
【Terbaru 2026】19 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Kanazawa | Sejarah, Kuliner, Penginapan, dan Oleh-Oleh
Kanazawa berkembang sebagai kota budaya pada zaman Edo dan dikenal dengan sebutan Kaga Hyakumangoku, yang merujuk pada kemakmuran wilayah Kaga dengan hasil setara satu juta koku beras. Ada beragam cara untuk menikmati kota ini, mulai dari menyusuri kawasan yang masih mempertahankan pesona masa lalu, menyantap hidangan laut segar hasil tangkapan di Pelabuhan Kanazawa, hingga mengunjungi museum yang menampilkan kerajinan tradisional berkilau dan seni kontemporer.
Artikel ini memperkenalkan tempat wisata, pusat belanja, kuliner, dan penginapan pilihan di Kanazawa, kota yang masih kental dengan sejarah dan tradisi dari masa kejayaannya sebagai pusat budaya.
Seperti Apa Kota Kanazawa?
Kota Kanazawa terletak hampir di tengah Prefektur Ishikawa, di sisi Laut Jepang pada bagian tengah Pulau Honshu.
Pada zaman Edo, wilayah ini dikenal sebagai Domain Kaga dan diperintah oleh keluarga Maeda selama 14 generasi, hingga menjadi domain besar dengan hasil setara satu juta koku beras.
Kekayaan tersebut digunakan untuk membangun kota kastel yang megah, yang kemudian berkembang sebagai pusat budaya.
Karena terhindar dari bencana besar dan kerusakan akibat perang, Kanazawa masih memiliki banyak peninggalan zaman Edo dan bangunan bersejarah. Nuansa zaman Edo pun dapat dirasakan di berbagai sudut kota.
Budaya kulinernya turut berkembang bersama bidang budaya lainnya, sehingga Kanazawa juga dikenal sebagai kota tujuan pencinta kuliner.

Kapan Musim Terbaik untuk Berwisata ke Kanazawa?
Jika ingin menikmati keindahan pemandangan Kanazawa, musim dingin adalah pilihan yang direkomendasikan.
Taman Kenrokuen dan kawasan bekas kediaman samurai Nagamachi yang berselimut salju wajib dilihat.
Namun, jika ingin puas menikmati kuliner lezat, datanglah pada musim gugur.
Anda dapat mencicipi hasil laut yang sedang musim, seperti kepiting, udang, tiram, dan shirako atau kantong sperma ikan kod.
Contoh Pakaian untuk Setiap Musim di Kanazawa
- Musim semi (Maret–Mei): jaket ringan dan sweter tipis
- Musim panas (Juni–Agustus): pakaian berbahan tipis dan baju lengan pendek
- Musim gugur (September–November): jaket ringan dan mantel
- Musim dingin (Desember–Februari): mantel, sweter tebal, atau jaket tebal
Bagaimana Cara Menuju Kanazawa?
Kanazawa sangat mudah dijangkau: sekitar 2,5 jam dengan Hokuriku Shinkansen dari Tokyo, maupun dengan kereta ekspres terbatas JR dari Nagoya atau Osaka.
Jika naik pesawat, penerbangan dari Bandara Haneda ke Bandara Komatsu di Prefektur Ishikawa memakan waktu sekitar 1 jam.
Dari Bandara Komatsu, perjalanan dengan bus ekspres ke Kanazawa memakan waktu sekitar 40 menit.
Transportasi Utama untuk Berwisata di Kanazawa
Tempat-tempat wisata utama berada dalam radius 2 km dari Kastel Kanazawa, sehingga Anda dapat berkeliling cukup dengan berjalan kaki dan naik bus.
Manfaatkan Kanazawa Loop Bus dan bus kota agar perjalanan antartempat wisata lebih efisien.
Menelusuri Sejarah Zaman Edo dan Seni Kontemporer! 19 Tempat Wisata Pilihan di Kanazawa
Kanazawa, kota bersejarah di kawasan Hokuriku, merupakan salah satu pusat budaya terkemuka di Jepang. Jejak kejayaan Kaga Hyakumangoku masih terasa dalam lanskap kotanya hingga kini.
Selain mempertahankan nuansa zaman Edo melalui kawasan rumah hiburan tradisional dan bekas kediaman samurai, Kanazawa juga menarik perhatian dunia sebagai pusat seni kontemporer, terutama melalui Museum Seni Kontemporer Abad ke-21, Kanazawa. Berikut tempat-tempat wisata pilihan yang wajib dikunjungi untuk mengenal dua sisi Kanazawa: sejarah dan seni.
1. Taman Kastel Kanazawa
Taman luas ini dibangun di atas situs kastel yang menjadi kediaman keluarga Maeda, penguasa Domain Kaga, sejak Maeda Toshiie menempatinya pada tahun 1583, tahun ke-11 era Tensho, hingga awal era Meiji.
Selain Gerbang Ishikawa dan bangunan Sanjikken Nagaya yang masih mempertahankan wujudnya sejak zaman Edo, Gerbang Kahoku, Parit Imori, dan Taman Gyokuseninmaru telah dipugar satu per satu, sehingga tampilan kastel pada masa lalu perlahan kembali terlihat. Perhatikan pula dinding batunya yang menunjukkan pengaruh pemikiran yin-yang dan lima unsur, antara lain melalui susunan untuk menangkal keburukan dari arah kimon serta batu berbentuk tempurung kura-kura.

2. Kenrokuen
Kenrokuen adalah taman bergaya jelajah yang dibangun selama sekitar 180 tahun oleh para penguasa dari keluarga Maeda di Kaga secara turun-temurun. Taman ini termasuk dalam Tiga Taman Terindah di Jepang.
Di lahan luas sekitar 34.600 tsubo, satuan luas tradisional Jepang, terdapat kolam, aliran air berkelok, dan bukit buatan yang tersebar di berbagai titik. Tata letaknya memungkinkan pengunjung menikmati keseluruhan taman sambil singgah di setiap bagiannya.

