
19 Destinasi Wisata Pilihan di Prefektur Kanagawa: Pesona Alam, Sejarah, Budaya, dan Perkotaan
Tak jauh dari Tokyo, Prefektur Kanagawa memiliki beragam kota dengan daya tarik berbeda, mulai dari Yokohama yang mengikuti tren terkini, Hakone yang kaya akan alam, hingga Kamakura yang sarat sejarah dan budaya.
Dengan pesona yang sulit digambarkan hanya dalam satu kalimat, Kanagawa menawarkan banyak hal untuk dijelajahi. Berikut pilihan destinasi wisata yang wajib dikunjungi serta kawasan belanja populernya.
Seperti Apa Prefektur Kanagawa?
Prefektur Kanagawa terletak di sebelah selatan Tokyo, ibu kota Jepang.
Prefektur ini terbagi menjadi lima kawasan yang masing-masing memiliki daya tarik berbeda.
Di kawasan Ken-o yang terletak di bagian utara, kekayaan alam dan budaya tumbuh di sekitar Sungai Sagami.
Kawasan Kensei di bagian barat memiliki banyak destinasi yang cocok untuk bersantai, seperti danau dan kawasan pemandian air panas, terutama Hakone yang terkenal sebagai tujuan wisata.
Kawasan Shonan yang mengelilingi Teluk Sagami memiliki iklim yang relatif hangat dibandingkan daerah lain di Kanto, sehingga Anda dapat menikmati selancar dan berbagai olahraga air lainnya.
Jika ingin merasakan tren terkini, kunjungilah kawasan Yokohama–Kawasaki di bagian timur.
Kanagawa juga mencakup Semenanjung Miura, tempat Anda dapat menikmati hidangan laut.
Karena setiap kawasan menawarkan pengalaman yang berbeda, pilihlah kawasan yang sesuai dengan tujuan perjalanan Anda.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Prefektur Kanagawa?
Dengan beragam aktivitas yang ditawarkan di setiap kawasannya, Kanagawa dapat dinikmati sepanjang tahun.
Namun, jika ingin melakukan olahraga air atau berwisata di sepanjang pesisir, datanglah pada musim panas.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Prefektur Kanagawa
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian berbahan tipis dan baju berlengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Prefektur Kanagawa?
Karena Kanagawa dekat dengan Tokyo, perjalanan dari Bandara Haneda menuju Kawasaki di Kanagawa melalui Stasiun Shinagawa dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.
Selain Kawasaki, berbagai destinasi wisata lain di Kanagawa juga dapat dicapai dalam waktu sekitar 1–2 jam menggunakan kereta JR atau bus. Aksesnya pun sangat mudah bagi wisatawan dari dalam maupun luar Jepang.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Prefektur Kanagawa
Pilihan transportasi di Kanagawa cukup lengkap, dengan total 18 jalur kereta, termasuk JR, Keikyu, dan Odakyu, serta bus dan layanan berbagi sepeda.
Kereta Enoden yang beroperasi antara Kamakura dan Fujisawa sangat populer di kalangan wisatawan berkat tampilannya yang bergaya retro.
Beragam Pesona dalam Satu Prefektur! 19 Destinasi Wisata Pilihan di Kanagawa
Prefektur Kanagawa kaya akan destinasi wisata terkenal. Ada Yokohama, kota pelabuhan tempat berbagai budaya asing berpadu; Shonan dan Enoshima dengan deretan toko bergaya di tepi laut; Kamakura dengan banyak kuil Buddha dan Shinto yang menyimpan jejak sejarah; serta Hakone, salah satu kawasan pemandian air panas terkemuka di Jepang.
Dengan begitu banyak pilihan, Anda mungkin bingung menentukan tempat yang ingin dikunjungi.
Untuk membantu merencanakan perjalanan, berikut destinasi wisata pilihan yang wajib Anda kunjungi di Kanagawa.

1. Akuarium Enoshima
Akuarium ini memanfaatkan lokasinya yang istimewa, menghadap Teluk Sagami dengan pemandangan Gunung Fuji dan Enoshima.
Pameran dan pertunjukannya mengangkat tema utama Teluk Sagami, Samudra Pasifik, serta makhluk hidup yang menghuni keduanya.
Para perawat akuarium akan memperkenalkan keunikan dan kehidupan ikan-ikan di sini.

