
21 Destinasi Pilihan yang Wajib Dikunjungi di Fukuoka
Fukuoka memiliki beragam daya tarik, mulai dari kuliner khas yang terkenal di seluruh Jepang hingga alam, sejarah, dan budaya.
Saat berkunjung, tentu banyak wisatawan ingin mencicipi makanan lezat, mengenal sejarah, menjelajahi kota, sekaligus menikmati alamnya.
Artikel ini mengulas secara lengkap informasi dasar perjalanan, seperti iklim dan akses menuju Fukuoka, destinasi wisata populer yang wajib dikunjungi, kuliner khas, serta festival dan acara di setiap musim.
Dengan membaca artikel ini, Anda dapat menemukan cara menikmati Fukuoka yang sesuai dengan gaya perjalanan Anda dan menyusun rencana wisata yang memuaskan.
Seperti Apa Fukuoka?
Prefektur Fukuoka menawarkan beragam pesona, seperti alam, sejarah, budaya, dan kuliner lezat.
Kota Fukuoka, salah satu kota utama di Kyushu, memiliki banyak pusat perbelanjaan, fasilitas rekreasi, dan kawasan warung kaki lima yang setiap hari ramai dikunjungi wisatawan.
Selain itu, terdapat berbagai wilayah dengan karakter tersendiri, seperti Kota Kitakyushu yang terkenal dengan kota pelabuhan bernuansa tempo dulu serta destinasi sejarah dan budaya, dan Kota Itoshima, kawasan resor kaya alam yang dikelilingi pegunungan. Setiap wilayah menawarkan pengalaman yang berbeda.
Fukuoka juga menjadi pintu masuk sekaligus pangkalan untuk menjelajahi Kyushu berkat keberadaan Bandara Fukuoka, salah satu bandara dengan jumlah lepas landas dan pendaratan pesawat terbanyak di Jepang, serta Stasiun Hakata yang dilayani Shinkansen Tokaido–Sanyo dan Shinkansen Kyushu.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Fukuoka?
Fukuoka memiliki alam yang kaya, termasuk laut dan pegunungan, serta kawasan perkotaan tempat berkumpulnya tren terkini. Karena itu, Fukuoka menyenangkan untuk dikunjungi kapan saja.
Jika ingin menikmati alam Fukuoka, bulan April–Mei atau September–November direkomendasikan karena curah hujannya sedikit dan suhunya nyaman untuk beraktivitas.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Fukuoka
- Musim semi (Maret–Mei): Jaket tipis atau kardigan
- Musim panas (Juni–Agustus): Pakaian tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): Jaket ringan atau mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): Mantel, sweter tebal, atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Fukuoka?
Fukuoka dapat dicapai dengan Shinkansen dari kota-kota besar, tetapi pesawat lebih direkomendasikan jika mempertimbangkan waktu tempuh.
Berikut waktu tempuh penerbangan menuju Bandara Fukuoka dari Tokyo, Osaka, dan Nagoya.
- Dari Tokyo (Bandara Haneda)
- Sekitar 1 jam 50 menit dengan pesawat
- Dari Chiba (Bandara Narita)
- Sekitar 2 jam 5 menit dengan pesawat
- Dari Osaka (Bandara Internasional Kansai)
- Sekitar 1 jam 10 menit dengan pesawat
- Dari Nagoya (Bandara Internasional Chubu)
- Sekitar 1 jam 30 menit dengan pesawat
Dari Bandara Fukuoka ke pusat Kota Fukuoka, yaitu kawasan Hakata dan Tenjin, perjalanan dengan kereta bawah tanah memakan waktu sekitar 10 menit. Akses yang mudah dari bandara menjadi nilai tambah tersendiri.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Fukuoka
Pilihan transportasi secara umum terbagi menjadi dua, bergantung pada tujuan dan cakupan perjalanan Anda.
Untuk berkeliling Kota Fukuoka, tersedia tiga jalur kereta bawah tanah, yaitu Jalur Kuko, Hakozaki, dan Nanakuma. Untuk tempat-tempat yang sulit dicapai dengan kereta bawah tanah atau berjalan kaki, bus Nishitetsu menjadi pilihan yang direkomendasikan.
Untuk perjalanan ke luar Kota Fukuoka, gunakan kereta Nishitetsu atau JR Kyushu.
Silakan baca juga artikel di bawah ini untuk informasi lebih lengkap tentang transportasi dan tiket perjalanan hemat.
21 Destinasi Wisata Pilihan untuk Kunjungan Pertama ke Fukuoka
Daya tarik Fukuoka bukan hanya akses yang mudah dan kuliner lezat. Berbagai destinasi untuk menikmati alam, sejarah, budaya, teknologi mutakhir, dan tren terkini juga terkumpul dalam wilayah yang relatif ringkas.
Dari sekian banyak tempat menarik di Fukuoka, berikut destinasi pilihan yang sangat layak Anda kunjungi.
Jadikan daftar ini sebagai referensi untuk menyusun rencana wisata Fukuoka Anda.

1. BOSS E・ZO FUKUOKA
BOSS E・ZO FUKUOKA dibuka pada Juli 2020 di sebelah PayPay Dome.
Dari lantai pertama hingga atap, seluruh gedung menawarkan beragam hiburan.
Jangan lewatkan “teamLab Forest Fukuoka - SBI Securities”, museum permanen karya kolektif seni teamLab yang dapat dinikmati melalui visual digital mutakhir dan ponsel pintar. Ada pula “V-World AREA Crédit Agricole” yang menghadirkan beragam pengalaman virtual dengan melibatkan kelima indra.

2. Fukuoka Tower
Ikon Kota Fukuoka ini dibangun sebagai monumen Pameran Asia-Pasifik 1989, yang dikenal dengan sebutan Yokatopia.
Dengan tinggi 234 m, menara ini memiliki ruang observasi di lantai teratas yang menyuguhkan panorama Kota Fukuoka 360 derajat.
Dengan konsep “menikmati langit Fukuoka dan bersenang-senang dengan pemandangannya”, atraksi “Dunia di Langit” memanfaatkan teknologi realitas virtual (VR) dan realitas berimbuh (AR) untuk menghadirkan pengalaman di luar keseharian.
Unsur hiburannya pun semakin beragam. Melalui teropong VR, Anda dapat merasakan sensasi terbang di langit atau melihat UFO dan robot melintas di depan mata.

3. Kuil Dazaifu Tenmangu
Kuil ini merupakan kuil utama bagi 10.000 kuil Shinto di seluruh Jepang yang memuja Tenjin, yaitu Sugawara no Michizane yang didewakan.
Meski tidak bersalah, Sugawara no Michizane dipindahkan dari Kyoto ke Dazaifu akibat siasat politik, lalu wafat di tempat ini. Bangunan utama kuil didirikan di atas makamnya dan telah dijaga dengan baik sebagai tempat suci pemujaan Tenjin selama lebih dari 1.100 tahun.
Di area kuil yang luas terdapat banyak hal menarik, antara lain patung sapi suci, Jembatan Taikobashi yang melengkung, Balai Harta Pusaka, dan Program Seni Dazaifu Tenmangu.

4. Taman Ohori
Meski berada di kawasan perkotaan Fukuoka, hanya dua stasiun dari Stasiun Tenjin, Taman Ohori menawarkan alam yang rimbun di sekeliling sebuah kolam besar. Taman ini menjadi tempat bersantai kesayangan warga.
Kolam yang menempati lebih dari separuh luas taman, yang totalnya 39,8 ha, dahulu dimanfaatkan sebagai parit luar ketika Kuroda Nagamasa membangun Kastel Fukuoka.
Empat jembatan menghubungkan pulau-pulau kecil di tengah kolam yang disebut Nakanoshima. Dengan melewati jembatan-jembatan tersebut, Anda dapat menyeberangi kolam.

5. Kawasan Yatai Nakasu
Di Hakata yang terkenal sebagai kota kuliner, kawasan yatai atau warung kaki lima Nakasu menawarkan pengalaman bersantap yang sangat dekat dengan suasana lokal. Nikmati ramen, aneka sate, dan oden—berbagai bahan yang direbus dalam kaldu—bersama minuman beralkohol.
Gemerlap neon terpantul di permukaan Sungai Naka yang mengalir melalui Nakasu, kawasan hiburan terbesar di Kyushu. Deretan yatai di sepanjang tepi sungai menjadi pemandangan yang mengesankan. Berjalan-jalan saja sudah cukup untuk merasakan semarak kawasan ini.