3. Museum Seni Kontemporer Abad ke-21, Kanazawa
Dengan konsep “museum yang terbuka”, museum ini menarik perhatian melalui cara penyajian karya yang menantang konsep museum konvensional. Kini, museum ini menjadi salah satu yang paling populer di Jepang sekaligus pusat yang memperkuat citra Kanazawa sebagai kota seni.
Anda dapat menikmati berbagai karya seni kontemporer yang menawarkan sudut pandang baru. Ada karya yang menangkap perubahan cahaya melalui bukaan pada langit-langit, serta karya yang sekilas tampak seperti kolam renang di halaman, tetapi sebenarnya berupa lapisan air di atas kaca bening yang dapat dilihat dari ruang di bawahnya.

4. Higashi Chaya
Higashi Chaya adalah salah satu tempat wisata ikonis di Kanazawa. Deretan bangunan dengan kisi-kisi kayu menonjol yang indah dan jalan berlapis batu membuat kawasan ini ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional oleh pemerintah Jepang.
Bangunan tradisional dari zaman Edo masih berjajar hingga kini. Sebagiannya digunakan sebagai kafe dan toko yang menawarkan kue tradisional Jepang, kerajinan tradisional, serta aneka barang, sehingga Anda dapat berbelanja dan bersantap di tengah suasana kawasan bersejarah.

5. Pasar Omicho
Selama sekitar 300 tahun, pasar yang menjadi dapur warga Kanazawa ini akrab dikenal dengan panggilan “Omicho”.
Sekitar 170 toko berjajar di gang-gang sempitnya, menjual hasil laut dan sayuran segar yang sedang musim, lauk siap santap, serta oleh-oleh. Suasananya selalu ramai. Ada pula toko yang memasak langsung di hadapan pembeli dan menyediakan tempat makan, sehingga Anda dapat menikmati kuliner musiman di tempat.

6. Kawasan Kediaman Samurai Nagamachi
Kawasan ini menyimpan bekas kediaman para pengikut Domain Kaga dan samurai tingkat menengah.
Dinding tanah berjajar di sepanjang gang berlapis batu, menghadirkan suasana seolah Anda kembali ke zaman Edo. Di sekitarnya juga terdapat toko kerajinan tradisional dan tempat makan yang membuat kegiatan berjalan-jalan semakin menyenangkan.

7. Gerbang Tsuzumi dan Motenashi Dome (Stasiun Kanazawa)
Stasiun Kanazawa merupakan gerbang masuk ke Ishikawa sekaligus titik awal untuk berwisata, bukan hanya di Kota Kanazawa, tetapi juga di seluruh kawasan Hokuriku.
Lembaran emas digunakan di peron Shinkansen, sementara kertas washi dan kain Kaga Yuzen menghiasi lorong serta tiangnya. Dinding ruang tunggu juga dihiasi lebih dari 200 karya kerajinan, termasuk kerajinan lak Wajima dan keramik Kutani. Seluruh area stasiun pun menjadi tempat untuk mengenal kerajinan tradisional Kanazawa.

8. Kuil Myoryuji
Kuil Buddha aliran Nichiren ini didirikan pada tahun 1643, tahun ke-20 era Kan'ei, ketika Maeda Toshitsune, penguasa ketiga Domain Kaga, memindahkan tempat berdoa yang sebelumnya berada di dekat Kastel Kanazawa.
Karena juga berfungsi sebagai benteng luar dalam keadaan darurat, keseluruhan bangunannya memiliki struktur yang rumit. Di berbagai sudut terdapat mekanisme untuk mengecoh musuh, seperti tangga tersembunyi, ruang rahasia, dan lubang jebakan.

9. Kazuemachi Chaya
Kazuemachi Chaya merupakan salah satu dari tiga kawasan chaya atau rumah hiburan tradisional di Kanazawa, bersama Higashi Chaya dan Nishi Chaya.
Kawasan tenang di sepanjang Sungai Asano ini memiliki gang-gang sempit dan deretan kisi-kisi kayu rapat. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional oleh pemerintah Jepang dan juga kerap muncul dalam karya sastrawan Izumi Kyoka.

10. Nishi Chaya
Nishi Chaya merupakan salah satu kawasan hiburan geisha yang mendapat izin resmi dari Domain Kaga pada tahun 1820, tahun ke-3 era Bunsei.
Namanya berasal dari letaknya di sebelah barat Kastel Kanazawa.
Deretan bangunan chaya dua lantai dengan kisi-kisi kayu menonjol yang indah membuat kawasan ini menyenangkan untuk dijelajahi sambil singgah di kafe dan toko.
Di antara kawasan chaya Kanazawa, tempat inilah yang paling terasa mencerminkan Kanazawa sebagai kota seni pertunjukan tradisional. Menjelang senja, Anda mungkin berpapasan dengan geigi, seniman penghibur tradisional, yang mengenakan busana indah.

11. Kuil Oyama
Kuil Shinto ini dibangun pada tahun 1873, tahun ke-6 era Meiji, oleh mantan pengikut Domain Kaga untuk memuja Maeda Toshiie, pendiri Domain Kaga, dan istri utamanya, Omatsu no Kata.
Kuil ini dikenal dengan gerbang sucinya yang unik, memadukan gaya Jepang, Tiongkok, dan Barat. Lantai teratasnya memiliki rancangan langka dengan panel kaca yang disebut giyaman. Dahulu, cahaya lampu suci yang memancar dari sana menerangi Kota Kanazawa sekaligus menjadi penanda bagi kapal yang berlayar di Laut Jepang.