2. Pecinan Yokohama
Sebagai salah satu dari tiga pecinan utama di Jepang, Pecinan Yokohama dipenuhi berbagai restoran masakan Tionghoa. Anda dapat menikmati kuliner sesuai anggaran, mulai dari jajanan dan hidangan prasmanan sepuasnya yang terjangkau hingga masakan Tionghoa autentik.

3. Kuil Hakone
Kuil Shinto di tepi Danau Ashi ini sejak dahulu dihormati sebagai kuil pelindung seluruh wilayah Kanto.
Terdapat lima gerbang torii yang konon sebaiknya dilewati satu per satu secara berurutan.
Selain kelima gerbang tersebut, terdapat pula gerbang torii yang berdiri di perairan Danau Ashi, yaitu Heiwa no Torii atau Gerbang Perdamaian, yang menjadi tempat berfoto populer.

4. Taman Sankeien
Taman bergaya Jepang ini dibangun oleh Hara Sankei, seorang budayawan sekaligus pengusaha.
Di lahan luasnya yang mencapai 175.000 m², berbagai bangunan yang dipindahkan dari Kyoto, Kamakura, dan daerah lain ditata dengan cermat, termasuk bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang.

5. Kuil Hasedera
Kuil Buddha Hasedera akrab dikenal dengan sebutan Hase Kannon.
Objek pemujaan utamanya adalah patung Bodhisattwa Kannon berwajah sebelas.
Dengan tinggi sekitar 10 meter, patung ini merupakan patung Buddha kayu terbesar di Jepang.
Dari pelataran pandangnya, Anda dapat melihat bangunan-bangunan kuil serta panorama laut dan kota Kamakura.

6. Pulau Sarushima
Terletak di lepas Pelabuhan Yokosuka, Sarushima merupakan satu-satunya pulau alami di Teluk Tokyo sekaligus pulau tak berpenghuni terbesar di teluk ini, dengan keliling sekitar 1,6 km.
Karena berada di pintu masuk Teluk Tokyo, pulau ini menjadi titik strategis pertahanan ibu kota sejak akhir zaman Edo. Kini, Sarushima menjadi tujuan rekreasi yang mudah dikunjungi dengan kapal khusus dalam waktu sekitar 10 menit.
Saat memasuki bagian dalam pulau, Anda akan menemukan sisa-sisa bangunan bata berukuran besar. Berbagai struktur berharga masih tersisa, termasuk bangunan bata yang dibuat dengan teknik susunan Prancis atau Flemish bond. Karena itu, pulau ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.

7. Yokohama Red Brick Warehouse
Kompleks gudang bata merah ini pernah berfungsi sebagai gudang berteknologi mutakhir yang menjadi kebanggaan Jepang dari zaman Meiji hingga Taisho.
Kini, dua bangunan gudangnya menjadi destinasi budaya dan belanja yang menampung toko, restoran, serta aula serbaguna, dengan tetap mempertahankan nuansa masa lalunya.

8. Museum Fujiko F. Fujio di Kota Kawasaki
Museum ini berada di Kawasaki, kota yang lama menjadi tempat tinggal Fujiko F. Fujio, komikus pencipta “Doraemon”, “Perman”, dan berbagai karya lainnya.
Di sini dipamerkan gambar-gambar asli yang tidak dipinjamkan ke luar museum, serta diputar film pendek orisinal.

9. Danau Ashi
Danau ini diperkirakan terbentuk sekitar 3.100 tahun lalu, ketika ledakan uap akibat aktivitas vulkanik meruntuhkan sebagian besar gunung dan material longsorannya membendung sungai.
Di tepi danau terdapat banyak fasilitas rekreasi dan toko oleh-oleh. Kapal wisata yang berkeliling danau juga sangat populer.

10. Museum Terbuka Hakone
Didirikan pada 1969 dengan tujuan menyelaraskan alam dan seni, museum ini merupakan museum seni terbuka pertama di Jepang. Sekitar 120 karya patung tersebar di lahannya yang luas, mencapai 70.000 m².
Koleksinya mencakup mahakarya seniman besar dunia yang mewakili seni modern dan kontemporer, seperti Rodin, Moore, dan Miró.
Patung-patung di area luar ruangan boleh difoto hanya untuk penggunaan pribadi.

