune yang jernih, angin sejuk berembus dan suara gemericik air terdengar lembut, menciptakan suasana yang menawan.
Di lokasi istimewa ini, Anda bisa menikmati hidangan kaiseki musiman, sajian berurutan yang setiap menunya dirancang dengan cermat dan disajikan dengan indah.
Pengalaman yang memuaskan bukan hanya lidah, tetapi juga mata, telinga, hidung, dan seluruh pancaindra ini dapat menjadi kenangan terbaik selama perjalanan.

Nikmati kaiseki musiman dengan seluruh pancaindra di kawasan peristirahatan Kyoto yang tenang dan jernih
Nikmati kaiseki musiman dengan seluruh pancaindra di kawasan peristirahatan Kyoto yang tenang dan jernih

5 Tempat Makan untuk Menikmati Kuliner Kyoto

Saat berwisata ke Kyoto, tentu Anda juga ingin menikmati hidangan yang mencerminkan budaya kuliner khas Jepang dan Kyoto.
Di tempat-tempat makan berikut, Anda tidak hanya bisa mencicipi hidangan, tetapi juga mengenal budaya makan dan estetika Jepang.

1. Kikunoi, Restoran Utama

Restoran tradisional yang berdiri sejak tahun 1912 ini terletak di Distrik Higashiyama, Kota Kyoto, dan menyajikan masakan Kyoto serta kaiseki.
Hidangannya mempertahankan teknik tradisional sambil menghadirkan perpaduan bahan dan susunan rasa yang dirancang dengan cermat.
Menu berubah setiap musim dan mencakup sup dalam mangkuk yang menonjolkan aroma dashi, sashimi dari ikan musiman, serta hassun, sajian kecil yang menggunakan bahan musiman dari darat dan laut.
Di dalam areanya terbentang taman Jepang yang terawat, dengan bangunan bergaya sukiya yang dipengaruhi arsitektur ruang teh, penataan sesuai musim, dan berbagai perabot pilihan.
Melalui hidangan, ruang, dan pelayanannya, Anda bisa mengenal budaya kuliner serta estetika Jepang.
Restoran ini hanya menerima tamu dengan reservasi, jadi pastikan memesan terlebih dahulu sebelum berkunjung.

Restoran kaiseki legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan Kyoto (※Foto hanya sebagai ilustrasi.)
Restoran kaiseki legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan Kyoto (※Foto hanya sebagai ilustrasi.)

2. Nanzenji Junsei

Restoran yang telah lama berdiri ini memperkenalkan budaya yudofu yang mengakar di Kyoto serta budaya tradisional Kyoto melalui hidangan tahu rebus yang sejak dahulu disukai di jalan menuju Kuil Nanzenji.
Anda bisa menikmati yudofu dan yuba andalannya dengan santai sambil memandang taman bergaya sirkuit seluas 1.200 tsubo, sekitar 4.000 m², dengan tanaman dan bunga yang berubah sesuai musim.
Menu yang tersedia meliputi paket hidangan yang mudah dinikmati serta kaiseki Kyoto dengan bahan musiman. “Paket Hana” menawarkan pilihan hidangan utama berupa yudofu dari kedelai Jepang atau hikiage-yuba, lapisan tahu yang baru diangkat saat dibuat. Paket yang memuaskan ini juga dilengkapi takiawase, aneka bahan yang direbus terpisah lalu disajikan bersama, serta dengaku, hidangan dengan saus miso.
Anda juga bisa menikmati kaiseki Kyoto yang disajikan dengan indah, termasuk pilihan yudofu atau hikiage-yuba.

Restoran yudofu legendaris dengan suasana tradisional yang menawan di depan gerbang Kuil Nanzenji
Restoran yudofu legendaris dengan suasana tradisional yang menawan di depan gerbang Kuil Nanzenji

3. Kyoto Kitcho, Restoran Utama Arashiyama

Arashiyama merupakan salah satu destinasi wisata utama Kyoto yang populer berkat panorama alamnya yang indah.
Kyoto Kitcho, Restoran Utama Arashiyama, yang berdiri di sepanjang jalan dari Jembatan Togetsukyo menuju Kuil Tenryuji, merupakan restoran tradisional yang dikenal tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia.
Restoran ini menyajikan rangkaian hidangan Jepang yang berlandaskan cha-kaiseki, jamuan tradisional untuk menyambut tamu dalam upacara teh resmi. Unsur modern ditambahkan untuk menghasilkan sajian yang lebih semarak.
Pengalaman menyewa perahu pribadi di Sungai Oi yang mengalir di depan restoran sebelum bersantap juga populer. Pada musim panas, Anda bisa menyaksikan ukai, teknik menangkap ikan dengan burung kormoran.