12. Museum D. T. Suzuki
Museum ini memperkenalkan gagasan, pemikiran, dan kehidupan Suzuki Daisetsu, filsuf Buddhis kelahiran Kanazawa yang dikenal di dunia sebagai D. T. Suzuki. Museum dibuka pada 18 Oktober 2011, bertepatan dengan hari ulang tahun Daisetsu, dengan harapan menjadi tempat bagi pengunjung untuk merenung sambil mempelajari sosoknya.
Meski berada di tengah kota, suasana di dalam museum begitu hening sehingga Anda dapat menikmati waktu hingga lupa pada kesibukan di luar.

13. Bekas Kediaman Samurai Keluarga Nomura
Di kawasan Nagamachi yang memiliki banyak bekas kediaman samurai tingkat menengah dan atas dari Domain Kaga, kediaman ini merupakan satu-satunya yang dibuka untuk umum.
Bangunan yang ada sekarang menggabungkan bagian yang masih tersisa dari masa lalu, seperti dinding tanah dan aliran air berkelok, dengan ruang jodan no ma dan ruang audiensi yang dipindahkan dari kediaman saudagar kaya Kaga, tempat sang saudagar dahulu menyambut penguasa domain. Di ruang jodan no ma yang seluruhnya dibuat dari kayu hinoki, Anda dapat melihat lukisan pada pintu geser fusuma karya pelukis resmi Domain Kaga serta pintu shoji berpanel kaca yang memungkinkan orang memandang taman.

14. Shima, Properti Budaya Penting Nasional
Shima adalah rumah hiburan tradisional di Higashi Chaya yang dibangun pada tahun 1820, tahun ke-3 era Bunsei. Bangunannya dipertahankan dalam kondisi seperti saat didirikan dan dibuka untuk umum.
Budaya chaya di Kanazawa memiliki tradisi “tidak menerima tamu baru tanpa pengantar”. Hingga kini, tamu tidak dapat masuk ke chaya tanpa diperkenalkan oleh seseorang, sehingga Shima menjadi tempat berharga bagi wisatawan untuk mengenal budaya tersebut.

15. Taman Utatsuyama
Taman ini membentang di Gunung Utatsu, yang menawarkan pemandangan menyeluruh ke pusat Kota Kanazawa. Taman ini juga dikenal sebagai tempat menikmati bunga, terutama iris Jepang dan hortensia yang mekar dari awal Juni hingga pertengahan Juli.
Sejumlah titik pandang tersebar di dalam taman, masing-masing dengan panorama berbeda. Miharashidai menyuguhkan pemandangan Gunung Io, Gunung Tomuro, hingga Dataran Kanazawa; Bokodai menghadap pusat kota dan Laut Jepang; Okudai menawarkan pemandangan Pegunungan Tateyama serta matahari terbit yang indah; sedangkan Chobo no Oka memperlihatkan bentang pemandangan dari Stasiun Kanazawa ke arah Laguna Kahokugata. Setelah matahari terbenam, taman ini juga populer untuk menikmati pemandangan malam.

16. Perpustakaan Kota Kanazawa Umimirai
Bangunan dengan jendela bundar yang mencolok ini dirancang oleh kelompok arsitek Coelacanth K&H dengan konsep “kotak kue”. Keindahan tampilannya pernah mengantarkannya masuk dalam daftar “25 Perpustakaan Umum Terindah di Dunia”.
Ada sekitar 6.000 jendela bundar yang menyerupai gelembung di permukaan laut. Penempatannya ditentukan melalui serangkaian percobaan agar cahaya yang masuk ke dalam ruangan sesuai untuk membaca. Jendelanya memiliki tiga ukuran, yaitu 20 cm, 25 cm, dan 30 cm. Konon, empat jenis kaca, termasuk kaca berkawat dan kaca penyerap panas, digunakan pada posisi yang berbeda.

17. Museum Noh Kanazawa
Keluarga Maeda dari Domain Kaga sangat menggemari teater noh dan turut menyebarkan seni nyanyian utai kepada masyarakat. Karena itu, Kanazawa dahulu sampai digambarkan sebagai kota tempat “nyanyian utai turun dari langit”. Untuk meneruskan seni pertunjukan tradisional dan karya seninya kepada generasi masa kini, museum ini dibangun di Hirosaka, kawasan yang memiliki kaitan dengan Teater Noh Kanazawa.
Pameran utamanya berupa dokumen dan karya seni tentang Kaga Hosho, tradisi noh yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda Kota Kanazawa pada tahun 1950, tahun ke-25 era Showa. Pengunjung dapat mempelajari noh sambil menikmati beragam pameran.

18. Lobi Observasi Lantai 19 Kantor Pemerintah Prefektur Ishikawa
Ruang observasi yang terbuka untuk umum ini terletak di lantai teratas Kantor Pemerintah Prefektur Ishikawa. Seluruh sisinya, dari utara hingga selatan dan timur hingga barat, berdinding kaca. Dari ketinggian sekitar 80 meter, Anda dapat melihat bentang Kota Kanazawa, laut, dan pegunungan.
Saat cuaca cerah, pandangan dapat menjangkau Gunung Hakusan dan Pegunungan Tateyama. Pengunjung dapat masuk hingga pukul 20.00, atau pukul 19.00 pada hari kerja selama Januari–Maret, sehingga pemandangan malam juga dapat dinikmati. Tersedia pula area kafe yang cocok untuk makan siang atau bersantai dengan minuman.

19. Terminal Kapal Pesiar Pelabuhan Kanazawa
Terminal kapal pesiar ini menyambut banyak pengunjung setiap hari sebagai gerbang laut Pelabuhan Kanazawa.
Fasilitasnya mencakup restoran dan teras observasi yang akrab dikenal dengan nama Hyakumangoku Marine Terrace. Ada pula Ruang Belajar dan Pengalaman Pelabuhan Kanazawa, yang dilengkapi simulator kemudi kapal serta diorama Pelabuhan Kanazawa. Anak-anak dan orang tua dapat bersenang-senang sambil belajar tentang pelabuhan. Sisi bangunan yang menghadap laut seluruhnya berdinding kaca, sehingga pengunjung juga dapat menikmati panorama Laut Jepang yang luas.