11. Owakudani
Di rute utama wisata keliling Hakone, bergantilah dari kereta kabel ke gondola di Stasiun Sounzan. Setelah beberapa saat menikmati perjalanan di udara, pemandangan tiba-tiba berubah drastis. Hamparan hijau menghilang, digantikan permukaan batuan terbuka yang runtuh, dengan kepulan uap putih menyembur dari berbagai titik. Inilah Owakudani, kawah ledakan yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik paling baru di Hakone.

12. Yokohama Hakkeijima Sea Paradise
Hakkeijima Sea Paradise merupakan kompleks rekreasi yang mencakup akuarium, taman hiburan, pusat perbelanjaan, hotel, dan fasilitas lainnya.
Area akuariumnya, Aqua Resorts, terbagi menjadi empat tema dan menawarkan pertunjukan satwa laut serta area interaksi dengan hewan. Dalam pertunjukannya, Anda dapat menyaksikan lompatan dinamis singa laut dan lumba-lumba.

13. Kuil Tsurugaoka Hachimangu
Terletak di pusat Kamakura, Tsurugaoka Hachimangu dikenal dan dicintai sebagai simbol kota ini.
Kuil Shinto yang memiliki kaitan erat dengan shogun Minamoto no Yoritomo ini dikunjungi banyak peziarah.
Bangunan utama kuil yang berdiri saat ini dibangun pada 1828 dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang.

14. Enoshima
Pulau kecil ini terletak di ujung gosong pasir yang menjorok ke laut dari bentangan pantai berpasir yang panjang.
Enoshima terkenal akan pemandangan laut Shonan dan Gunung Fuji yang memukau.
Meski disebut pulau, Enoshima sebenarnya merupakan pulau yang terhubung ke daratan oleh gosong pasir.
Terdapat jembatan menuju pulau ini, dengan bagian jalan kendaraan bernama Enoshima Ohashi dan jembatan pejalan kaki yang sejajar dengannya bernama Enoshima Bentenbashi.

15. Kuil Zeniarai Benzaiten Ugafuku
Menurut kisah pendiriannya, pada tahun pertama era Bunji (1185) pada zaman Kamakura, sebelum diangkat menjadi shogun, Minamoto no Yoritomo menerima pesan dalam mimpi dari Ugafukujin, dewa air berkepala manusia dan bertubuh ular. Pesan itu menyatakan, “Jika engkau memuliakan mata air di arah barat laut, kedamaian akan terwujud di seluruh negeri.”
Kuil ini berada di perbukitan di sebelah barat laut pusat Kamakura. Setelah mendaki jalan yang menanjak, Anda akan menemukan terowongan yang digali dengan tangan pada tebing dengan gerbang torii di depannya. Inilah pintu masuk kuil.

16. Perlintasan Kereta Enoden di Dekat Stasiun Kamakurakokomae
Tempat ini menjadi model perlintasan kereta yang muncul dalam adegan pembuka anime “Slam Dunk”, adaptasi manga bola basket yang memiliki penggemar fanatik tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia.

17. Buddha Agung Kamakura di Kuil Kotokuin
Di antara berbagai tempat terkenal di Kamakura, patung Buddha Amida yang menjadi objek pemujaan utama Kuil Kotokuin termasuk yang paling populer.
Patung dengan kehadiran yang begitu kuat ini akrab dikenal sebagai Buddha Agung Kamakura.
Tingginya sekitar 11,39 meter dan beratnya sekitar 121 ton. Ukurannya benar-benar sesuai dengan sebutan “Buddha Agung” dan membuat siapa pun yang melihatnya terkesima.

18. Kawasaki Daishi
Kawasaki Daishi juga merupakan tempat asal tradisi hatsumode, yaitu kunjungan pertama ke kuil pada Tahun Baru. Setiap tahun, sekitar tiga juta orang datang untuk melakukan hatsumode. Dikenal dengan sebutan “Daishi pelindung dari kemalangan”, kuil Buddha ini dihormati oleh umat dari wilayah Kanto dan sekitarnya, bahkan dari seluruh Jepang.
Banyak hal menarik dapat dilihat di sini, seperti pagoda segi delapan bertingkat lima yang dibangun dengan mempertimbangkan keselarasan dengan halaman dan bangunan utama kuil, serta aula Yakushiden yang bergaya arsitektur India.