Nikmati masakan Jepang yang dibuat dengan keterampilan tinggi dan bahan mewah, dikelilingi panorama Arashiyama yang berubah setiap musim
Nikmati masakan Jepang yang dibuat dengan keterampilan tinggi dan bahan mewah, dikelilingi panorama Arashiyama yang berubah setiap musim

4. Kodaiji Wakuden

Restoran tradisional yang hanya menerima tamu dengan reservasi ini terletak di depan gerbang Kuil Kodaiji, Distrik Higashiyama, Kota Kyoto.
Sebagai salah satu restoran Wakuden yang berakar di Kyotango, tempat ini mempertahankan suasana tenang meskipun berada dekat dengan kawasan wisata.
Di dalam areanya terbentang taman Jepang yang terawat, dengan bangunan bergaya sukiya, penataan sesuai musim, dan berbagai perabot pilihan.
Hidangan utamanya adalah kaiseki yang memanfaatkan bahan musiman, termasuk bahan-bahan dari Kyotango dan berbagai daerah lainnya.

Restoran tradisional untuk menikmati kaiseki yang memanfaatkan bahan makanan dari Kyotango (※Foto hanya sebagai ilustrasi.)
Restoran tradisional untuk menikmati kaiseki yang memanfaatkan bahan makanan dari Kyotango (※Foto hanya sebagai ilustrasi.)

5. Hyotei, Restoran Utama Kyoto

Restoran tradisional yang telah lama berdiri ini terletak di Distrik Sakyo, Kota Kyoto, dekat Kuil Nanzenji.
Berawal sebagai kedai teh di area Kuil Nanzenji, tempat ini memiliki sejarah panjang sejak mulai beroperasi sebagai restoran tradisional pada tahun 1837.
Taman dengan lumut yang indah dan ruang-ruang teh tersebar di dalam areanya, menghadirkan tempat untuk menikmati waktu dengan tenang.
Masakannya berupa kaiseki yang berfokus pada bahan musiman. Anda bisa menikmati hidangan yang menonjolkan rasa dashi, “Hyotei Tamago” atau telur khas Hyotei, serta menu musiman yang telah menjadi andalan, seperti “Asagayu” atau bubur pagi pada musim panas dan “Uzuragayu” atau bubur burung puyuh pada musim dingin.

Restoran tradisional untuk menikmati kaiseki dalam suasana indah dan hening
Restoran tradisional untuk menikmati kaiseki dalam suasana indah dan hening

5 Tempat Belanja Populer di Kyoto

Di antara beragam tempat belanja di Kyoto, berikut sejumlah pusat perbelanjaan yang sudah menjadi pilihan utama.
Semuanya berada di lokasi yang mudah disinggahi di sela wisata, sehingga mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan.

1. JR Kyoto Isetan

Toserba besar ini menempati bagian barat Gedung Stasiun Kyoto dan terhubung langsung dengan berbagai jalur kereta di Stasiun Kyoto.
Dari lantai bawah tanah kedua hingga lantai 11, terdapat toko-toko yang menawarkan beragam barang, mulai dari busana dan kosmetik hingga kuliner dan kerajinan.
Karena banyak toko menjual produk unggulan Kyoto, kudapan manis Jepang, dan barang khas Jepang, tempat ini juga direkomendasikan untuk mencari oleh-oleh khas Kyoto.
Area restoran di lantai 11 memiliki 15 restoran, terutama yang menyajikan masakan Jepang seperti sukiyaki, tempura, dan sushi.

Tempat belanja yang terhubung langsung dengan Stasiun Kyoto, dengan pilihan lengkap untuk kebutuhan busana, makanan, dan rumah
Tempat belanja yang terhubung langsung dengan Stasiun Kyoto, dengan pilihan lengkap untuk kebutuhan busana, makanan, dan rumah

2. Kyoto Takashimaya S.C.

Pusat perbelanjaan besar ini berdiri di sudut barat daya persimpangan Shijo-Kawaramachi, salah satu kawasan paling ramai di Kyoto. Sejarah panjangnya bermula dari Takashimaya, pedagang pakaian katun bekas yang didirikan pada tahun 1831 (Tenpo 2).
Pada tahun 1912 (Meiji 45), toko ini pindah ke Karasuma-Takatsuji dan menjadi fasilitas komersial swasta pertama dengan konstruksi beton bertulang. Pada tahun 1946 (Showa 21), toko ini pindah ke lokasi sekarang sebagai pusat pasar.
Delapan lantai toserbanya, dari lantai bawah tanah pertama hingga lantai tujuh, menawarkan beragam barang berkualitas, mulai dari busana, perlengkapan interior, buku, perhiasan, perlengkapan olahraga, kosmetik, hingga bahan makanan.

Toserba legendaris yang berdiri sejak 1831 kini berkembang menjadi pusat perbelanjaan
Toserba legendaris yang berdiri sejak 1831 kini berkembang menjadi pusat perbelanjaan

3. Kyoto BAL

Pusat perbelanjaan ini terletak di Jalan Kawaramachi, Distrik Nakagyo, Kota Kyoto. Sejak renovasi pada tahun 2015, susunan area penjualannya ditata ulang dan tempat ini hadir kembali dengan kumpulan toko yang dipilih secara cermat.
Di dalamnya terdapat toko busana, aneka barang, perlengkapan rumah tangga, toko buku, dan kafe. Anda bisa berbelanja sambil merasakan karakter khas setiap merek.
Deretan toko pilihan dan suasana tenang untuk berbelanja juga menjadi ciri khasnya.