5 Hal yang Wajib Dilakukan di Kanazawa
Kanazawa, tempat sejarah, budaya, dan inovasi bertemu, menawarkan beragam pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Anda dapat mengenal budaya samurai dan semangat Zen, merasakan keterampilan serta kepekaan estetika tradisional Kaga, lalu menikmati sejarah dan kuliner di kota kastel yang makmur ini. Berikut lima pengalaman khas Kanazawa, termasuk arsitektur dan seni kontemporer yang menarik perhatian dunia.
1. 【Semangat Samurai】Mengenal Budaya Samurai dengan Seluruh Indra
Kanazawa berkembang sebagai kota kastel Domain Kaga dan hingga kini masih menyimpan jejak budaya samurai yang kuat.
Di kawasan bekas kediaman samurai Nagamachi, Anda dapat menikmati lanskap bersejarah dengan deretan dinding tanah dan jalan berlapis batu. Sementara itu, di tempat seperti Budokan Prefektur Ishikawa, Anda juga dapat mencoba kyudo atau panahan Jepang, aikido, dan kendo.
Daya tarik khas wisata Kanazawa bukan sekadar “melihat” sejarah, melainkan juga merasakan semangat samurai secara langsung melalui latihan bela diri.

2. 【Zen dan Keheningan】Menghayati Semangat Zen dan Mengenal Diri Sendiri
Kanazawa memiliki banyak tempat untuk merenung dalam keheningan.
Meditasi duduk zazen yang dapat dicoba di tempat seperti Kuil Eianji memberi kesempatan berharga untuk menjauh dari kesibukan sehari-hari dan menenangkan pikiran.
Di Museum D. T. Suzuki yang mengangkat pemikiran filsuf ternama dunia Suzuki Daisetsu, taman kolam refleksi dan ruang arsitektur yang hening meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung.
Kesempatan menikmati “kemewahan untuk tidak melakukan apa-apa” juga menjadi salah satu daya tarik Kanazawa.

3. 【Keindahan dan Keterampilan Tradisional】Merasakan Budaya Kaga yang Autentik
Di Kanazawa, Anda dapat mengenal beragam budaya tradisional yang diwariskan sejak masa Kaga Hyakumangoku.
Pilihannya beragam, mulai dari mengenal budaya geigi di kawasan chaya, mencoba upacara minum teh dan membuat kue tradisional Jepang di ruang teh bersejarah, hingga mengikuti lokakarya kerajinan Kaga Yuzen dan maki-e, teknik hias lak dengan serbuk logam.
Bukan sekadar berkeliling tempat wisata, Kanazawa memungkinkan Anda mengalami budaya secara langsung. Inilah daya tarik khas yang membedakannya dari kota wisata lain.

4. 【Sejarah dan Kuliner Kota Kastel】Merasakan Jejak Kejayaan Kaga Hyakumangoku
Kanazawa memiliki banyak tempat untuk mengenal sejarah kota kastel dan budaya kulinernya, mulai dari Kenrokuen, salah satu dari Tiga Taman Terindah di Jepang, hingga Higashi Chaya dan Pasar Omicho.
Setelah menyusuri taman yang indah dan kawasan bersejarah, nikmatilah hidangan laut segar serta masakan Kaga.
Tempat bersejarah, pemandangan indah, dan kuliner berada dalam kawasan yang relatif ringkas, sehingga hanya dengan berjalan-jalan pun Anda sudah dapat merasakan kekhasan Kanazawa secara menyeluruh.

5. 【Pengetahuan dan Seni Masa Kini】Merasakan Arsitektur Inovatif yang Menggugah Kepekaan
Meski lekat dengan citra budaya tradisional, Kanazawa juga mendapat apresiasi tinggi dalam bidang seni kontemporer dan arsitektur. Dua contohnya adalah Museum Seni Kontemporer Abad ke-21, Kanazawa dan Perpustakaan Prefektur Ishikawa.
Perpustakaan dengan rak buku melingkar berukuran besar ini menarik perhatian dari dalam dan luar Jepang sebagai “perpustakaan yang membuat orang ingin berlama-lama”.
Dengan menikmati ruang arsitektur yang inovatif dan karya seni, Anda dapat menemukan sisi baru daya tarik Kanazawa.

Cara menikmati Kanazawa tentu tidak terbatas pada lima kegiatan di atas. Tempat yang direkomendasikan dan cara menghabiskan waktu juga berbeda menurut gaya perjalanan, misalnya bersama anak atau pasangan. Lihat pula artikel terkait untuk menemukan cara menikmati Kanazawa sesuai teman perjalanan dan kebutuhan Anda.
Diakui Kelezatannya oleh Warga Lokal! 5 Tempat Kuliner yang Wajib Dicoba di Kanazawa
Kanazawa yang dikenal sebagai kota sejarah dan seni ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner. Masakan daerah yang tumbuh dari budaya kuliner Kaga serta beragam hidangan laut dari Laut Jepang akan memperkaya kenangan perjalanan Anda. Berikut tempat makan yang tidak boleh dilewatkan untuk menikmati kuliner Kanazawa sepuasnya.
1. Ikiikitei Cabang Omicho
Restoran sushi yang buka mulai pukul 07.00 ini terletak tidak jauh dari pintu masuk Musashi di Pasar Omicho, yang juga banyak dikunjungi wisatawan. Di dalamnya hanya tersedia 10 kursi konter. Jarak yang dekat dengan staf menciptakan suasana hangat dan akrab.
Beragam bahan pelengkap sushi disajikan terpisah dari nasi sushi, sehingga Anda dapat menikmati cita rasa setiap bahan dengan saksama. Menu populer “Ikiikitei World” merupakan sajian istimewa dengan limpahan bahan favorit, termasuk ikan lokal seperti nodoguro dan tuna dari Laut Mediterania.