6. Taman Nasional Tepi Laut Uminonakamichi
Taman yang dikelola pemerintah nasional ini berada di Distrik Higashi, Kota Fukuoka. Lahan luas sekitar 350 hektare yang dikelilingi laut ini kaya akan alam, dengan bunga-bunga musiman yang bermekaran sepanjang tahun. Tersedia pula wahana bermain yang dapat dinikmati balita serta “Hutan Satwa” untuk berinteraksi dengan hewan. Karena ramah bagi anak kecil, taman ini juga populer di kalangan keluarga.
“Sunshine Pool”, dengan enam kolam yang mencakup seluncuran air dan kolam balita, sangat populer pada musim panas.
Ada pula lapangan rumput seluas 24 hektare yang cocok untuk menikmati piknik santai pada hari libur.

7. Marine World Uminonakamichi
Dibuka pada 1989, Marine World Uminonakamichi adalah akuarium bertema “Laut Kyushu” yang menampilkan sekitar 30.000 makhluk hidup dari kurang lebih 350 jenis.
Lingkungan laut Kyushu direka ulang dengan lebih nyata, sehingga pengunjung dapat mengamati kehidupan satwa dalam kondisi yang mendekati habitat aslinya.
Ragam pertunjukannya juga menjadi daya tarik, mulai dari pertunjukan lumba-lumba dan singa laut yang sangat populer hingga pertunjukan di akuarium besar laut lepas serta waktu makan berang-berang laut.

8. Dek Observasi Gunung Sarakura
Dek observasi ini menawarkan panorama menyeluruh kawasan perkotaan Kitakyushu.
Untuk menuju dek observasi di puncak gunung pada ketinggian 622 m, Anda perlu menaiki kereta kabel lalu berganti ke slope car, kereta yang bergerak di lereng.
Dari jendela kendaraan yang seluruh sisinya berkaca, Anda dapat menikmati pemandangan indah yang terus berubah seiring waktu.
Di bawah dek observasi terbentang pemandangan malam Kitakyushu, kota yang bersama Nagasaki dan Sapporo mendapat predikat sebagai “Tiga Kota Pemandangan Malam Terbaik Baru di Jepang”.

9. Mojiko Retro
Pelabuhan Moji dibuka pada awal era Meiji dan berkembang sebagai pelabuhan perdagangan internasional. Hingga kini, bangunan-bangunan berkarakter dari era Meiji hingga awal era Showa masih berdiri, sehingga menyusurinya sambil berjalan kaki menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Kitakyushu mendapat predikat sebagai salah satu dari “Tiga Kota Pemandangan Malam Terbaik Baru di Jepang”. Di antara tempat untuk menikmatinya, pemandangan dari Ruang Observasi Mojiko Retro sangat mengesankan.
Selain itu, sekitar akhir November hingga pertengahan Maret, dengan jadwal yang dapat berubah setiap tahun, diadakan “Mojiko Retro Roman Tosai” yang menerangi seluruh kawasan. Pelabuhan pada musim dingin pun terasa seperti dunia fantasi.

10. Reruntuhan Kastel Fukuoka
Kastel ini dibangun oleh ayah dan anak, Kuroda Yoshitaka atau Kanbei dan Kuroda Nagamasa, selama tujuh tahun mulai 1601. Dikenal sebagai kediaman keluarga Kuroda yang memerintah Domain Fukuoka sepanjang zaman Edo, kastel ini juga disebut Kastel Maizuru.
Konon, kastel yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Kyushu ini memiliki tiga landasan menara utama berukuran besar, sedang, dan kecil, serta 47 menara pengawas.
Area seluas 480.000 meter persegi, terutama di sekitar kompleks utama Honmaru serta kompleks Ninomaru dan Sannomaru, ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional.
Bangunan yang masih tersisa antara lain Menara Tamon yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting; bangunan yang ditetapkan oleh prefektur, yaitu menara yang konon bernama Shiomi, Gerbang Shimonohashi, dan gerbang bergaya nagayamon dari bekas kediaman Mori Tahei; serta Gerbang Najima yang ditetapkan oleh kota. Landasan menara utama besar kini berfungsi sebagai dek observasi.

11. Sakurai Futamigaura, Kota Itoshima
Sakurai Futamigaura terletak di bagian utara Kota Itoshima dan menghadap Laut Genkai.
Destinasi pemandangan indah yang mewakili Fukuoka ini terpilih sebagai salah satu dari “100 Pantai Terbaik Jepang” dan menjadi tempat singgah yang tidak boleh dilewatkan saat berkendara menjelajahi Itoshima.
Futamigaura populer sebagai lokasi fotografi karena suasananya berubah sesuai musim, dari laut yang tenang pada musim semi hingga ombak besar pada musim dingin.
Pemandangan senjanya begitu indah hingga masuk dalam daftar “100 Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik Jepang”. Waktu di sekitar titik balik matahari musim panas, saat matahari terlihat terbenam di antara dua batu besar Meoto Iwa atau “Batu Suami Istri”, menjadi masa dengan kunjungan wisatawan terbanyak sepanjang tahun.

12. Museum Nasional Kyushu
Dazaifu, tempat museum ini berada, merupakan pusat penting dalam sejarah Jepang kuno. Sebagai pusat pemerintahan wilayah Kyushu, kota ini juga aktif menjalin hubungan dengan dunia luar.
Berlatar sejarah tersebut, museum nasional keempat di Jepang ini dibuka pada 2005, tahun ke-17 era Heisei, dengan konsep khas: “memahami pembentukan budaya Jepang dari sudut pandang sejarah Asia”.
Daya tarik utamanya adalah Galeri Pertukaran Budaya, ruang pamer besar di lantai empat yang memperkenalkan sejarah pertukaran budaya Jepang dengan negara-negara Asia dan Eropa.

13. Kuil Homangu Kamado
Kuil Kamado adalah kuil Shinto dengan sejarah lebih dari 1.350 tahun. Kuil ini memuja Tamayorihime no Mikoto, yang sejak dahulu dipercaya sebagai dewi pengikat jodoh.
Dewi ini juga dipuja untuk memohon perlindungan dari pengaruh buruk arah mata angin dan dari kemalangan.
Terletak di kaki Gunung Homan, kuil ini menawarkan keindahan alam sepanjang musim dan terkenal sebagai tempat menikmati sakura pada musim semi serta dedaunan berwarna pada musim gugur.
Kini, kuil ini disebut sebagai salah satu lokasi ziarah penggemar “Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba” dan banyak dikunjungi penggemarnya untuk tujuan tersebut.

14. Kuil Tochoji
Tochoji, di Distrik Hakata, Kota Fukuoka, merupakan kuil Buddha aliran Shingon yang konon menjadi kuil pertama yang didirikan biksu ternama Kukai atau Kobo Daishi setelah pulang dari belajar di Tiongkok pada masa Dinasti Tang.
Nama resminya adalah “Tochomitsuji”, yang diberikan Kukai dengan harapan agar ajaran Buddha esoteris dapat terus diwariskan di wilayah timur.
Sorotan utamanya adalah patung Buddha besar dari kayu yang disebut “Fukuoka Daibutsu”.
Dengan tinggi 10,8 m yang merujuk pada 108 nafsu duniawi manusia dalam ajaran Buddha, patung ini termasuk salah satu patung kayu dalam posisi duduk terbesar di Jepang.

15. Kuil Kushida
Kuil pelindung utama Hakata ini konon didirikan pada zaman Nara dan akrab dipanggil “Okushida-san” oleh warga Hakata.
Kuil ini menjadi tempat persembahan Festival Hakata Gion Yamakasa yang diadakan setiap Juli sebagai penanda datangnya musim panas di Hakata. Di area kuil, Anda dapat melihat kazari yamakasa, bangunan hias festival yang megah, sepanjang tahun kecuali Juni.
Di area kuil juga terdapat Museum Sejarah Hakata yang memamerkan sumber sejarah berharga, seperti surat bersegel merah peninggalan Toyotomi Hideyoshi dan topeng tua untuk pertunjukan Matsubayashi dari zaman Muromachi. Di dekatnya terdapat pula Museum Rakyat Hakata Machiya dan tempat lain untuk merasakan suasana Hakata tempo dulu.