Pusat perbelanjaan dengan ruang yang dirancang untuk menampilkan karakter khas setiap merek
Tampilan instalasi, Foto: Nobutada OMOTE Pusat perbelanjaan dengan ruang yang dirancang untuk menampilkan karakter khas setiap merek

4. Daimaru, Cabang Kyoto

Toserba ini berdiri di kawasan Karasuma, salah satu pusat keramaian utama Kyoto.
Sejarah panjangnya berawal pada tahun 1717 (Kyoho 2), ketika Shimomura Hikoemon Masahiro membuka toko kain kimono Daimonjiya di Fushimi, Kyoto. Pada tahun 1912 (Meiji 45), cabang Kyoto pindah ke lokasi saat ini dan dibuka kembali dalam format toserba.
Berbagai produk berkualitas tersedia, mulai dari pakaian, aneka barang, kosmetik, furnitur dan peralatan elektronik rumah tangga, perlengkapan olahraga, alat tulis, perhiasan, hingga kuliner.
Area makanan di lantai bawah tanah khususnya cocok untuk mencari oleh-oleh karena menghadirkan toko-toko legendaris dan populer dari Kyoto.

Toserba legendaris yang menghimpun produk-produk unggulan Kyoto
Toserba legendaris yang menghimpun produk-produk unggulan Kyoto

5. Kyoto Tower Sando

Kyoto Tower Sando terletak di bawah Nidec Kyoto Tower, landmark di depan Stasiun Kyoto. Tempat untuk berwisata dan berinteraksi ini terdiri dari area kuliner di lantai bawah tanah pertama, area pasar di lantai satu, dan area lokakarya di lantai dua.
Ciri khasnya adalah perpaduan kuliner, oleh-oleh, dan pengalaman khas Kyoto yang disukai wisatawan Jepang, wisatawan mancanegara, serta warga setempat.
Area kuliner di lantai bawah tanah pertama memiliki sekitar 450 tempat duduk dan beragam tempat makan, mulai dari restoran ternama Kyoto hingga tempat populer yang sedang ramai dibicarakan.

Kompleks di bawah Nidec Kyoto Tower yang menghadirkan kuliner, oleh-oleh, dan berbagai pengalaman
Kompleks di bawah Nidec Kyoto Tower yang menghadirkan kuliner, oleh-oleh, dan berbagai pengalaman

Rasakan Omotenashi, Keramahan Khas Jepang! 5 Rekomendasi Penginapan di Kyoto

Berikut lima pilihan penginapan dengan keanggunan yang sesuai dengan karakter Kyoto sebagai ibu kota kuno.
Di kelima penginapan ini, Anda pasti bisa merasakan omotenashi, semangat menyambut dan melayani tamu dengan sepenuh hati yang khas Jepang.

1. The Ritz-Carlton, Kyoto

Hotel mewah yang berdiri tenang di tepi Sungai Kamo ini menawarkan ruang yang memadukan keindahan alam Kyoto dan budaya tradisionalnya. Aksesnya juga mudah, sekitar tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Kyoto Shiyakusho-mae.
Sebagian kamar menawarkan pemandangan taman atau panorama megah 36 puncak pegunungan Higashiyama.
Sebanyak 409 karya seni kontemporer Jepang dipamerkan di dalam hotel, membuat Anda seolah menginap di museum seni.
Selain empat restoran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dari sarapan hingga makan malam, terdapat butik patiseri ternama Pierre Hermé Paris. Anda juga bisa menikmati kudapan manis istimewa yang hanya tersedia di sini.

Hotel mewah untuk menikmati pengalaman elegan khas Kyoto
Hotel mewah untuk menikmati pengalaman elegan khas Kyoto

2. Hotel Okura Kyoto

Hotel bersejarah ini terletak di Distrik Nakagyo, Kota Kyoto. Sejak didirikan pada tahun 1888, hotel ini telah lama menyambut tamu dari Jepang dan mancanegara.
Lokasinya praktis karena terhubung langsung dengan Stasiun Kyoto Shiyakusho-mae di jalur kereta bawah tanah Tozai. Tempat wisata populer seperti Gion dan Pasar Nishiki juga mudah dicapai dengan berjalan kaki.
Kamar-kamarnya dirancang lapang, dan sebagian menawarkan pemandangan pegunungan Higashiyama serta Sungai Kamo yang berubah setiap musim.
Di dalam hotel terdapat beberapa restoran dan kafe, sehingga Anda bisa memilih hidangan sesuai selera dan suasana, dari sarapan hingga makan malam.