2. Kanazawa Maimon Sushi Cabang Utama
Restoran sushi ban berjalan terkenal ini merupakan salah satu nama terkemuka di Hokuriku. Selain menerima hasil laut dari Pelabuhan Kanazawa, restoran ini juga mendapat kiriman ikan segar langsung dari Teluk Nanao di prefektur yang sama sekitar dua hingga tiga kali sehari.
Menunya menawarkan bahan lokal seperti nodoguro, udang putih shiroebi, ikan namera, dan udang gasuebi, yang memadukan kesegaran, kualitas, serta cita rasa. Tempat ini menjadi tujuan idaman bagi siapa saja yang ingin menikmati sushi autentik berbahan hasil laut Hokuriku dalam suasana santai.

3. Nikusho Jade Kanazawa
Nikusho Jade Kanazawa adalah restoran yakiniku atau daging panggang di Kota Kanazawa, Prefektur Ishikawa, yang dikelola oleh JA Zen-Noh Ishikawa. Di sini, Anda dapat menikmati daging sapi Noto dan daging babi Noto dengan tekstur yang seolah meleleh di mulut.
Menu andalannya adalah “Tokusen Sanshumori”, piring berisi tiga jenis potongan langka daging sapi Noto. Penggunaan peralatan makan keramik Kutani orisinal karya seniman keramik juga menjadi salah satu daya tariknya.

4. Kaga Ryori Daimyo Chaya
Kaga Ryori Daimyo Chaya adalah restoran kappo yang telah berdiri sejak 1962, terletak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Kanazawa.
Anda dapat menikmati hidangan Kaga kaiseki, jamuan tradisional beberapa sajian, dengan hasil laut dari Laut Jepang dan sayuran Kaga dengan harga terjangkau. Restoran ini dipercaya oleh ryokan mewah setempat dan terus mendapat liputan acara kuliner. Namanya dikenal sebagai salah satu restoran masakan Kaga terbaik di Kota Kanazawa.

5. Kuroyuri
Didirikan pada 1953, Kuroyuri menyajikan oden khas Kanazawa, masakan daerah Kaga, dan sake lokal.
Menu andalannya adalah Kanazawa oden, aneka bahan yang direbus dalam kaldu dari dua jenis serpihan ikan bonito kering, ikan kecil kering, dan rumput laut kombu. Kuahnya bercita rasa manis alami dan ringan. Bahan khasnya antara lain siput laut baigai hasil tangkapan di Kanazawa dan kawasan San'in, serta kuruma-fu, gluten gandum berbentuk cincin yang dibuat dengan melilitkan gluten mentah pada batang lalu memanggangnya.

Dari Kerajinan Tradisional hingga Oleh-Oleh! 5 Tempat Belanja yang Patut Dikunjungi di Kanazawa
Saat menyusuri Kanazawa, Anda akan menemukan kerajinan dengan sejarah panjang dan bahan pangan lokal yang menarik. Tempat-tempat belanja yang mewarisi budaya Kaga Hyakumangoku ini menyenangkan untuk dilihat-lihat dan selalu menawarkan penemuan baru setiap kali dikunjungi. Berikut pilihan tempat belanja yang sangat populer, baik untuk mencari oleh-oleh maupun membeli kerajinan tradisional autentik.
1. Kanazawa Hyakubangai
Pusat perbelanjaan yang terhubung langsung dengan Stasiun JR Kanazawa ini terdiri atas tiga bangunan: “Anto” yang menawarkan oleh-oleh dan kuliner khas Kanazawa; “Rinto” yang menghadirkan beragam toko busana, aneka barang, dan kafe; serta “Anto Nishi”, area kebutuhan sehari-hari yang bahkan dilengkapi supermarket bahan pangan segar dan klinik.

2. Toserba Daiwa Cabang Korinbo
Toserba Daiwa Cabang Korinbo memiliki sejarah lebih dari 100 tahun dan mencatat penjualan terbesar di Hokuriku. Letaknya di Korinbo, salah satu kawasan hiburan dan belanja tersibuk di Kanazawa, membuatnya banyak dikunjungi warga setempat maupun wisatawan.
Sembilan lantainya, dari lantai bawah tanah pertama hingga lantai 8, menampung berbagai toko ternama, terutama busana, serta kosmetik dan perlengkapan interior. Untuk mencari oleh-oleh Kanazawa, kunjungilah lantai makanan yang menyediakan aneka produk khas dan kue terkenal setempat.

3. Kanazawa Forus
Pusat perbelanjaan yang dikelola OPA ini memiliki lokasi sangat strategis, hanya 1 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kanazawa.
Delapan lantainya menampung sekitar 190 toko dengan pilihan beragam, mulai dari busana, dekorasi interior, perlengkapan gaya hidup, kosmetik, hingga perhiasan.

4. Kanazawa M'za
Toserba yang telah lama berdiri ini dibuka pada 1973 dan berganti nama menjadi Kanazawa M'za pada 2021.
Dari lantai bawah tanah pertama hingga lantai 8, terdapat beragam toko yang menawarkan busana, aneka barang, kuliner, hingga kerajinan tradisional Ishikawa. Pilihannya memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari belanja sehari-hari hingga mencari oleh-oleh.