16. Kebun Binatang dan Kebun Raya Kota Fukuoka
Kebun binatang dan kebun raya ini berada di dalam Taman Minami yang memanfaatkan lahan perbukitan di Kota Fukuoka. Kebun binatang terletak di bagian tengah taman, sedangkan kebun raya berada di bagian selatan. Keduanya dihubungkan oleh jembatan penyeberangan.
Kebun binatang terbagi menjadi zona utara, zona selatan, dan zona Lembah Tropis Asia, dengan sekitar 100 jenis satwa yang dipelihara dan dipamerkan. Zona utara menjadi tempat badak putih selatan, jerapah, dan beruang hitam Asia. Zona selatan menampung panda merah, singa, harimau, dan kuda nil, serta memiliki area penguin yang dibuka pada Januari 2022. Sementara itu, di zona Lembah Tropis Asia terdapat orangutan, macan tutul, berang-berang cakar kecil, dan satwa lainnya.

17. Kuil Sumiyoshi, Kuil Utama Wilayah Chikuzen
Dari 2.129 kuil di seluruh Jepang yang memuja Sumiyoshi Okami, kuil ini disebut sebagai yang pertama. Dewa yang dipuja di sini juga disebut dalam “Kojiki”, catatan mitologi dan sejarah awal Jepang. Dengan sejarah lebih dari 1.800 tahun, kuil ini berstatus Shikinai Myojin Taisha, salah satu peringkat kuil dalam daftar kuno, serta menjadi ichinomiya atau kuil utama Wilayah Chikuzen.
Dewa-dewanya dipercaya muncul dari laut dan memberikan berbagai berkah sebagai dewa pelayaran dan bintang, serta dewa penyucian jiwa dan raga. Kuil ini juga memiliki hubungan erat dengan sumo. Sebelum turnamen sumo besar Kyushu pada musim gugur, diadakan ritual persembahan masuk arena oleh yokozuna, pegulat peringkat tertinggi, yang diselenggarakan Asosiasi Sumo Jepang.

18. Nokonoshima Island Park
Nokonoshima adalah pulau kecil di Teluk Hakata dengan keliling 12 km. Pulau resor yang mudah dijangkau ini dapat dicapai dalam 10 menit dengan kapal dari Dermaga Feri Meinohama di Distrik Nishi, Kota Fukuoka, dan banyak dikunjungi orang yang ingin bersantai.
Tujuan utama para pengunjung adalah Nokonoshima Island Park. Di taman seluas 150.000 meter persegi ini, hamparan bunga menghadirkan pemandangan indah pada setiap musim: bunga kanola pada musim semi, bunga matahari pada musim panas, kosmos pada musim gugur, dan narsis pada musim dingin. Laut biru Teluk Hakata yang terlihat di balik bunga-bunga menciptakan perpaduan warna yang indah.

19. Itoshima
Itoshima, yang dapat dicapai sekitar 30 menit dengan mobil dari Bandara Fukuoka atau Stasiun Hakata, adalah kawasan resor yang juga disukai warga Fukuoka. Berkendara menyusuri pesisir yang terkenal sebagai lokasi selancar menjadi kegiatan favorit di sini. Di sepanjang rute terdapat banyak tempat makan dan toko bergaya menarik.
Bagi yang baru pertama kali ke Itoshima, rute berkendara di sepanjang Jalan Prefektur 54 sangat direkomendasikan. Setelah melewati Taman Pemancingan Laut Kota Fukuoka, Anda akan melihat papan nama besar “Zauo Itoshima Honten”, restoran yang terkenal dengan hidangan ikannya.
Di pantai depan restoran ini terdapat ayunan di antara pohon palem yang populer sebagai latar foto Instagram.

20. Kastel Kokura
Kastel ini dibangun selama tujuh tahun mulai 1602 oleh Hosokawa Tadaoki, yang memperoleh wilayah tersebut atas jasanya dalam Pertempuran Sekigahara.
Setelah menjadi kediaman keluarga Ogasawara, kastel ini terbakar pada 1866 dan hanya menyisakan dinding batu. Seusai perang, menara utama dibangun kembali atas keinginan kuat warga.
Di lantai pertama menara utama terdapat teater yang mengesankan, tempat pengunjung dapat mempelajari sejarah sekitar 400 tahun kawasan ini sebagai pintu penghubung Honshu dan Kyushu yang ramai.
Lantai kedua memamerkan dokumen sejarah dan benda-benda lain yang berkaitan dengan para penguasa domain.
Lantai ketiga memperkenalkan kehidupan penuh misteri Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro, dua tokoh yang bertarung di Pulau Ganryujima di Selat Kanmon.

21. Museum Inochi no Tabi
Dengan konsep “perjalanan kehidupan”, museum terpadu sejarah alam dan sejarah manusia ini termasuk salah satu yang terbesar di Jepang bagian barat. Pamerannya menguraikan perjalanan evolusi kehidupan serta sejarah manusia dalam skala yang megah.
Beragam ruang pamer tersusun di sekitar koridor utama bernama Earth Mall dan Culture Mall. Anda dapat menikmati pameran berskala besar sambil menjelajah seolah sedang berjalan di pusat perbelanjaan raksasa.
Di Earth Mall, deretan spesimen kerangka dinosaurus, termasuk Diplodocus sepanjang sekitar 35 m dan Tyrannosaurus, akan membuat Anda terpukau oleh ukurannya.

6 Hal yang Patut Dilakukan di Fukuoka
Berikut enam kegiatan yang layak dimasukkan ke dalam rencana wisata Fukuoka Anda.
Gunakan sebagai referensi agar lebih mudah menyusun perjalanan sekaligus menikmati pesona Fukuoka secara maksimal.
1. Mencicipi Kuliner Fukuoka, Mulai dari Ramen Hakata, Motsunabe, hingga Mentaiko
Saat berkunjung ke Fukuoka, jangan lewatkan kuliner khasnya yang terkenal di seluruh Jepang.
Ramen Hakata, motsunabe, dan mentaiko begitu menarik hingga dapat menjadi alasan utama sebuah perjalanan. Meski waktu kunjungan singkat, hidangan-hidangan ini membantu Anda merasakan kekhasan Fukuoka.
Ramen Hakata memiliki ciri khas kuah tulang babi yang pekat dan mi tipis lurus.
Ada pula ramen Kurume dan ramen Nagahama yang sama-sama menggunakan kuah tulang babi, tetapi memiliki cita rasa serta gaya penyajian berbeda. Mencicipi dan membandingkannya juga menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Motsunabe adalah hidangan rebusan khas Fukuoka yang memadukan jeroan sapi atau babi dengan kucai dan kol.
Hidangan favorit ini dinikmati bukan hanya saat cuaca dingin, melainkan sepanjang tahun.
Mentaiko, telur ikan berbumbu, dapat dinikmati dengan berbagai cara: dimakan langsung, dipadukan dengan nasi atau pasta, maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Ketiga hidangan khas ini tersedia di banyak tempat makan di Kota Fukuoka, sehingga mudah disisipkan di sela-sela wisata.

2. Merasakan Suasana dan Hidangan Khas Yatai
Budaya yatai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman kuliner Fukuoka.
Warung kaki lima yang menyajikan ramen Hakata, oden, dan hidangan lainnya ini digemari sebagai tempat untuk mengenal keseharian Fukuoka melalui makanan.
Khususnya di kawasan Tenjin dan Nakasu, yatai mulai berjejer menjelang malam dan menjadi tempat berkumpul warga lokal serta wisatawan.
Daya tariknya adalah kesempatan menikmati hidangan khas Fukuoka, seperti ramen, ramen goreng, oden, dan gyoza, dalam suasana santai.
Setiap yatai memiliki menu dan suasana berbeda. Berpindah dari satu warung ke warung lain sambil mencari yang paling sesuai selera menjadi keseruan tersendiri.
Tempat duduk yang berdekatan dengan pemilik warung dan pengunjung lain memungkinkan Anda menikmati makanan sambil mengobrol. Momen seperti inilah yang menjadi pengalaman khas yatai.