Hotel dengan tradisi panjang dalam menyambut tamu kehormatan dari Jepang dan mancanegara
Hotel dengan tradisi panjang dalam menyambut tamu kehormatan dari Jepang dan mancanegara

3. Tawaraya Ryokan

Ryokan atau penginapan tradisional Jepang di Kyoto ini memiliki sejarah lebih dari 300 tahun sejak didirikan. Tawaraya dikenal sebagai penginapan dengan sejarah terpanjang di Kyoto.
Bangunannya yang sekarang dibangun kembali pada zaman Meiji (1868–1912) dan terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud nasional.
Dengan arsitektur yang berlandaskan gaya sukiya, sejumlah taman dalam dan taman luar ditata dengan cermat sehingga semua kamar memiliki pemandangan taman.
Tersedia 18 kamar. Dalam ruang yang menampilkan keindahan tradisional Jepang hingga ke detail perabot dan penataannya, Anda bisa menikmati waktu dengan tenang sambil mengamati perubahan taman dan pergantian musim.

Ryokan legendaris untuk merasakan estetika Jepang dan semangat omotenashi
Ryokan legendaris untuk merasakan estetika Jepang dan semangat omotenashi

4. Hotel Granvia Kyoto

Hotel Granvia Kyoto merupakan hotel kelas deluxe yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Kyoto.
Selain lokasinya yang ideal sebagai pangkalan wisata, kualitas pelayanannya juga mendapat pengakuan dan telah meraih berbagai penghargaan.
Ciri khas hotel ini adalah pelayanan yang hangat dan personal, dengan upaya memahami kebutuhan tamu yang datang untuk berbagai tujuan agar mereka merasa puas.
Misalnya, lebih dari 10 petugas concierge bekerja sebagai tim untuk memberikan saran sesuai permintaan tamu.
Hotel ini juga memiliki berbagai daya tarik lain, termasuk restoran untuk menikmati budaya kuliner Kyoto dan galeri seni yang memamerkan hampir 1.000 karya.

Nikmati waktu istimewa dengan fasilitas lengkap, ruang bernuansa mewah, dan pelayanan berkualitas tinggi
Nikmati waktu istimewa dengan fasilitas lengkap, ruang bernuansa mewah, dan pelayanan berkualitas tinggi

5. Aman Kyoto

Resor privat dengan 26 kamar ini berdiri tersembunyi di dalam taman seluas sekitar 24.000 m² di kaki tiga gunung Takagamine, Distrik Kita, Kota Kyoto.
Di areanya yang luas tersebar bangunan restoran, bangunan ruang bersama, bangunan spa, empat bangunan penginapan dua lantai yang menyatu dengan hutan, serta paviliun bergaya vila di dataran tinggi yang menghadap seluruh taman.
Meskipun masih dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Kuil Kinkakuji yang berstatus Warisan Budaya Dunia UNESCO, begitu memasuki areanya Anda akan menemukan suasana berbeda dari keseharian, dikelilingi ketenangan dan alam. Arsitek ternama Kerry Hill merancangnya dengan mengikuti tradisi ryokan Jepang dan mengolahnya menjadi desain modern. Setiap kamar dilengkapi tatami, tokonoma atau ceruk dekoratif, serta bak mandi kayu hinoki.

Tenangkan tubuh dan pikiran di resor tersembunyi dalam taman berhutan yang sunyi
Tenangkan tubuh dan pikiran di resor tersembunyi dalam taman berhutan yang sunyi

Bingung Memilih? Inilah 5 Oleh-Oleh Khas Kyoto

Kyoto memiliki begitu banyak toko oleh-oleh sehingga Anda mungkin bingung menentukan apa yang harus dibeli dan di mana membelinya.
Beragam pilihan memang menggoda, tetapi untuk kunjungan pertama, kenali dahulu oleh-oleh yang sudah menjadi pilihan klasik.

1. “Nama Yatsuhashi” dari Shogoin Yatsuhashi Sohonten

Shogoin Yatsuhashi Sohonten merupakan toko ternama untuk yatsuhashi, salah satu oleh-oleh khas Kyoto.
Produknya yang terkenal adalah “Shogoin Yatsuhashi” berupa kue panggang dan “Hijiri”, yaitu nama yatsuhashi yang membungkus pasta kacang manis. Namun, “Nama Yatsuhashi” yang diluncurkan sebelum Hijiri juga merupakan produk populer dengan banyak penggemar.
Berbeda dengan yatsuhashi panggang yang berbentuk alat musik koto, nama yatsuhashi berbentuk lembaran lurus. Dibuat dari bahan sederhana berupa tepung beras, gula, dan kayu manis, kudapan ini memiliki tekstur lembut sekaligus kenyal khas tepung beras serta rasa kayu manis yang halus. Sangat cocok dinikmati bersama teh.

Nama yatsuhashi dengan rasa halus beraroma kayu manis dan tekstur yang khas
Nama yatsuhashi dengan rasa halus beraroma kayu manis dan tekstur yang khas

2. “Drip Tea Bag Gyokuro, Isi 6 Kantong” dari Ippodo Tea

Didirikan pada tahun 1717, Ippodo Tea merupakan toko khusus teh Uji yang menjual beragam jenis teh, termasuk matcha, gyokuro, dan sencha.
“Drip Tea Bag Gyokuro, Isi 6 Kantong” merupakan set teh celup gyokuro yang praktis untuk menyeduh satu cangkir setiap kali, tanpa perlu teko teh.
Rasa manis lembut dan aroma semerbak khas gyokuro terasa jelas, dengan rasa akhir yang bersih dan ringan.
Cara menyeduhnya cukup dengan memasukkan kantong teh ke dalam cangkir, menuangkan air mendidih, lalu menunggu sekitar 90 detik.
Produk ini memungkinkan Anda menikmati cita rasa gyokuro Uji yang autentik di mana saja tanpa memerlukan peralatan khusus.