5. Hakuichi Cabang Higashiyama
Toko yang dikelola Hakuichi ini dibangun di bekas lokasi Azumayu, pemandian umum yang dahulu akrab dengan warga Higashi Chaya.
Ruang terbuka vertikal dari masa bangunan pemandian tetap dipertahankan, menciptakan suasana lapang untuk berbelanja dengan santai. Pilihan produknya yang beragam juga menjadi daya tarik, mulai dari oleh-oleh perjalanan hingga kerajinan autentik untuk hadiah pada momen istimewa.
Jangan lewatkan pula “Kinpaku no Kagayaki Soft Cream”, es krim lembut berlapis lembaran emas yang awalnya dijual sebagai produk terbatas untuk memperingati pembukaan Hokuriku Shinkansen.
-
Toko oleh-oleh dengan beragam produk yang menggunakan lembaran emas secara melimpah, dari kerajinan hingga makanan
-
Kinpaku no Kagayaki Soft Cream, es krim lembut berlapis lembaran emas
Tempat Menginap untuk Menjelajahi Kanazawa! 5 Rekomendasi Penginapan Pilihan
Untuk menikmati wisata Kanazawa lebih mendalam, pilihlah penginapan dengan saksama. Pilihannya beragam dari segi gaya maupun harga, mulai dari hotel kota berukuran besar dengan akses sangat praktis, hotel rumah tradisional machiya bergaya Jepang modern bernuansa Kaga, hingga ryokan atau penginapan tradisional dengan pemandian air panas di Yuwaku Onsen. Berikut penginapan pilihan di Kanazawa yang dapat disesuaikan dengan gaya dan tujuan perjalanan Anda.
1. Hotel Nikko Kanazawa
Hotel mewah di depan Stasiun JR Kanazawa ini memiliki 30 lantai dan termasuk yang paling menonjol skalanya di Hokuriku. Lokasinya berjarak 3 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar Kenrokuen yang ditandai Gerbang Tsuzumi. Hotel juga terhubung langsung melalui lorong bawah tanah, sehingga Anda tidak perlu khawatir saat hujan, salju, atau cuaca buruk lainnya.
Seluruh kamar untuk menikmati waktu istimewa berada di lantai 17 ke atas. Anda dapat memilih lantai yang sesuai dengan selera berdasarkan desain, fasilitas, dan kebutuhan lainnya.

2. Hotel Torifito Kanazawa
Hotel bergaya modern ini terletak 4 menit berjalan kaki dari Stasiun Kanazawa, titik awal perjalanan wisata.
Di ruang santainya dipajang kerajinan tradisional dan karya lainnya, sehingga tamu dapat menikmati seni dengan santai.
Di lantai 2 dan 3 terdapat pemandian bersama “Kottori no Yu”, yang dihiasi lentera bermotif Kaga Yuzen. Anda dapat melepas penat perjalanan sambil memandang lentera tersebut.
Fasilitas perlengkapan perawatannya juga lengkap. Di area wastafel pemandian perempuan, misalnya, tersedia kosmetik berkarbonasi.

3. Uan Kanazawa
Kanazawa begitu sering diguyur hujan hingga memiliki pepatah, “Boleh lupa membawa bekal, tetapi jangan lupa membawa payung.”
Hotel ini dinamai Uan dengan harapan tamu dapat menikmati perjalanan saat cerah maupun hujan, bahkan sampai berpikir, “Untung hari ini hujan.” Di ruang santai “Hare no Ma” di lantai 1, terdapat buku-buku tentang Kanazawa dan pameran karya seni. Tamu juga mendapat layanan gratis teh Kaga bocha dan mi soba, sehingga dapat mengenal budaya Kanazawa dengan santai.

4. Yunode
Yuwaku Onsen berada di kawasan peristirahatan Kanazawa yang jauh dari hiruk-pikuk kota dan dikenal dengan air panasnya yang bening, tidak berwarna, serta lembut di kulit. Di kawasan ini, Yunode Ryokan memiliki taman dalam yang hijau dan ruang teh autentik, dengan suasana Jepang yang tenang. Pelayanan sepenuh hati membuat tamu dapat bersantai layaknya di rumah sendiri.
Tersedia hanya 10 kamar, masing-masing dengan karakter berbeda dan bergaya arsitektur tradisional sukiya yang dicintai para ahli upacara minum teh serta tokoh budaya lainnya.

5. Yamanoo
Ryokan bersejarah ini didirikan pada 1890.
Pemilik pertamanya adalah seorang pencinta seni dan budaya yang dipuji Kitaoji Rosanjin sebagai “tokoh paling istimewa di Hokuriku, tamu kehormatan Kanazawa, dan sosok luar biasa dalam pertemuan minum teh”. Ia menarik banyak pencinta kuliner dan ahli upacara minum teh dari berbagai daerah.
Hingga kini, penginapan ini meneruskan semangat pelayanan “satu paviliun untuk satu kelompok tamu” sejak awal berdiri, dengan hidangan khas penginapan yang juga merupakan restoran tradisional kelas atas.