3. Berkunjung ke Kuil Dazaifu Tenmangu
Dazaifu Tenmangu adalah salah satu destinasi klasik yang tidak boleh dilewatkan saat berwisata di Fukuoka.
Kuil bersejarah yang mewakili Fukuoka ini dikenal sebagai tempat pemujaan dewa ilmu pengetahuan dan dikunjungi banyak peziarah dari Jepang maupun luar negeri.
Di area kuil terdapat bangunan utama serta berbagai tempat menarik yang memperlihatkan alam setiap musim dan sejarah panjangnya.
Kuil ini juga terkenal dengan bunga plum, dengan pemandangan yang sangat indah dari akhir Januari hingga awal Maret.
Deretan toko oleh-oleh dan tempat makan memenuhi jalan menuju kuil. Berjalan-jalan sambil mencicipi umegae mochi, kue mochi panggang khas setempat, menjadi kesenangan tersendiri.
Akses kereta yang mudah dari pusat Kota Fukuoka dan waktu kunjungan sekitar setengah hari juga menjadi daya tarik.
Tempat ini cocok bagi pengunjung pertama ke Fukuoka maupun mereka yang ingin memadukan wisata kuil dengan kuliner dan jalan-jalan.

4. Menikmati Kafe Berpemandangan Indah dan Berkendara di Pesisir Itoshima
Diberkahi laut dan pegunungan, Itoshima adalah kawasan populer yang dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam dari Kota Fukuoka, sehingga mudah dimasukkan dalam rencana wisata.
Garis pantai yang indah membentang di utara, pegunungan berjajar di selatan, dan hamparan pedesaan yang tenang berada di antaranya.
Keragaman pemandangan di setiap bagian wilayah menjadi salah satu pesona khas Itoshima.
Di sepanjang pesisir terdapat kafe dan restoran yang memanfaatkan keindahan lokasinya. Anda dapat menikmati makanan atau bersantai di kafe dengan suasana yang lapang.
Aneka kuliner berbahan lokal juga menjadi daya tarik, seperti ikan kakap merah, sashimi cumi yang disiapkan dari cumi hidup, daging sapi Itoshima, dan stroberi Amaou.
Saat cuaca cerah, sekadar bersantai memandang laut sudah cukup untuk menikmati ketenangan yang jauh dari rutinitas sehari-hari.
Kawasan ini sangat direkomendasikan bagi pencinta alam dan pemandangan indah, serta wisatawan yang mencari perjalanan dengan suasana tenang.

5. Menikmati Ritme Santai Kehidupan Pulau di Nokonoshima
Nokonoshima adalah pulau yang dapat dicapai dengan feri dari Dermaga Feri Meinohama di Distrik Nishi, Kota Fukuoka, dan mudah dinikmati dalam perjalanan sehari.
Perjalanan bus dari kawasan Hakata atau Tenjin ke Dermaga Feri Meinohama memakan waktu sekitar 40–50 menit. Namun, penyeberangan ferinya singkat, hanya sekitar 10 menit, sehingga perjalanan tidak terlalu melelahkan.
Pulau ini menawarkan pemandangan tenang yang dikelilingi laut dan pepohonan, tempat Anda dapat berjalan-jalan dan menikmati waktu santai.
Khususnya di Nokonoshima Island Park, Anda dapat menikmati bunga-bunga musiman sekaligus panorama Teluk Hakata, serta merasakan suasana lapang khas pulau.
Meski perlu sedikit waktu untuk mencapainya, daya tarik Nokonoshima terletak pada suasananya yang berbeda dari Kota Fukuoka.
Pulau ini direkomendasikan bagi Anda yang ingin memperlambat ritme perjalanan, bersantai di tengah alam, atau merasakan wisata pulau dalam waktu singkat.

6. Mencoba Kakuchi di Kitakyushu
Jika ingin mengenal budaya minum Fukuoka lebih dalam, cobalah kakuchi yang telah lama digemari di Kitakyushu.
Kakuchi adalah kebiasaan minum alkohol di salah satu sudut toko minuman beralkohol, sebuah budaya khas yang mengakar dalam keseharian warga lokal.
Budaya kakuchi dipercaya berasal dari Kitakyushu.
Dahulu, para pekerja pabrik biasa singgah sepulang kerja untuk minum segelas sebelum pulang. Kini, kebiasaan tersebut telah menyebar ke seluruh Jepang.
Hingga sekarang, sejumlah toko minuman di kota ini masih menawarkan kakuchi bergaya lama, dengan suasana sederhana yang belum terlalu berorientasi pada wisatawan.
Ciri khasnya adalah kesempatan menikmati minuman, terutama sake dan shochu, dengan harga terjangkau, bahkan jika hanya memesan satu gelas.
Menikmati minuman dan kudapan sambil berbincang secara spontan dengan pemilik toko atau pelanggan tetap menjadi pengalaman lokal khas Kitakyushu.
Kegiatan ini direkomendasikan bagi Anda yang ingin mengenal budaya minum Fukuoka dengan cara berbeda dari wisata kuliner populer atau yatai, serta menikmati kota dari sudut pandang yang lebih dekat dengan warga setempat.

5 Tempat di Fukuoka untuk Pengalaman Istimewa
Selain memiliki beragam destinasi wisata, Fukuoka juga menawarkan banyak tempat untuk merasakan pengalaman istimewa.
Tempat-tempat berikut merupakan destinasi menarik yang belum menjadi pilihan wisata umum.
Kenali budaya dan alam khas Fukuoka sambil menciptakan kenangan perjalanan yang istimewa.
1. Taman Wisteria Kawachi
Di taman seluas 3.000 tsubo, atau sekitar 9.900 meter persegi, ini, bunga wisteria biasanya bermekaran dari akhir April hingga awal Mei.
Terdapat 22 jenis wisteria dengan beragam warna, seperti putih, ungu kebiruan, dan merah muda. Dua terowongan bunga sepanjang 80 m dan 110 m menjadi pemandangan yang sangat mengesankan dan sulit dilupakan.
Selain itu, biasanya mulai pertengahan November, sekitar 700 pohon maple yang mengelilingi para-para wisteria berubah warna. Karena itu, taman ini juga populer sebagai destinasi untuk menikmati dedaunan musim gugur.

2. Kuil Nanzoin
Nanzoin terletak di Kota Sasaguri, Distrik Kasuya, Prefektur Fukuoka. Dikenal sebagai kuil utama jalur ziarah Sasaguri Shikoku, kuil ini dipercaya memiliki energi spiritual dan dikunjungi banyak peziarah sepanjang tahun.
Daya tarik utamanya adalah patung Buddha berbaring “Shaka Nehanzou” sepanjang 41 m dan setinggi 11 m. Patung ini termasuk salah satu patung Buddha berbaring dari perunggu terbesar di dunia.
Pada telapak kakinya terukir pola yang melambangkan ajaran dan pandangan dunia dalam agama Buddha. Ukiran tersebut dapat dilihat dari dekat.
Di area kuil terdapat pula Terowongan Tujuh Dewa Keberuntungan, tempat ketujuh dewa tersebut dipuja, serta Jalan Nakamise yang menjual kudapan khas Nanzoin, dupa, dan barang lainnya. Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati jalan-jalan di area kuil.

3. Wisata Perahu Kanal Yanagawa
Yanagawa, yang terletak di bagian selatan Prefektur Fukuoka, dikenal sebagai “kota kanal”. Kanal-kanal dari zaman Edo membentang seperti jaring di seluruh kota. Kegiatan paling menarik di sini adalah wisata menyusuri kanal dengan perahu donko.
Sambil mendengarkan penjelasan dan nyanyian pengemudi perahu, Anda dapat menikmati pemandangan setiap musim dalam suasana santai.
Saat ini, ada empat perusahaan yang mengoperasikan wisata perahu tersebut. Masing-masing memiliki tempat naik perahu yang dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Stasiun Nishitetsu Yanagawa, lalu membawa pengunjung dengan perahu donko menuju pusat kawasan wisata.

4. Kuil Munakata Taisha
Salah satu kuil tertua di Jepang ini juga muncul dalam mitologi Jepang. Kuil ini memuja tiga dewi Munakata, putri-putri Amaterasu Omikami, dewi leluhur keluarga kekaisaran.
Kuil ini merupakan kuil utama bagi sekitar 6.200 Kuil Munakata, Kuil Itsukushima, dan kuil lain di seluruh Jepang yang memuja tiga dewi Munakata.
Ketiga dewi tersebut dipercaya menaungi kemakmuran keluarga kekaisaran dan perlindungan negara. Sejak dahulu hingga kini, mereka juga dipuja sebagai dewi tertinggi yang membimbing segala “jalan”, mulai dari keselamatan pelayaran dan perjalanan darat hingga jalan kehidupan, kesenian, serta kesehatan.