Teh celup untuk menikmati gyokuro Uji dengan mudah (※Foto hanya sebagai ilustrasi.)
Teh celup untuk menikmati gyokuro Uji dengan mudah (※Foto hanya sebagai ilustrasi.)

3. “Ajari Mochi” dari Ajari Mochi Honpo Mangetsu

Kudapan khas Kyoto ini diciptakan oleh pemilik generasi kedua Ajari Mochi Honpo Mangetsu, toko legendaris yang disukai warga setempat, dan mulai dijual pada tahun 1922 (Taisho 11).
Dibuat dari tepung mochi, telur, gula, dan bahan lain, bentuknya meniru topi anyaman yang dikenakan ajari, biksu senior yang menjalani latihan di Gunung Hiei. Adonan dengan resep rahasia ini diisi penuh dengan tsubuan, pasta kacang merah bertekstur dari kacang Tamba Dainagon.
Kulitnya yang lembut dan kenyal berpadu sempurna dengan pasta kacang buatan sendiri yang dimasak hingga memiliki rasa manis ringan. Cita rasanya membuat Anda memahami mengapa kudapan ini terus disukai selama bertahun-tahun.

Kudapan khas Kyoto dari toko legendaris, dengan adonan lembut dan kenyal yang membungkus pasta kacang merah bertekstur dengan rasa manis halus
Kudapan khas Kyoto dari toko legendaris, dengan adonan lembut dan kenyal yang membungkus pasta kacang merah bertekstur dengan rasa manis halus

4. Shichimiya Honpo

Toko khusus shichimi togarashi, campuran tujuh jenis bumbu berbahan dasar cabai, ini termasuk salah satu dari “Tiga Shichimi Terkenal di Jepang”.
Usahanya dimulai pada tahun 1655 sebagai kedai teh di pertemuan Kiyomizuzaka dan Sanneizaka, jalan menuju Kuil Kiyomizudera.
Pada masa itu, kedai ini membagikan “karashiyu”, air panas yang ditaburi bubuk cabai, secara gratis kepada peziarah Kiyomizudera dan para pelaku latihan spiritual di Air Terjun Otowa.
Keinginan agar minuman itu “lebih menghangatkan tubuh” mendorong penambahan lada sansho, wijen, biji hemp, dan bahan lain ke dalam cabai. Inilah yang kemudian menjadi awal peralihannya menjadi toko khusus shichimi togarashi.

Toko shichimi togarashi yang telah berdiri sejak zaman Edo dan termasuk salah satu dari “Tiga Shichimi Terkenal di Jepang”
Toko shichimi togarashi yang telah berdiri sejak zaman Edo dan termasuk salah satu dari “Tiga Shichimi Terkenal di Jepang”

5. Langue de Chat Matcha Pekat “Cha no Ka”

Produk andalan ini dibuat oleh Malebranche, toko kue bergaya Barat yang didirikan pada tahun 1982 dan memiliki toko utama di Kitayama, Kyoto.
Teh Uji, termasuk dari Shirakawa di Uji, Kyoto, digunakan untuk membuat biskuit tipis langue de chat yang kemudian mengapit cokelat putih racikan sendiri. Cita rasanya benar-benar khas, dan kini bahkan disebut sebagai salah satu kudapan manis klasik Kyoto.
Daun teh yang digunakan hanya berasal dari panen pertama yang dipetik setahun sekali. Para ahli penilai teh menyusun racikan khusus dari daun-daun tersebut, lalu mengolahnya dengan waktu dan perhatian pada setiap detail menjadi matcha pekat berkualitas.

Produk andalan Kyoto Kitayama Malebranche yang kini bahkan disebut sebagai salah satu kudapan manis klasik Kyoto
Produk andalan Kyoto Kitayama Malebranche yang kini bahkan disebut sebagai salah satu kudapan manis klasik Kyoto

Rekomendasi Festival dan Acara di Kyoto Berdasarkan Musim

Sebagai ibu kota selama seribu tahun, Kyoto menyelenggarakan berbagai upacara tradisional yang telah berlangsung lama serta acara yang menghadirkan suasana setiap musim.
Berikut festival dan acara yang paling terkenal untuk masing-masing musim.