5 Oleh-Oleh dari Kanazawa, Salah Satu dari Tiga Pusat Kue Tradisional Terbesar di Jepang
Budaya upacara minum teh menyebar luas di Kanazawa berkat dukungan Domain Kaga pada zaman Edo.
Seiring perkembangannya, wagashi atau kue tradisional Jepang yang disantap bersama teh telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat dan berkembang pesat.
Bersama Kyoto dan Matsue, Kanazawa termasuk dalam Tiga Pusat Kue Tradisional Terbesar di Jepang. Jangan lewatkan pula wagashi indah yang berganti sesuai musim.
Berikut pilihan dari sejumlah toko ternama yang ada di kota ini.
1. “Ukokkei Kasuteira” dari Ukeian
Kue ini merupakan produk andalan Ukeian, yang mengelola peternakan khusus ayam ukokkei atau ayam sutra di pegunungan Kanazawa, Prefektur Ishikawa, di tengah pepohonan yang rimbun. Sesuai namanya, ciri khas kue bolu castella ini adalah penggunaan telur ayam ukokkei segar secara melimpah sebagai bahan utama. Dari persiapan hingga pemanggangan, setiap loyang dibuat dengan teliti oleh para perajin.
Selain rasa original, tersedia rasa matcha dan gula merah, serta versi premium dengan permukaan berlapis lembaran emas. Kue bercita rasa kaya ini menjadi salah satu oleh-oleh klasik Kanazawa dan cocok dijadikan hadiah untuk orang istimewa.
-
Cita rasa yang jauh lebih kaya dan pekat berkat penggunaan telur ayam ukokkei langka secara melimpah
-
Versi premium dengan permukaan berlapis lembaran emas
2. “Kintsuba Bisqui” dari Le Cotentin Kanazawa
Kudapan inovatif ini memadukan kintsuba, kue tradisional Jepang yang telah lama dicintai di Kanazawa, dengan mentega buatan tangan yang harum dan lembut. Mentega fermentasinya dibuat perlahan di Normandia, salah satu kawasan peternakan sapi perah utama di Prancis, negara yang terkenal dengan produk susunya. Rasa dan aromanya yang kaya berpadu pas dengan pasta kacang merah yang manisnya lembut dan beraroma rum tipis. Tekstur kintsuba yang lembap juga serasi dengan adonan mirip biskuit yang lembut dan mudah hancur di mulut.
Tersedia dua pilihan rasa: original, untuk menikmati perpaduan sederhana antara pasta kacang merah dengan rasa manis yang lembut dan mentega bercita rasa kaya; serta matcha, dengan sentuhan pahit lembut yang tertinggal setelah disantap.
-
Kudapan inovatif yang memadukan cita rasa manis Jepang dan Barat
-
Rasa matcha dengan aroma dan sentuhan pahit lembut juga populer
3. “Kaichin” dari Ishikawaya Honpo
Toko wagashi bersejarah ini didirikan antara 1830 dan 1844, pada era Tenpo, dan telah beroperasi selama lebih dari sekitar 170 tahun. Selain kaichin yang menjadi oleh-oleh favorit, toko ini menjual kue segar tradisional kelas atas dan kue panggang yang dibuat tangan oleh para perajin.
Kaichin yang berkilau seperti permata merupakan kohakuto, permen agar-agar yang dibuat dari agar-agar khusus dan gula lalu dikeringkan secara alami. Konon, tampilannya dibuat berwarna-warni karena keping kaca untuk permainan ohajiki dahulu disebut “kaichin” di Kanazawa. Saat digigit, bagian luarnya terasa renyah, sedangkan bagian dalamnya kenyal seperti jeli, menghadirkan perpaduan tekstur khas kaichin.
-
Oleh-oleh favorit yang berkilau seperti permata, dibuat oleh toko wagashi bersejarah
-
Tersedia pula “Kaichin Neko” bertema kucing, dengan jumlah, bentuk, dan warna isi yang berbeda-beda dari waktu ke waktu
4. “Kaga Hachiman Okiagari Monaka” dari Kanazawa Urata
Kaga Hachiman Okiagari Monaka diproduksi oleh Kanazawa Urata, toko wagashi bersejarah di Kanazawa yang telah berdiri lebih dari 80 tahun.
Oleh-oleh favorit berbentuk lucu ini terinspirasi dari Kaga Hachiman Okiagari, mainan boneka tradisional yang dapat kembali berdiri setelah dimiringkan. Boneka tersebut menggambarkan Kaga Hachiman, yang kelak menjadi Kaisar Ojin, saat lahir dengan hanya wajahnya yang terlihat dari balik pakaian bayi merah untuk perayaan kelahirannya.
-
Monaka berbentuk bulat menggemaskan dengan ukuran sebesar telapak tangan
-
Oleh-oleh favorit berbentuk lucu yang terinspirasi dari mainan tradisional pembawa keberuntungan
5. “Tawarakko” dan “Amenko” dari Tawaraya Ame
Toko permen bersejarah ini didirikan pada 1830, tahun pertama era Tenpo, dan telah beroperasi selama lebih dari 190 tahun.
Permennya hanya dibuat dari beras dan jelai produksi Jepang serta air. Permen ini bergizi tinggi dan sejak dahulu digemari sebagai pangan alami untuk membantu pemulihan tenaga orang sakit serta menjaga kesehatan.
Produk yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh adalah Tawarakko dan Amenko. Keduanya dibuat dari okoshiame, yaitu produk andalan jiroame yang dimasak hingga kadar airnya berkurang. Tawarakko dibentuk menjadi butiran keras agar mudah diisap, sedangkan Amenko diuleni lalu dibentuk menjadi butiran.
-
Amenko menggunakan motif bangunan toko utama
-
Tawarakko tahan lama, dengan masa layak konsumsi hingga 360 hari
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berwisata di Kanazawa
Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelumnya agar wisata Kanazawa lebih memuaskan. Banyak kegiatan populer seperti bela diri, upacara minum teh, dan lokakarya kerajinan mewajibkan reservasi. Lokasi kegiatan dan tempat wisata juga tersebar di kota, sehingga jadwal yang tidak terlalu padat sangat penting. Jangan lupa memeriksa aturan berpakaian untuk setiap kegiatan, jam operasional fasilitas, dan perlengkapan untuk menghadapi cuaca yang mudah berubah. Persiapkan perjalanan dengan baik agar Anda dapat menikmati Kanazawa sepenuhnya.
1. Kegiatan Autentik Bela Diri, Zazen, dan Kerajinan Wajib 100% Dipesan Sebelumnya
Banyak kegiatan populer di Kanazawa, seperti bela diri, upacara minum teh, zazen, dan kerajinan tradisional, hanya menerima peserta dengan reservasi.
Program yang juga populer di kalangan wisatawan mancanegara tidak jarang sudah penuh beberapa minggu sebelumnya, terutama pada akhir pekan dan musim wisata.
Jika datang dengan anggapan bisa langsung ikut pada hari yang sama, Anda mungkin tidak dapat berpartisipasi. Karena itu, sebaiknya selesaikan reservasi saat menyusun jadwal perjalanan.