5. Taman Kuasi-Nasional Hiraodai
Taman alam ini termasuk salah satu dari tiga kawasan karst utama di Jepang. Dataran tinggi karstnya berada pada ketinggian 350–600 m dan membentang sepanjang 6 km dari utara ke selatan serta 2 km dari timur ke barat. Batu-batu kapur yang menyerupai kawanan domba menciptakan pemandangan yang unik.
Konon, batu kapur Hiraodai berasal dari sisa organisme laut, seperti karang dan fusulina, yang hidup di laut dekat khatulistiwa sekitar 340 juta tahun lalu. Sisa-sisa tersebut menjadi batu kapur, lalu berpindah ke lokasi Hiraodai sekarang akibat pergerakan kerak bumi.
Bentang alam karst kemudian terbentuk ketika batu kapur itu mengalami pelarutan dan pengikisan oleh air hujan serta faktor lainnya.
Selain menyusuri jalur pendakian yang dipenuhi batu kapur, Anda juga dapat menjelajahi gua, termasuk gua batu kapur.

7 Tempat Makan Populer untuk Menikmati Kuliner Fukuoka
Membahas kuliner Fukuoka tidak lengkap tanpa cita rasa tempat makan legendaris dan restoran ternama kesayangan warga lokal.
Hidangan khas Fukuoka, seperti ramen kuah tulang babi, motsunabe, dan udon, digemari tidak hanya oleh wisatawan, tetapi juga penduduk setempat.
Berikut pilihan tempat makan yang sangat populer di Fukuoka.
1. Hakata Ikkousha Sohonten
Hakata Ikkousha termasuk salah satu restoran terpopuler di antara banyaknya tempat makan ramen kuah tulang babi Hakata.
Restoran utama yang berada di depan Stasiun JR Hakata ini menjadi pusat Ikkousha, yang mengembangkan lima merek dengan karakter berbeda.
Ciri khas terbesarnya adalah kuah berbusa yang dikenal sebagai pelopor “ramen gaya berbusa”.
Rahasia busanya yang halus dan lembut terletak pada metode khas restoran, yaitu pematangan kuah dengan penambahan kuah baru dan pemasakan berulang.
Menurut penjelasannya, kuah yang baru dimasak ditambahkan ke dalam kuah yang sudah matang di panci hagama, lalu terus dimasak sambil diaduk. Proses ini menghasilkan busa lemak yang membawa rasa manis dan gurih pekat dari tulang babi.

2. Hakata Motsunabe Yamanaka Honten
Didirikan pada 1984, restoran ini menjadi salah satu nama utama dalam sajian motsunabe Hakata. Restoran utamanya menempati bangunan bergaya gudang tradisional Jepang yang autentik, dihiasi perabot antik dan modern dengan suasana klasik yang berkarakter.
Dalam ruang yang elegan dan klasik ini, Anda dapat menikmati motsunabe andalan mereka dengan santai.
Motsunabe rasa miso khasnya dikembangkan melalui banyak percobaan. Saat restoran ini berdiri, kuah kecap asin masih menjadi standar. Kelezatan rasa miso yang inovatif pun mengubah anggapan tentang motsunabe dan segera meraih popularitas.

3. Ganso Hakata Mentaiju Nishinakasu
Restoran spesialis hidangan mentaiko ini berada di Nishinakasu, kawasan yang dikenal sebagai tempat berkumpul para pencinta kuliner dan deretan restoran ternama Hakata.
Restoran ini dapat disebut sebagai pelopor tempat makan khusus yang menyajikan mentaiko, makanan khas Fukuoka yang sebelumnya banyak dijual sebagai oleh-oleh, sebagai hidangan utama.
Menu andalannya adalah “Mentaiju”, yang juga menjadi nama restoran. Satu potong utuh mentaiko berbalut rumput laut kombu, yang dimarinasi perlahan dengan proses telaten, diletakkan di atas nasi beralas nori.
Saus racikan khusus dengan empat pilihan tingkat kepedasan semakin memperkaya cita rasa mentaiko.
Wijen, daun shiso, dan irisan cabai tipis di atas mentaiko menambah warna hidangan. Perhatikan juga kotak saji khusus dari porselen Arita yang dihiasi lapisan perak.

4. Kamakiri Udon
Restoran udon populer di Fukuoka ini pernah meraih Michelin Plate.
Dibuka pada 2013, restoran ini merupakan cabang kedua Niwakaya Chosuke, yang dikenal sebagai pelopor “udon izakaya”, tempat menikmati minuman beralkohol lalu menutup santapan dengan udon.
Mi buatan sendiri diproduksi di ruang pembuatan mi yang menyatu dengan restoran. Menggunakan gandum dari Itoshima, Prefektur Fukuoka, mi ini memiliki tekstur kenyal dan elastis.
Perhatian terhadap bahan juga terlihat pada kaldunya yang menggunakan kombu dan serpihan ikan bonito pilihan.
Tersedia lebih dari 20 pilihan menu, mulai dari hidangan klasik hingga menu musiman, termasuk udon tempura akar burdock khas Fukuoka, udon panas dengan mentaiko dan telur, serta udon kimchi. Anda juga dapat menambah pelengkap seperti rumput laut wakame, telur mentah, dan serutan kombu.
Pada musim panas, udon dingin dengan jeruk sudachi yang menjadi andalan Kamakiri direkomendasikan. Hidangan nasi mangkuk yang menggunakan kaldu pilihan mereka juga patut dicoba.

5. Toriden Hakata Honten
Toriden Hakata Honten, yang berada di Hakata, pusat Prefektur Fukuoka, menyajikan mizutaki, hidangan rebusan tradisional yang berakar pada Festival Gion Yamakasa di Hakata.
Setelah panci dibawa ke meja, staf mulai memasak di hadapan Anda. Pertama-tama, nikmati kuahnya saja. Kuah ini dibuat dengan merebus ayam utuh dari Kyushu hanya dengan air selama enam jam, sehingga rasa gurih alami ayam terkonsentrasi dan memenuhi mulut dengan cita rasa yang mendalam.
Selanjutnya, cara khas Toriden adalah menikmati ayam bertulang yang bertekstur kenyal serta potongan paha dan dada bersama daun bawang Hakata yang dicelup sebentar ke dalam kuah.

6. Hakata Gion Tetsunabe
Restoran ini populer dengan tetsunabe gyoza, pangsit yang dimasak dalam wajan besi dan menjadi kuliner khas Fukuoka yang konon berasal dari yatai Hakata.
Restoran ini merupakan salah satu pelopor gyoza dalam wajan besi bundar, dengan pangsit berukuran kecil yang disusun membentuk lingkaran-lingkaran sepusat di dalam wajan panas, lalu dipanggang merata.
Permukaan pangsit yang renyah dan harum, serta sari daging yang meluap saat digigit, membuatnya sulit berhenti disantap. Rasanya kuat, tetapi tetap ringan dengan aroma kucai yang kaya. Konon, dua hingga tiga porsi pun mudah dihabiskan.

7. Torikawaya
Torikawaya adalah restoran yakitori yang sangat populer berkat torikawa, sate kulit ayam khas Hakata.
Akses yang mudah dari stasiun terdekat membuat restoran ini digemari warga lokal maupun wisatawan.
Torikawa dibuat dengan melilitkan kulit ayam pada tusuk sate. Tampilannya menggugah selera, dengan bagian luar renyah dan bagian dalam berair.
Karena dipanggang sambil membuang lemaknya, sate ini dikenal membuat pengunjung ingin terus menambah tusuk demi tusuk.
Tersedia tiga pilihan bumbu: garam, saus tare, dan kecap asin. Cobalah membandingkannya untuk menemukan rasa favorit Anda.
Selain torikawa, Anda juga dapat memesan sate bagian ayam lainnya, seperti jantung dan daging leher, serta sate sayuran.