Musim Semi: Aoi Matsuri

Festival tahunan ini diadakan setiap tanggal 15 Mei di Kuil Shimogamo (Kamo Mioya) dan Kuil Kamigamo (Kamo Wakeikazuchi), Kyoto. Bersama Gion Matsuri dan Jidai Matsuri, acara yang menandai awal musim panas Kyoto ini dikenal sebagai salah satu dari “Tiga Festival Besar Kyoto”.
Nama resminya adalah Kamo Matsuri. Konon, di kalangan bangsawan pada pertengahan zaman Heian, kata “festival” saja sudah merujuk pada Kamo Matsuri.
Puncak acaranya adalah Roto no Gi, arak-arakan orang berpakaian zaman Heian yang menempuh rute sekitar 8 km.
Rombongan berangkat dari Istana Kekaisaran Kyoto, melewati Jalan Marutamachi dan Jalan Kawaramachi menuju Kuil Shimogamo, lalu melanjutkan perjalanan melalui Jalan Kitaoji hingga Kuil Kamigamo.

Salah satu dari Tiga Festival Besar Kyoto, dengan arak-arakan Roto no Gi yang mengingatkan pada gulungan lukisan zaman Heian
Salah satu dari Tiga Festival Besar Kyoto, dengan arak-arakan Roto no Gi yang mengingatkan pada gulungan lukisan zaman Heian

Musim Panas: Gion Matsuri

Gion Matsuri dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu dari Tiga Festival Besar Jepang.
Festival yang menarik banyak pengunjung dari Jepang dan mancanegara ini bermula pada tahun 869 (Jogan 11). Saat wabah penyakit melanda ibu kota Kyoto dan berbagai wilayah Jepang, masyarakat berdoa kepada dewa Yasaka untuk menolak malapetaka dan melakukan penyucian guna mengusir bencana. Hingga kini, sebagai festival Kuil Yasaka, berbagai ritual dan acara berlangsung selama sebulan mulai 1 Juli.
Dimulai dengan ritual Kippuiri pada 1 Juli, daya tarik terbesar Gion Matsuri adalah arak-arakan 34 kendaraan hias yamahoko yang diadakan dalam Saki Matsuri pada tanggal 17 dan Ato Matsuri pada tanggal 24, serta prosesi mikoshi atau kuil portabel dari Kuil Yasaka.

Festival Kuil Yasaka di Kyoto yang memiliki sejarah lebih dari 1.150 tahun dan merupakan salah satu festival utama Jepang
Festival Kuil Yasaka di Kyoto yang memiliki sejarah lebih dari 1.150 tahun dan merupakan salah satu festival utama Jepang

Musim Gugur: Jidai Matsuri

Bersama Gion Matsuri dan Aoi Matsuri, festival besar Kuil Heian Jingu yang diadakan setiap tanggal 22 Oktober ini merupakan salah satu dari Tiga Festival Besar Kyoto.
Festival ini berawal dari perayaan peringatan 1.100 tahun pemindahan ibu kota ke Heian-kyo pada tahun 1895. Daya tarik utamanya adalah arak-arakan berkostum sejarah yang menelusuri sekitar 1.000 tahun secara mundur, dari masa Restorasi Meiji hingga era Enryaku ketika Heian-kyo dibangun.
Tokoh-tokoh sejarah terkenal ditampilkan satu per satu, termasuk Katsura Kogoro dan Saigo Takamori yang berperan penting dalam Restorasi Meiji, serta panglima zaman Sengoku Oda Nobunaga. Sekitar 2.000 warga ikut serta dalam arak-arakan yang berlangsung selama dua jam.

Festival besar Kuil Heian Jingu dengan arak-arakan berkostum dari berbagai zaman sebagai daya tarik utamanya
Festival besar Kuil Heian Jingu dengan arak-arakan berkostum dari berbagai zaman sebagai daya tarik utamanya

Musim Dingin: Miyama Kayabuki no Sato Fuyu-toro

Miyama Kayabuki no Sato Fuyu-toro merupakan acara lentera musim dingin yang diadakan setiap tahun dari akhir Januari hingga awal Februari di Miyama Kayabuki no Sato, desa beratap jerami di pegunungan bagian utara Prefektur Kyoto. Acara penuh pesona ini dimulai oleh penduduk desa untuk menyambut orang-orang yang datang ke Miyama pada musim dingin yang bersalju lebat.
Selama acara, seluruh desa dihiasi berbagai jenis cahaya, termasuk lentera andon yang menerangi jalan kecil dan lentera LED. Rumah-rumah beratap jerami yang berselimut salju juga diterangi lampu. Pemandangannya terkenal begitu indah hingga terasa seolah memasuki dunia cerita rakyat Jepang.

Upacara tradisional untuk mengantar roh, dengan nyala api penuh misteri yang tampak di malam hari di ibu kota kuno
Upacara tradisional untuk mengantar roh, dengan nyala api penuh misteri yang tampak di malam hari di ibu kota kuno

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Kyoto

Berikut lima hal yang perlu diketahui agar Anda bisa menikmati Kyoto sepenuhnya.
Jadikan panduan ini sebagai persiapan agar tidak menyesal karena kurang siap.