19. Pemandangan Malam Kawasan Pabrik Kawasaki
Kawasaki merupakan kota industri pesisir yang dapat dicapai dengan cepat dari Tokyo maupun Yokohama. Saat malam tiba, instalasi pabrik yang diterangi lampu serta nyala api merah dari cerobong pembakaran gas atau flare stack menciptakan pemandangan malam yang memukau sekaligus futuristis.
Tur untuk menikmati pemandangan ini juga populer.

3 Tempat Makan Populer di Kanagawa
Berikut pilihan tempat makan di Kanagawa yang mudah disinggahi.
Agar Anda tetap dapat menikmati waktu makan meski hanya tinggal sebentar, kami memilih tempat yang tidak hanya mudah dijangkau, tetapi juga menawarkan suasana atau pemandangan yang menyenangkan.
Mampir di sela perjalanan dapat menyegarkan suasana hati sekaligus membuat pengalaman wisata Anda lebih berkesan.
1. Saiko Shinkan
Dibuka pada 1988, tahun ke-63 era Showa, restoran ternama ini termasuk salah satu restoran bersejarah di Pecinan Yokohama.
Bangunannya terdiri dari lima lantai dengan sekitar 400 tempat duduk, menyajikan masakan Kanton autentik serta beragam dimsum berkualitas tinggi.
Sebagai salah satu dari empat tradisi kuliner utama Tiongkok, masakan Kanton terkenal dengan bumbu sederhana yang menonjolkan cita rasa alami beragam bahan dari darat dan laut.
Di sini, Anda dapat menikmati cita rasa autentik yang diwariskan dari pasangan pendiri asal Guangdong.

2. Bakery&Table Hakone
Toko roti sekaligus restoran berlantai tiga ini berdiri di tepi Danau Ashi.
Toko roti di lantai pertama menawarkan deretan roti kaya rasa yang dibuat menggunakan bahan-bahan pilihan.
Produk terpopulernya adalah “Komeko no Curry Doughnut”, donat kari berbahan tepung beras yang berisi kari dengan resep khusus dan satu butir telur utuh, sehingga sangat mengenyangkan.
“Hakone”, roti yang terinspirasi oleh kerajinan kayu mosaik tradisional Hakone, yosegi zaiku, juga populer. Adonan Danish-nya diisi banyak sayuran umbi dan bacon.

3. Odawara Oden Honten
Restoran populer ini menyajikan Odawara oden, hidangan khas Kota Odawara di Prefektur Kanagawa berupa aneka bahan yang direbus dalam kuah.
Odawara oden merupakan hidangan yang relatif baru, digagas pada 2003 sebagai bagian dari upaya revitalisasi kota.
Berbagai toko lokal mengembangkan bahan isian oden khas mereka sendiri, dipelopori toko-toko kamaboko atau olahan ikan yang telah berdiri sejak zaman Edo, bersama toko tahu, konnyaku, buah dan sayur, serta daging.

3 Kawasan Belanja Populer di Prefektur Kanagawa
Prefektur Kanagawa memiliki banyak kawasan belanja yang layak dikunjungi.
Sebagaimana prefektur ini menawarkan beragam daya tarik, setiap kawasan belanjanya pun memiliki pesona tersendiri.
Jika bingung menentukan tempat berbelanja, mulailah dengan mengunjungi ketiga kawasan berikut.
1. Minato Mirai 21
Pintu masuk kawasan ini adalah Stasiun JR Sakuragicho, stasiun kereta api pertama di Jepang yang dahulu merupakan Stasiun Yokohama pertama.
Begitu keluar dari stasiun, Anda langsung disambut pemandangan futuristis, seperti gedung pencakar langit Yokohama Landmark Tower setinggi 296 meter dan bianglala raksasa Cosmo Clock 21.
Pada 2021, tahun ke-3 era Reiwa, mulai beroperasi pula gondola perkotaan YOKOHAMA AIR CABIN sepanjang sekitar 630 meter, yang menghubungkan kawasan ini dengan Stasiun Unga Park melalui bekas jalur kereta Kishamichi.