5 Destinasi Belanja Favorit di Fukuoka yang Mudah Disisipkan dalam Rencana Wisata
Destinasi belanja Fukuoka terutama terkonsentrasi di Kota Fukuoka, khususnya kawasan Hakata.
Berikut lima tempat belanja favorit yang mudah dikunjungi di sela-sela wisata.
1. Canal City Hakata
Kompleks multifungsi seluas sekitar 43.500 m² ini mencakup pusat perbelanjaan, bioskop, teater, fasilitas hiburan, serta dua hotel. Kanal sepanjang sekitar 180 m yang mengalir di tengah deretan bangunan berwarna-warni menjadi simbolnya.
Selain untuk berbelanja dan menikmati hiburan, Canal City Hakata juga menyenangkan untuk sekadar dikunjungi dan dinikmati suasananya.

2. JR Hakata City
Terhubung langsung dengan Stasiun JR Hakata, kompleks komersial besar ini merupakan salah satu gedung stasiun terbesar di Kyushu. Kompleks ini mencakup AMU Plaza Hakata dan Hakata Hankyu di Pintu Hakata sebelah barat, serta Hakata Deitos dan AMU EST di Pintu Chikushi sebelah timur.
AMU Plaza Hakata memiliki lebih dari 200 toko, termasuk Tokyu Hands. Ada pula area belanja dengan beragam merek terkini serta “City Dining Kuten”, salah satu kawasan restoran terbesar di Jepang.

3. Pusat Perbelanjaan Bawah Tanah Tenjin
Tenjin, di Distrik Chuo, Kota Fukuoka, adalah kawasan komersial dan hiburan terbesar di Kyushu. Pusat Perbelanjaan Bawah Tanah Tenjin membentang sekitar 600 m tepat di bawah Jalan Watanabe-dori yang melintasi kawasan ini dari utara ke selatan, dari Jalan Showa-dori di utara hingga Jalan Kokutai-doro di selatan.
Terbagi menjadi zona 1 hingga 12, pusat perbelanjaan ini memiliki sekitar 150 toko yang menjual fesyen, makanan, aneka barang, buku, dan lainnya.
Selain untuk berbelanja dan menikmati kuliner, tempat ini juga praktis sebagai jalur penghubung. Kompleks ini terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Bawah Tanah Tenjin dan Tenjin-minami, serta memiliki akses ke Stasiun Nishitetsu Fukuoka (Tenjin) dan Terminal Bus Nishitetsu Tenjin.

4. Bayside Place Hakata
Menghadap Dermaga Hakata, kompleks pelabuhan ini memadukan suasana tepi laut yang lapang dengan beragam kegiatan menyenangkan.
Di dalam bangunan berkaca yang luas terdapat restoran dan kafe untuk bersantap sambil memandang laut, pasar yang menjual hasil laut segar serta sayuran lokal, dan beragam toko.
Daya tarik terbesarnya adalah lokasinya. Angin laut dan aroma khas pesisir menciptakan suasana yang menyegarkan pikiran.
Di dalam kompleks terdapat “Bayside Aquarium”, akuarium silinder besar setinggi sekitar 8 m dan berdiameter sekitar 9 m, tempat Anda dapat mengamati penyu serta ikan laut dari dekat. Karena dapat dilihat secara gratis, tempat ini banyak dikunjungi keluarga dan tetap menyenangkan saat hujan.

5. MARK IS Fukuoka Momochi
MARK IS Fukuoka Momochi adalah pusat perbelanjaan besar di sebelah Fukuoka PayPay Dome.
Terdapat sekitar 160 gerai, terutama toko fesyen, aneka barang, dan kosmetik, termasuk banyak gerai merek serta toko khusus.
Pilihan kafe dan restorannya juga lengkap, sehingga kesempatan menikmati kuliner Fukuoka menjadi salah satu daya tariknya.
Kompleks ini juga khas karena menerapkan teknologi mutakhir, seperti robot pembersih dan sistem informasi berbasis kecerdasan buatan.

5 Akomodasi Populer di Fukuoka yang Praktis dan Berkualitas
Untuk perjalanan yang istimewa, pilihlah akomodasi dengan cermat agar pengalaman Anda semakin memuaskan. Fukuoka memiliki beragam pilihan penginapan, mulai dari hotel hingga ryokan, penginapan tradisional Jepang.
Berikut pilihan akomodasi dengan lokasi praktis, ruang yang nyaman, serta fasilitas dan layanan lengkap. Jika belum menentukan tempat menginap, pertimbangkan pilihan-pilihan ini.
1. Miyako Hotel Hakata
Hotel mewah berkonsep smart luxury yang terhubung langsung dengan Stasiun Hakata ini menawarkan suasana resor di tengah kota, dengan fasilitas lengkap seperti spa atap dan kamar bert teras.
Area spa di lantai teratas memiliki air terjun mencolok yang mengalir dari ketinggian 8 m, serta kolam air panas alami yang sumbernya diambil dari lahan hotel, bak berendam dengan semburan air, dan kolam kecil.
Bersantai di tepi kolam sambil memandang Kota Fukuoka pada siang hari atau dikelilingi pencahayaan memikat pada malam hari benar-benar menghadirkan pengalaman resor perkotaan.

2. Hotel Okura Fukuoka
Hotel Okura Fukuoka, yang terletak di Kawabatamachi, Distrik Hakata, menawarkan lokasi yang sangat praktis sebagai pangkalan wisata.
Hotel ini mudah dicapai, sekitar tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Kereta Bawah Tanah Nakasu-Kawabata, dan memudahkan perjalanan ke Tenjin maupun Nakasu.
Interiornya bernuansa klasik dan tenang, sehingga Anda juga dapat bersantai di lobi serta ruang bersama.
Kamar-kamarnya ditata dengan interior yang mencerminkan tradisi Hakata, memberikan tempat beristirahat yang nyaman setelah seharian menikmati wisata yang ramai.
Hotel ini juga memiliki sembilan restoran dan bar yang menyajikan beragam hidangan autentik, termasuk masakan Jepang, teppanyaki, dan masakan Tiongkok.

3. Hotel Cultia Dazaifu
Hotel ini memiliki 13 kamar yang tersebar di tiga bangunan di kawasan permukiman sekitar gerbang Kuil Dazaifu Tenmangu.
Bangunan-bangunan bernilai sejarah yang bertahan di kawasan tersebut sejak akhir zaman Edo, termasuk bangunan cagar budaya berusia 130 tahun, dipugar dengan saksama.
Hotel ini menawarkan pengalaman istimewa untuk “menginap” di bangunan bersejarah dan lingkungan kota yang sebelumnya hanya menjadi objek untuk “dilihat”.
Daya tarik utamanya adalah pengalaman menginap yang terasa menyatu dengan kehidupan kawasan sekitar kuil Dazaifu.
Pengalaman budaya khusus tamu, seperti kunjungan istimewa ke Dazaifu Tenmangu pada malam hari setelah gerbang ditutup, memungkinkan Anda mengenal pesona Dazaifu lebih dalam yang tidak dijumpai dalam wisata biasa.
Hotel ini juga memiliki restoran Prancis yang memanfaatkan bahan-bahan lokal, sehingga Anda dapat menikmati daya tarik daerah melalui makanannya.

4. Nishitetsu Grand Hotel
Didirikan pada 1969, hotel legendaris ini menjadi salah satu hotel terkemuka di Fukuoka. Lokasinya berada di sudut pertemuan Jalan Meiji-dori dan Tenjin Nishi-dori, dengan akses yang sangat mudah ke Stasiun Kereta Bawah Tanah Tenjin. Petugas pintu menyambut tamu di pintu masuk, menghadirkan suasana berkelas dan elegan.
Kamar-kamarnya sederhana dan bergaya anggun, dengan ketenangan yang membuat Anda lupa sedang berada di tengah kota.
Hotel ini memiliki banyak restoran yang dikenal akan kelezatan makanannya, dengan pilihan jenis hidangan yang beragam.