2. Lokasi Kegiatan Tersebar di Seluruh Kota, Jadi Perhitungkan Waktu Perjalanan
Tempat wisata utama seperti Kenrokuen dan Pasar Omicho berada relatif berdekatan, tetapi gedung bela diri, kuil, dan tempat lokakarya kerajinan tersebar di berbagai bagian kota.
Perjalanan dengan bus khususnya dapat memakan waktu lebih lama dari perkiraan karena padatnya penumpang dan lalu lintas pada musim wisata.
Jika terlalu banyak kegiatan dimasukkan dalam satu hari, Anda bisa kelelahan hanya karena berpindah tempat. Susunlah jadwal dengan waktu yang cukup longgar.

3. Bela Diri, Zazen, dan Upacara Minum Teh Memiliki Aturan Berpakaian dan Penampilan Tersendiri
Kegiatan bela diri, upacara minum teh, dan zazen di Kanazawa sangat menjunjung tata krama budaya Jepang.
Selain dianjurkan mengenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak, peserta juga perlu menjaga penampilan yang sesuai, misalnya dengan menghindari pakaian terlalu terbuka dan parfum beraroma kuat.
Dengan memperhatikan etika khas Jepang, seperti melepas topi di kuil dan bersikap tenang di ruang teh, Anda dapat menikmati pengalaman budaya dengan lebih mendalam.

4. Tempat Populer Mudah Padat dan Banyak yang Tutup Lebih Awal
Tempat wisata populer seperti Kenrokuen, Pasar Omicho, dan Higashi Chaya ramai oleh wisatawan, terutama pada akhir pekan dan masa libur panjang.
Menjelang hingga selepas tengah hari, keramaian terkadang membuat kegiatan memotret atau mencicipi jajanan sambil berkeliling menjadi sulit. Jika ingin menikmati jalan-jalan dengan santai, datanglah lebih pagi.
Selain itu, cukup banyak toko di Pasar Omicho, restoran bersejarah, dan tempat kegiatan budaya yang mengakhiri operasional sekitar sore hari.
Jika baru berkunjung setelah berwisata hingga malam, tempat tujuan Anda mungkin sudah tutup. Periksa jam operasional terlebih dahulu dan usahakan berangkat lebih awal.

5. Cuaca Mudah Berubah dan Dapat Mengubah Suasana Tempat Wisata Luar Ruangan
Terletak di sisi Laut Jepang, Kanazawa dikenal memiliki cuaca yang mudah berubah dan curah hujan tinggi, hingga muncul ungkapan, “Boleh lupa membawa bekal, tetapi jangan lupa membawa payung.”
Hujan yang tiba-tiba turun setelah cuaca cerah bukan hal yang jarang terjadi. Pada musim dingin, pemandangan bersalju juga sering dijumpai.
Karena sebagian besar kegiatan wisata berlangsung di luar ruangan, seperti di Kenrokuen dan kawasan chaya, siapkan payung lipat, pakaian penghangat, serta sepatu tahan air agar tetap nyaman berwisata.

Peta Wisata Kanazawa
Pertanyaan Umum tentang Wisata Kanazawa
Q
Berapa malam yang direkomendasikan untuk berwisata di Kanazawa?
Untuk mengunjungi tempat-tempat utama secara efisien, disarankan 2 hari 1 malam. Jika ingin menikmati kuliner dan belanja dengan lebih santai, pilihlah 3 hari 2 malam. Jika juga ingin mengunjungi kawasan lain di Prefektur Ishikawa, seperti Semenanjung Noto dan kawasan pemandian air panas Kaga Onsenkyo, menginap setidaknya 3 malam akan memberi Anda waktu yang lebih longgar.
Q
Bagaimana cara menuju Kanazawa?
Dari Tokyo, perjalanan dengan Hokuriku Shinkansen memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Dari Osaka dan Nagoya, Kanazawa dapat dijangkau dengan kereta ekspres terbatas atau bus antarkota melalui jalan tol. Perpanjangan jalur Hokuriku Shinkansen hingga Tsuruga pada Maret 2024 membuat akses dari kawasan Kansai semakin praktis.
Q
Apa oleh-oleh yang direkomendasikan dari Kanazawa?
Pilihan klasiknya adalah kudapan manis dan aneka barang dengan lembaran emas, teh Kaga bocha, serta wagashi. Hampir semua oleh-oleh dapat ditemukan di Kanazawa Hyakubangai yang terhubung langsung dengan Stasiun Kanazawa, sehingga Anda dapat membelinya sekaligus sebelum naik Shinkansen untuk pulang.
Selain itu, di Higashi Chaya Anda juga dapat membeli kerajinan tradisional autentik seperti Kaga Yuzen dan keramik Kutani.
Penutup
Kanazawa memiliki begitu banyak sisi menarik yang tidak akan habis dijelajahi hanya dalam satu kunjungan. Anda dapat menyusuri kawasan bersejarah sejak zaman Edo, menikmati seni kontemporer kelas dunia, mencicipi hasil laut dari Laut Jepang, dan menemukan kerajinan tradisional. Daya tarik terbesar Kanazawa adalah semua pengalaman tersebut terkumpul dalam sebuah kota kastel yang ringkas. Kenrokuen yang berubah wajah setiap musim dan kawasan chaya yang menghadirkan suasana berbeda pada malam hari selalu menawarkan penemuan baru, berapa kali pun Anda berkunjung.
Setelah menikmati pesona Kanazawa, cobalah menjelajahi bagian lain Prefektur Ishikawa. Masih banyak tempat menarik yang menanti, mulai dari alam megah Semenanjung Noto hingga air panas Kaga Onsenkyo yang membuai tubuh. Jadikan Kanazawa sebagai awal untuk mengenal lebih dalam kekayaan pesona Ishikawa.
Penulis