2. Komachi-dori
Dari pintu timur Stasiun Kamakura, sebuah gerbang torii merah menandai pintu masuk jalan sepanjang sekitar 360 meter yang membentang ke utara ini. Sekitar 250 toko berjejer rapat di sepanjang jalan, mulai dari toko yang melayani kebutuhan sehari-hari warga setempat hingga restoran dan toko oleh-oleh untuk wisatawan.

3. LA CITTADELLA
Kompleks komersial bergaya ini dirancang dengan inspirasi kota-kota perbukitan di Italia.
Berpusat pada kompleks bioskop CINECITTA' dan gedung pertunjukan besar CLUB CITTA', kawasan ini juga menampung toko, restoran, layanan kecantikan dan relaksasi, fasilitas penitipan anak, serta layanan pernikahan.

3 Destinasi Pemandian Air Panas di Prefektur Kanagawa untuk Bersantai
Berbicara tentang kawasan pemandian air panas di Kanagawa, Hakone tentu menjadi pilihan utama.
Setelah lelah berjalan-jalan di sekitar Danau Ashi atau Kuil Hakone, pulihkan tubuh dengan bersantai di pemandian air panas.
1. Hakone Kowakien Yunessun
Taman rekreasi bertema pemandian air panas ini berada di Hakone, destinasi onsen yang populer.
Fasilitasnya terutama terbagi menjadi tiga area, yaitu pemandian air panas tradisional Motoyu Mori no Yu, area dalam ruangan Yunessun yang dapat dinikmati dengan pakaian renang, dan area luar ruangan Yunessun. Masing-masing menawarkan pemandian air panas dengan daya tarik tersendiri.

2. Kawasan Pemandian Air Panas Hakone Yumoto
Hakone Yumoto termasuk dalam tujuh kawasan pemandian air panas Hakone dan dikenal sebagai kawasan onsen terbesar di Hakone.
Mata air panasnya konon mulai digunakan pada zaman Nara. Pada zaman Edo, kawasan ini berkembang sebagai kota pemandian di sepanjang Tokaido, salah satu dari lima jalur utama pada masa itu. Hingga kini, suasananya tetap ramai dengan deretan fasilitas pemandian, penginapan, tempat makan, dan toko oleh-oleh.

3. Kawasan Pemandian Air Panas Yugawara
Kawasan ini berada di Kota Yugawara, di ujung barat garis pantai Prefektur Kanagawa. Mata air panasnya muncul di sepanjang lembah Sungai Chitose yang mengalir dari Pegunungan Hakone. Hotel besar tidak banyak ditemukan; sebagian besar akomodasinya berupa ryokan atau penginapan tradisional Jepang, termasuk banyak penginapan mewah yang berdiri tersendiri. Suasananya benar-benar mencerminkan kawasan onsen yang penuh pesona. Yugawara merupakan satu-satunya pemandian air panas yang disebut dalam “Man'yoshu”, antologi puisi waka tertua di Jepang.

Menginap di Mana? 3 Pilihan Akomodasi di Prefektur Kanagawa
Keseruan berwisata masih akan berlanjut esok hari.
Tenangkan diri di pemandian air panas dan nikmati hidangan lezat. Agar siap menciptakan kenangan indah lagi keesokan harinya, pilihlah akomodasi yang dapat mengistirahatkan tubuh sekaligus pikiran.
1. Enoshima Hotel
Hotel ini menawarkan kesempatan untuk melepas lelah setelah menjelajahi Enoshima sambil menikmati waktu menginap yang mewah.
Di Enoshima Island Spa yang berjarak dua menit berjalan kaki, Anda juga dapat menikmati pemandian air panas alami Enoshima yang bersumber dari kedalaman 1.500 meter di bawah tanah, serta kolam yang digunakan dengan pakaian renang dan menawarkan panorama luas hingga Gunung Fuji.

2. Gora Kadan
Ryokan ini berdiri di bekas lahan vila yang dibangun sebelum perang oleh Pangeran Kan'in Kotohito sebagai tempat beristirahat dari panasnya musim panas. Lokasinya berada di dalam Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu, tepatnya di kawasan pemandian air panas Gora Onsen yang populer. Pada 1991, tahun ke-3 era Heisei, Gora Kadan bergabung dengan Relais & Châteaux, jaringan hotel dan restoran internasional, dan juga mendapat pengakuan tinggi dari luar Jepang.