5. The Ritz-Carlton, Fukuoka
Hotel mewah ini terletak sekitar lima menit berjalan kaki dari Stasiun Kereta Bawah Tanah Tenjin.
Sebanyak 147 kamar dan 20 suite menampilkan desain modern serta elegan yang terinspirasi oleh karakter khas Fukuoka.
Sentuhan akhir interior dan karya seninya memadukan kerajinan tradisional setempat, seperti kerajinan bambu dan tenun Hakata. Ruang-ruangnya menghadirkan detail kreatif yang mengingatkan pada sejarah Fukuoka sebagai pintu hubungan dengan daratan Asia sejak dahulu.
Kamar-kamar berada di lantai 19 hingga 23, semuanya dirancang lapang dengan luas minimal 50 m².
Tersedia tiga pilihan pemandangan: teluk, cakrawala perkotaan, dan taman.
Bar dan restoran hotel menyajikan makanan serta minuman dengan banyak bahan lokal, termasuk wagyu hitam yang dibesarkan di padang rumput Pulau Iki, hasil laut dari Laut Genkai, wiski dari sejumlah penyulingan terbaik Jepang, dan teh dari Kyushu.

Bingung Memilih? Ini 5 Oleh-Oleh Favorit dari Fukuoka
Kudapan Fukuoka sarat dengan kekhasan daerah berkat perhatian pada cita rasa dan bahan-bahan lokal.
Rasanya dapat membangkitkan kenangan perjalanan, sehingga cocok untuk dinikmati sendiri maupun dijadikan oleh-oleh bagi orang lain.
Jika bingung memilih, pertimbangkan lima oleh-oleh favorit Fukuoka berikut.
1. Fukutaro “Menbei, Senbei Rasa Mentaiko Pedas”
“Menbei, Senbei Rasa Mentaiko Pedas” diproduksi dan dijual oleh Fukutaro, produsen yang terkenal dengan mentaiko khas Hakata.
Kerupuk senbei ini mengandung mentaiko Fukutaro, dengan rasa pedas ringan yang membuat ketagihan. Lebih dari 20 tahun sejak diluncurkan, Menbei kini menjadi oleh-oleh andalan Fukuoka dan produk populer Fukutaro yang sejajar dengan mentaikonya.
Mentaiko yang dibuat dengan proses khusus dicampurkan ke dalam adonan senbei menggunakan teknik tersendiri. Cumi dan gurita juga ditambahkan untuk menghasilkan rasa gurih yang terkonsentrasi.

2. Meigetsudo “Hakata Torimon”
Festival Hakata Dontaku diadakan setiap tahun pada 3 dan 4 Mei, saat banyak orang meramaikan kota.
Dalam dialek Hakata, orang-orang yang berparade mengenakan kostum Dontaku sambil memainkan shamisen, seruling, dan drum disebut “torimon”. Sebutan inilah yang menjadi asal nama Hakata Torimon, kue khas Hakata yang memadukan gaya Jepang dan Barat.

3. Josuian “Tsukushi Mochi”
Kue tradisional Jepang ini dibuat dari beras Hiyoku asal Dataran Tsukushi yang diuleni dengan air pilihan menjadi mochi, lalu ditaburi banyak bubuk kedelai panggang keemasan. Sirup gula hitam yang dikemas terpisah dituangkan di atasnya, kemudian mochi disantap dengan tusuk kecil. Penjualannya mencapai lebih dari 12 juta buah per tahun.
Mochinya bertekstur halus sekaligus kenyal, dengan kelembutan yang terasa nikmat saat terurai di mulut.
Perpaduan rasa manis yang kaya dan aroma panggang menghasilkan cita rasa lembut yang membuat ingin terus menikmati, sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa kue tradisional Jepang.
Kemasannya yang didominasi putih dan merah muda memberi kesan mewah seperti peralatan berlapis lak, sehingga cocok sebagai hadiah.
Masa simpannya sekitar 20 hari. Tersedia kemasan berisi 2 hingga 45 buah, sehingga Anda dapat memilih sesuai kebutuhan.

4. Hiyoko Honpo Yoshinodo “Meika Hiyoko”
Meika Hiyoko dari Hiyoko Honpo Yoshinodo lahir di Kota Iizuka, Prefektur Fukuoka, pada 1912. Kue ini berupa manju panggang berbentuk tiga dimensi menyerupai anak ayam.
Sejak pertama dipasarkan, kue ini dibentuk dengan tangan secara telaten. Bentuk dan rasanya hampir tidak berubah selama lebih dari 100 tahun.
Bentuk menggemaskan yang tergolong baru pada masanya ini segera meraih popularitas. Kini, kue tradisional Jepang ini juga dikenal sebagai oleh-oleh Tokyo.
Bagian dalamnya berisi banyak pasta kacang putih asal Hokkaido yang dicampur kuning telur, menghadirkan rasa manis lembut yang memenuhi mulut.
Kulitnya menggunakan tepung gandum dari Kyushu, ditambah telur dan sirop gula, lalu dipanggang agar tetap lembap dan bertekstur elastis.
Ragam variannya juga menarik, seperti “O-hiyoko” yang berukuran sekitar lima kali ukuran biasa dan “Cha Hiyoko” yang hanya dijual di Fukuoka pada musim panas.

5. Sugar Butter Sand no Ki “Amaou Ichigo Butter”
“Amaou Ichigo Butter” dari Sugar Butter Sand no Ki adalah biskuit lapis mentega istimewa yang menggunakan stroberi bermerek Amaou, varietas langka dari Fukuoka, dengan seluruh kandungan buahnya berasal dari stroberi tersebut.
Meski hanya dijual di Hakata, produk ini terjual sekitar 350.000 buah dalam satu bulan. Kemasannya yang menggemaskan dengan warna dasar biru muda juga patut diperhatikan.
Mentega stroberi racikan khusus dan sari stroberi meresap ke dalam adonan sereal. Setiap gigitan menyebarkan aroma stroberi yang segar, manis, dan asam di mulut.
Rasa manis dan asam alami stroberi, kekayaan rasa mentega, serta tekstur renyah berpadu secara seimbang. Cita rasanya yang kaya buah dan terasa segar juga mendapat penilaian tinggi dari pencinta stroberi.
Teksturnya yang ringan cocok dipadukan dengan kopi atau teh, sehingga direkomendasikan sebagai teman waktu minum teh yang istimewa.

Festival dan Acara Terkenal di Fukuoka Menurut Musim
Beragam festival dan acara berlangsung di Fukuoka sepanjang tahun.
Yang diperkenalkan di sini adalah acara-acara yang sangat terkenal dan sarat dengan pesona lokal.
Jika waktunya bertepatan dengan kunjungan Anda, sempatkan hadir untuk merasakan daya tariknya secara langsung.
Acara yang memadukan sejarah, budaya, dan suasana musim ini akan menjadi pengalaman yang berkesan.
Musim Semi: Festival Wisteria Besar Yame Kurogi
Festival Wisteria Besar Yame Kurogi adalah festival musim semi yang diadakan setiap tahun dari pertengahan hingga akhir April di area Kuil Susanoo, Kurogi-machi, Kota Yame, Prefektur Fukuoka.
“Wisteria Besar Kurogi”, yang berusia sekitar 630 tahun dan ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional, mengembangkan rangkaian bunga sepanjang lebih dari 1 m pada para-para seluas sekitar 3.000 m². Keindahannya berbeda antara siang dan malam.
Selama festival, diadakan pasar produk lokal, penyajian teh gratis, kegiatan mengumpulkan stempel, dan pencahayaan malam, sehingga pengunjung dapat menikmati budaya serta produk khas setempat.
Wisteria pada malam hari menghadirkan pemandangan memikat yang mengesankan para pengunjung. Festival ini ramai dikunjungi wisatawan setiap tahun dan telah menjadi tradisi yang mewarnai musim semi di daerah tersebut.

Musim Panas: Hakata Gion Yamakasa
Hakata Gion Yamakasa adalah tradisi berusia lebih dari 700 tahun yang diadakan setiap Juli di Distrik Hakata, Kota Fukuoka, sebagai persembahan kepada Kuil Kushida.
Sorotan utamanya adalah “Oiyamakasa”, ketika para pria berpakaian tradisional shimekomi mengangkat kaki yamakasa, bangunan festival berbobot lebih dari satu ton, dan berlari penuh semangat menyusuri jalan-jalan Hakata.
Festival berlangsung dari 1 hingga 15 Juli, menyelimuti Hakata dengan suasana penuh semangat.
Kazari yamakasa yang megah, dengan tinggi lebih dari 10 m, juga dipajang di berbagai lokasi kota dan membuat pengunjung terpukau.
Festival ini terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan terus diwariskan sebagai kebanggaan masyarakat setempat.
Semangat para pria dan rasa kebersamaan seluruh kota menghadirkan kemeriahan serta pengalaman mengharukan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Musim Gugur: Festival Hojoya di Kuil Hakozaki
Festival tahunan musim gugur ini termasuk dalam tiga festival besar Hakata, bersama Hakata Dontaku pada musim semi dan Hakata Gion Yamakasa pada musim panas.
Dengan sejarah lebih dari 1.100 tahun, festival ini diadakan untuk menenangkan arwah segala makhluk hidup dan menyampaikan rasa syukur, sekaligus memohon kelancaran usaha serta keselamatan keluarga. Berbagai ritual Shinto dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam.
Setiap dua tahun, pada tahun ganjil dalam kalender Masehi, sekitar 500 anggota komunitas kuil berpartisipasi dalam prosesi Goshinko atau arak-arakan kuil portabel, yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Rakyat Takbenda Kota Fukuoka.