1. Ikuti Tata Cara Berkunjung dan Berdoa di Kuil Shinto serta Kuil Buddha

Saat berwisata di Kyoto, Anda akan memiliki banyak kesempatan untuk mengunjungi kuil Shinto dan kuil Buddha.
Keduanya memiliki tata cara berkunjung dan berdoa yang umum berlaku di masing-masing jenis kuil, jadi pelajarilah terlebih dahulu.
Perlu diperhatikan bahwa aturan mengenai boleh tidaknya memotret serta area yang dapat dimasuki ditentukan oleh setiap tempat.
Di kuil Shinto, tata cara dasarnya adalah membungkuk sekali sebelum melewati gerbang torii dan tidak berjalan di bagian tengah jalur menuju kuil.
Setelah membersihkan tangan dan mulut di tempat air penyucian atau temizuya, masukkan uang persembahan di ruang ibadah, lalu lakukan urutan “dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, dan sekali membungkuk”.
Di kuil Buddha, membungkuklah sekali sebelum melewati gerbang utama, lalu berjalanlah dengan tenang di area kuil. Umumnya, setelah menyucikan diri di temizuya, Anda membungkuk sekali di depan aula utama dan berdoa dengan kedua telapak tangan dirapatkan.
Agar lebih yakin, periksa papan petunjuk di area kuil dan perhatikan tata cara para pengunjung lain.

Pelajari tata caranya dengan baik sebelum mengunjungi kuil Shinto dan kuil Buddha
Pelajari tata caranya dengan baik sebelum mengunjungi kuil Shinto dan kuil Buddha

2. Jangan Mengejar atau Memotret Maiko dan Geiko

Di kawasan Gion, larangan memotret telah dinyatakan secara tertulis sebagai respons terhadap meningkatnya perilaku menunggu-nunggu geiko dan maiko atau mengejar mereka untuk mengambil foto.
Selain tidak memotret di jalan pribadi, hindari pula menyapa mereka atau menyentuh kimono, hiasan rambut kanzashi, dan barang lainnya tanpa izin.
Geiko dan maiko bukan objek foto wisata, melainkan orang yang sedang melintasi kota dalam rangka bekerja.
Jika kebetulan berpapasan, simpanlah momen singkat itu sebagai kenangan pertemuan yang mungkin tidak terulang.
Jika ingin berinteraksi atau berfoto bersama geiko dan maiko, lakukan melalui acara resmi seperti ozashiki asobi.

Jika melihat maiko atau geiko, jangan menyapa atau memotret mereka
Jika melihat maiko atau geiko, jangan menyapa atau memotret mereka

3. Kunjungi Tempat Populer Sejak Pagi-pagi untuk Menghindari Keramaian

Karena banyak wisatawan Jepang dan mancanegara datang ke Kyoto, bukan hanya tempat wisata populer, tetapi juga transportasi umum cenderung padat pada siang hari.
Di tempat dan kawasan populer seperti Kiyomizudera, Fushimi Inari Taisha, dan Arashiyama, jumlah pengunjung mulai meningkat menjelang siang. Akibatnya, perjalanan dan kunjungan bisa memakan waktu lebih lama dari perkiraan.
Jika mulai beraktivitas sejak pagi-pagi, transportasi umum juga relatif lebih lengang, sehingga perjalanan tidak terlalu melelahkan.
Area kuil dan sekitarnya juga masih tenang, memungkinkan Anda menikmati wisata dengan santai. Keuntungan lainnya adalah lebih mudah mengambil foto.

Berangkat sejak pagi-pagi dapat mengurangi kelelahan dan waktu perjalanan
Berangkat sejak pagi-pagi dapat mengurangi kelelahan dan waktu perjalanan

4. Pada Musim Wisata, Bus Bisa Begitu Penuh hingga Anda Tidak Bisa Naik

Bus kota memang praktis untuk berkeliling Kyoto, tetapi pada musim wisata dan siang hari saat akhir pekan, bus bisa penuh hingga tidak dapat menerima penumpang lagi.
Di jalur yang menghubungkan tempat wisata utama, harus melewatkan satu bus bukanlah hal yang jarang terjadi.
Karena itu, pertimbangkan juga kereta bawah tanah, kereta swasta, atau JR sesuai tingkat kepadatan.

Pertimbangkan menggunakan kereta untuk menghindari kepadatan bus kota
Pertimbangkan menggunakan kereta untuk menghindari kepadatan bus kota

5. Siapkan Sepatu yang Nyaman karena Banyak Tangga, Tanjakan, dan Jalan Batu

Kyoto memiliki banyak jalan menanjak dan tangga, sehingga kaki dan lutut bisa terasa lebih terbebani dibandingkan saat berjalan di daerah yang datar.
Di area kuil Shinto dan kuil Buddha serta sekitarnya, Anda sering harus naik-turun berulang kali. Perhatikan bahwa kondisi ini bisa membuat tubuh lebih cepat lelah.
Jalan berlapis batu juga banyak ditemukan dan menjadi sangat licin saat hujan.
Untuk mengurangi beban fisik dan risiko terjatuh, hindari sepatu hak tinggi atau sepatu bersol keras. Pilih sepatu yang memiliki bantalan baik dan memberikan pijakan stabil.
Susun pula jadwal yang tidak terlalu padat agar Anda bisa menikmati wisata sambil beristirahat secara berkala.