3. Hotel New Grand
Sebagai salah satu hotel klasik paling representatif di Jepang, hotel ini menjadi landmark kota pelabuhan Yokohama dan berdiri tepat di seberang Taman Yamashita, destinasi terkenal dengan pemandangan laut.
Hotel ini pernah dikunjungi anggota keluarga kekaisaran dan tokoh dunia seperti Charlie Chaplin serta Babe Ruth. Anda pun dapat menginap di Suite 315, yang dahulu ditempati Jenderal MacArthur. Restorannya, tempat lahirnya doria atau nasi panggang bersaus putih, spaghetti Napolitan, dan puding à la mode, juga merupakan restoran bergengsi yang telah melahirkan banyak koki ternama.

3 Pilihan Oleh-Oleh Khas Prefektur Kanagawa
Bagikan kenangan menyenangkan dari perjalanan Anda kepada teman dan kenalan melalui oleh-oleh.
Dari sekian banyak oleh-oleh di Prefektur Kanagawa, berikut beberapa pilihan yang paling direkomendasikan.
1. Kiyoken “Mukashi Nagara no Shiumai”
Sekitar 800.000 buah shiumai atau siomai diproduksi setiap hari berdasarkan resep yang tidak berubah sejak pertama kali dijual. Produk andalannya, “Mukashi Nagara no Shiumai” atau siomai dengan resep tradisional, telah lama menjadi oleh-oleh klasik Yokohama sejak diluncurkan pada 1928, tahun ke-3 era Showa.
Siomai kemasan vakumnya dikembangkan agar orang yang tinggal jauh pun dapat menikmatinya. Produk ini dapat disimpan pada suhu ruang selama lima bulan sejak tanggal produksi, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh.

2. Gran Riviere Hakone “Hakone Rusk”
Gran Riviere Hakone memiliki toko utama di Sengokuhara, kawasan yang terkenal dengan padang rumput susuki. Produk andalannya, Hakone Rusk, dibuat dari roti berbahan campuran tepung terigu dengan komposisi khusus, yang diiris lalu dipanggang hingga renyah. Camilan ini memiliki aroma mentega yang kaya, tekstur renyah, serta sensasi ringan yang seolah langsung lumer di mulut.

3. Kikukawa Shoten “Castella-yaki Hakone Manju”
Castella-yaki Hakone Manju merupakan produk andalan Kikukawa Shoten, toko oleh-oleh yang telah lama berdiri di kawasan pertokoan depan Stasiun Hakone Yumoto.
Manju yang dijual di kawasan pemandian air panas biasanya berupa kue tradisional Jepang yang dikukus. Namun, manju ini bergaya Barat, dengan isian pasta kacang putih yang dibungkus adonan kue castella. Adonan castella yang menggunakan banyak telur segar dipanggang hingga kecokelatan dan diisi penuh dengan pasta putih dari kacang asal Hokkaido.

Penutup
Dengan berkeliling ke berbagai kawasan di Prefektur Kanagawa, Anda dapat menikmati beragam pengalaman, mulai dari alam, sejarah dan budaya, hingga tren terkini. Jadikan destinasi, kuliner, dan akomodasi yang telah diperkenalkan di atas sebagai referensi untuk menyusun rencana wisata Anda.
Jika lelah setelah berwisata di Kanagawa, Anda juga dapat berganti suasana dengan bersantai di pemandian air panas di Izu, Prefektur Shizuoka, yang memiliki banyak kawasan onsen.
Shizuoka dapat dicapai dengan kereta dalam waktu sekitar 1–2 jam, jadi pertimbangkan untuk melanjutkan perjalanan hingga Izu.
Jika ingin lebih dekat dengan alam, Anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke prefektur tetangga, Yamanashi.
Di Yamanashi, Anda dapat menikmati panorama Gunung Fuji dan Lima Danau Fuji, termasuk Danau Kawaguchi dan Danau Yamanaka.
Perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam dengan berganti kereta. Pilihlah daerah tujuan berikutnya sesuai pengalaman yang Anda cari.
Penulis