Musim Dingin: Christmas Advent
Acara besar yang memadukan iluminasi dan pasar Natal ini berlangsung di 12 lokasi di Kota Fukuoka dan Kota Kitakyushu.
Dimulai pada 2013, acara ini telah menarik total sekitar 12 juta pengunjung dan menjadi salah satu tradisi musim dingin Fukuoka.
Mengusung tema “Five Senses Christmas—Natal yang Dinikmati dengan Kelima Indra”, berbagai lokasi di kawasan ini dihubungkan oleh rangkaian cahaya. Daya tarik besarnya adalah kesempatan menikmati seni, kuliner, dan musik.
Selain iluminasi berkilauan, ada banyak hal menarik, seperti Festival Musik Klasik Fukuoka dan “KBC FESTA de SANTA” yang menampilkan sekitar 130 patung Sinterklas.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Fukuoka
Berikut lima hal yang perlu diketahui agar Anda dapat menikmati Fukuoka secara maksimal.
Gunakan informasi ini agar tidak menyesal karena kurang persiapan.
1. Yatai Bisa Antre, Penuh, dan Tidak Buka Setiap Hari
Yatai, salah satu daya tarik malam Fukuoka, sangat populer. Bergantung pada jam dan harinya, antrean dapat terbentuk atau kursi sudah penuh sejak awal malam.
Khususnya pada akhir pekan dan musim wisata, kawasan ini mudah ramai, sehingga tidak jarang Anda harus menunggu untuk masuk ke yatai yang dituju.
Perlu diingat pula bahwa yatai dapat tutup karena cuaca atau keperluan pemiliknya, sehingga belum tentu buka setiap hari.
Karena itu, sebaiknya susun rencana yang fleksibel: datanglah dengan waktu yang cukup atau siapkan beberapa pilihan warung sebelumnya.
Yatai lebih cocok dinikmati sebagai tempat untuk menemukan perjumpaan spontan daripada tempat yang harus dikunjungi persis sesuai rencana.
Datanglah dengan niat untuk singgah santai di warung yang masih memiliki tempat kosong. Sikap ini dapat membawa Anda pada pengalaman malam yang lebih khas Fukuoka.

2. Jelajahi Nakasu Sebelum Terlalu Larut
Nakasu adalah salah satu kawasan hiburan utama Fukuoka, dengan banyak yatai dan tempat makan.
Dari sore hingga malam, banyak orang datang untuk bersantap dan menikmati yatai, menciptakan suasana yang nyaman dijelajahi wisatawan.
Namun, semakin larut, karakter kawasan hiburan malamnya semakin terasa, dan suasana sekitar dapat berubah jauh bergantung pada waktunya.
Pada larut malam, orang yang menawarkan atau mengajak masuk ke tempat hiburan semakin banyak. Jalan yang sepi juga dapat terasa kurang nyaman.
Khususnya bagi perempuan yang berjalan sendirian, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada larut malam.
Jika tujuan Anda menikmati yatai atau makan malam, rencanakan kunjungan pada jam yang relatif awal. Jika harus pulang larut, bepergianlah bersama orang lain agar perjalanan lebih tenang.

3. Banyak Kedai Ramen Hakata Mengandalkan Pesanan Mi Tambahan
Banyak kedai ramen Hakata menyajikan porsi mi yang agak sedikit dengan anggapan bahwa pelanggan akan memesan “kaedama”, yaitu tambahan mi untuk kuah yang masih tersisa.
Karena itu, pengunjung yang baru pertama kali mencobanya mungkin merasa porsi awalnya kurang banyak.
Jika belum kenyang, cobalah memesan kaedama.
Umumnya, kaedama dipesan sebelum mi habis dan ketika kuah masih tersisa.
Cara pemesanannya berbeda di setiap kedai, misalnya dengan menyerahkan kartu pesanan yang tersedia di tempat duduk, memesan langsung kepada staf, atau membeli tiket makanan tambahan.
Jika tidak tahu caranya, perhatikan pelanggan lain atau tanyakan kepada staf.
Tambahan mi dapat membuat rasa kuah sedikit lebih encer. Karena itu, pelanggan biasanya menyesuaikan rasanya dengan bumbu atau pelengkap yang tersedia di meja.
Proses menambah mi dan menyesuaikan semangkuk ramen dengan selera sendiri juga menjadi cara khas menikmati ramen Hakata.

4. Itoshima Sulit Dijelajahi Tanpa Mobil
Destinasi menarik Itoshima tersebar di sepanjang pesisir dan kawasan pegunungan, dengan jarak yang cukup jauh satu sama lain.
Beberapa tempat dapat dicapai dengan kereta atau bus, tetapi rute dan frekuensinya sering kali terbatas, sehingga perjalanan dapat memakan waktu.
Khususnya jika ingin mengunjungi kafe tepi laut atau lokasi berpemandangan indah, banyak tempat yang sulit dicapai hanya dengan transportasi umum.
Jika ingin berkeliling secara efisien dalam waktu singkat atau mengunjungi beberapa tempat sekaligus, menyewa mobil memberi lebih banyak keleluasaan.
Jika tidak menggunakan mobil, susun rencana yang realistis, misalnya dengan membatasi wilayah kunjungan sejak awal atau memusatkan kegiatan di tempat-tempat dekat stasiun.
Memahami pilihan transportasi sebelumnya akan membantu Anda menikmati wisata Itoshima dengan lebih nyaman.

5. Perjalanan ke Taman Nasional Tepi Laut Uminonakamichi Memerlukan Waktu
Taman Nasional Tepi Laut Uminonakamichi, tempat Marine World Uminonakamichi berada, adalah destinasi wisata populer untuk bermain seharian bersama anak.
Namun, lokasinya cukup jauh dari pusat kota, sehingga Anda perlu memperhitungkan waktu perjalanan.
Dari kawasan Hakata atau Tenjin, Anda perlu berganti kereta atau bus, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar satu jam sekali jalan.
Bergantung pada jam dan harinya, waktu tunggu saat berganti kendaraan atau kepadatan pengunjung dapat membuat perjalanan lebih lama.
Karena itu, sebaiknya sediakan waktu setidaknya setengah hari untuk mengunjungi tempat-tempat ini.
Hindari memasukkan terlalu banyak destinasi lain dalam hari yang sama. Dengan jadwal yang longgar dan memperhitungkan waktu perjalanan, orang tua serta anak dapat menikmatinya tanpa kelelahan.

Pertanyaan Umum tentang Wisata Fukuoka
Q
Apa tiga kuliner khas utama Fukuoka?
Ketiganya umumnya disebut sebagai ramen Hakata, mentaiko, dan motsunabe.
Q
Apakah ada pemandian air panas di Fukuoka?
Ada Harazuru Onsen, Futsukaichi Onsen, Funagoya Onsen, dan Hakata Onsen.
Penutup
Artikel ini telah mengulas informasi untuk menikmati Fukuoka secara menyeluruh, mulai dari iklim dan akses hingga destinasi wisata populer, kuliner khas, serta acara setiap musim.
Baik Anda ingin menjelajahi kota, menikmati kuliner, mengenal budaya dan sejarah, maupun bersantai di tengah alam, Fukuoka dapat memenuhi harapan perjalanan Anda.
Setelah membaca, semoga Anda telah menemukan cara menikmati Fukuoka yang paling sesuai dengan diri sendiri.
Kini, susunlah rencana berdasarkan gambaran tersebut dan datanglah berkunjung ke Fukuoka.
Waktu yang menyenangkan dan penuh kenangan menanti Anda.
Penulis