Berhati-hatilah karena jalan batu menjadi licin saat hujan
Berhati-hatilah karena jalan batu menjadi licin saat hujan

Destinasi yang Bisa Dikunjungi Sekaligus Saat ke Kyoto

Setelah puas menikmati Kyoto, kunjungi pula dua destinasi berikut.
Keduanya merupakan destinasi populer yang mewakili Jepang dan dapat dicapai dari Kyoto dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga cocok dikunjungi dalam perjalanan yang sama.

Osaka, Destinasi Populer Kansai Selain Kyoto

Osaka merupakan kota terbesar di wilayah Kansai sekaligus kota terbesar kedua di Jepang.
Dari Stasiun Kyoto, Anda bisa mencapai Osaka dalam waktu sekitar 30 menit dengan JR Tokaido Shinkansen.
Mulai dari kuliner Osaka seperti takoyaki dan okonomiyaki, fasilitas rekreasi seperti Universal Studios Japan dan akuarium, hingga bangunan bersejarah, Osaka memiliki banyak daya tarik yang tidak kalah dari Kyoto.

Osaka, kota terbesar kedua di Jepang sekaligus destinasi wisata populer
Osaka, kota terbesar kedua di Jepang sekaligus destinasi wisata populer

Nara, dengan Sejarah yang Lebih Tua daripada Kyoto

Seperti Kyoto, Nara juga pernah menjadi ibu kota Jepang.
Sebelum ibu kota dipindahkan ke Kyoto, wilayah Prefektur Nara merupakan pusat ibu kota Jepang, sehingga memiliki sejarah yang lebih tua daripada Kyoto.
Di Nara juga masih terdapat banyak bangunan dan patung Buddha berstatus Pusaka Nasional serta Properti Budaya Penting yang diakui sebagai Warisan Dunia. Ada banyak tempat untuk merasakan sejarah dan budaya tradisional Jepang.
Dari Stasiun Kyoto, Anda bisa naik kereta cepat Miyakoji Rapid dan tiba di Nara dalam waktu sekitar 45 menit tanpa berganti kereta.

Nara, dengan sejarah yang lebih tua daripada Kyoto
Nara, dengan sejarah yang lebih tua daripada Kyoto

Gunakan Kereta Ekspres Wisata Aoniyoshi untuk Mengunjungi Kyoto, Osaka, dan Nara

Mulai beroperasi pada April 2022, kereta ekspres wisata baru yang dijalankan Kintetsu ini menghubungkan Osaka, Nara, dan Kyoto tanpa perlu berganti kereta.
Nama Aoniyoshi berasal dari ungkapan pembuka puitis atau makurakotoba yang digunakan untuk menyebut ibu kota kuno Nara dalam waka dan puisi Jepang lainnya.
Warna eksteriornya adalah ungu, warna yang dianggap mulia pada zaman Tenpyo dan menandai peringkat tertinggi dalam sistem Dua Belas Tingkat Pangkat Istana. Bagian luar dan dalamnya dihiasi motif Tenpyo yang terinspirasi dari pusaka Shosoin, menciptakan ruang untuk merasakan kekayaan sejarah dan budaya yang tumbuh selama berabad-abad di ibu kota kuno Nara.

Rangkaian kereta ini mengekspresikan keindahan dan keluhuran estetika tradisional Jepang khas Nara
Gambar disediakan oleh: Kintetsu Railway Co., Ltd. Rangkaian kereta ini mengekspresikan keindahan dan keluhuran estetika tradisional Jepang khas Nara

Pertanyaan Umum Seputar Wisata Kyoto

Q

Berapa hari yang diperlukan untuk menikmati Kyoto sepenuhnya?

A

Karena Kyoto memiliki banyak tempat menarik, Anda memerlukan setidaknya 3 hari 2 malam. Jika juga ingin menikmati tempat wisata di sekitar Kota Kyoto, siapkan waktu menginap minimal 3 malam.

Q

Selain tempat wisata utama Kyoto, tempat mana lagi yang direkomendasikan?

A

Cobalah menjelajahi kawasan di luar Kota Kyoto. Tempat wisata yang direkomendasikan antara lain Byodoin, Amanohashidate, dan Ine no Funaya, deretan rumah perahu Ine, yang diperkenalkan dalam artikel ini.

Q

Destinasi mana yang sebaiknya dikunjungi sekaligus saat berwisata ke Kyoto?

A

Osaka dan Nara, dua destinasi populer di Kansai yang dapat dicapai dari Stasiun Kyoto dalam waktu kurang dari satu jam, merupakan pilihan yang direkomendasikan.

Penutup

Artikel ini telah memperkenalkan tempat wisata utama, rekomendasi kuliner dan penginapan, serta acara tradisional di Kyoto, salah satu destinasi wisata populer Jepang.
Dengan begitu banyak tempat wisata, Anda yang baru pertama kali datang mungkin bingung menentukan tempat yang ingin dikunjungi.
Jika demikian, gunakan artikel ini sebagai panduan untuk menyusun rencana perjalanan Anda.

Hokkaido Tohoku Kanto Chubu Hokuriku Kansai Chugoku Shikoku Kyushu Okinawa